Dicegat Tak Bolah Demo ke Istana, Massa Papua Terlibat Cekcok dengan Polisi

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 16 November 2020 | 12:59 WIB
Dicegat Tak Bolah Demo ke Istana, Massa Papua Terlibat Cekcok dengan Polisi
Pendemo warga Papua saat bernegosiasi dengan aparat terkait aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia yang tergabung dalam Papua Menggugat yang menggelar aksi demonstrasi Tolak Blok Wabu, Otsus dan Omnibus Law tertahan di area Patung Kuda Wiwaha dan tak bisa berorasi di depan Istana Negara, Senin (16/11/2020).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, massa awalnya mulai berkumpul di area Patung Kuda sekira pukul 12.10 WIB. Mereka datang dengan berbagai macam atribut seperti poster hingga spanduk.

Terlihat massa berjumlah puluhan orang. Massa kemudian akan melakukan long march dari area Patung Kuda mengarah ke depan istana negara. Namun tiba-tiba, saat akan bersiap-siap, perwakilan aparat kepolisian menghampiri massa dan memberikan imbauan agar massa tak bergerak ke area depan Istana.

"Mohon maaf aksi hanya bisa dilakukan di area Patung Kuda saja. Sementara saat ini tidak bisa menggelar aksi di depan Istana," kata salah satu perwakilan aparat kepolisian yang menghampiri massa.

Massa pun kemudian langsung merespons. Pendemo tak terima jika aksinya hanya bisa dilakukan di area Patung Kuda saja. Mereka mengklaim sudah menyampaikan permohonan terkait aksi hari ini.

Pemuda dan Mahasiswa Papua saat berujuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakpus. (Suara.com/Bagaskara)
Pemuda dan Mahasiswa Papua saat berujuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakpus. (Suara.com/Bagaskara)

"Surat permohonan izin aksi sudah kami masukan pada hari Jumat aksi yang akan dilaksanakan itu di depan istana presiden. Aksi kaki ini aksi damai kami bukan aksi mengudeta pemerintahan. Kami hanya memperjuangkan hak asasi masyarakat Papua," kata Roland, perwakilan AMP.

"Kami mengharapkan mengawal aksi kami sampai selasai. Kami tidak ingin aksi kami diprovokasi. Kami hanya ingin aksi longmarch hingga ke istana presiden mari kawan-kawan kita bergerak," sambungnya.

Massa pun tak mengindahkan imbauan aparar sebelum lantaran merasa sudah menyampaikan izin melakukan aksi. Mereka coba merangsek melakukan longmarch ke depan Istana Negara. Namun aparat yang menjaga siaga langsung membuat blokade dan membentangkan kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat.

Massa pun terpaksa tertahan di area Patung Kuda di depan Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf. Sambil merasa kecewa, massa pun akhirnya menyampaikan orasi demi orasinya di lokasi tersebut.

baca juga

Tolak Otsus hingga Omnibus

Sebelumnya diberitakan, Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia akan menggelar aksi demonstrasi Tolak Blok Wabu, Otsus dan Omnibus Law di dekat Istana Negara, area Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2020).

Berdasarkan agenda yang diterima awak media, aksi tersebut rencananya digelar pukul 11.00 WIB siang ini. Dengan Area Patung Kuda sebagai titik kumpulnya.

"Iya kita akan gelar aksi," kata Roland Levy, Perwakilan AMP melalui pesan singkat kepada Suara.com, Senin.

Roland menjelaskan, konflik yang telah memakan ratusan ribu nyawa warga sipil atau orang asli Papua (OAP) terus terjadi, kejadian yang terakhir adalah kematian dari seorang pendeta bernama Jeremiah Zanambani. Laporan terbaru dari 3 tim pencari fakta yang berbeda, semuanya menemukan bahwa aparat (TNI) adalah pelaku yang telah membunuh pendeta tersebut.

"Aparat (TNI) adalah pelaku yang telah membunuh pendeta tersebut, pembunuhan ini pun tak lepas dari kepentingan negara untuk mengekploitasi "Blok Wabu" di daerah Intan Jaya," kata Roland.

Kemudian latar belakang aksi ini juga, menurutnya, terkait dengan adanya rencana pemerintah yang ingin melanjutkan Otonomi Khusus atau Otsus di Papua. Padahal, Otsus dinilai telah gagal.

"Di sisi lain negara telah meloloskan Omnibus Law yang sangat tidak pro terhadap rakyat, hal ini sangat berbahaya bagi banyak sektor, dari sektor buruh sampai masyarakat adat bahkan lingukungan hidup, oleh karena itu, kami yang tergabung di dalam 'Papua Menggugat' akan menggelar aksi damai Tolak: Blok Wabu, Otsus dan Omnibus Law," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Geruduk Kantor Menteri HAM Natalius Pigai di Jakarta, Mahasiswa Papua: TNI-Polri Pembunuh!

Demo Geruduk Kantor Menteri HAM Natalius Pigai di Jakarta, Mahasiswa Papua: TNI-Polri Pembunuh!

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 11:31 WIB

Usut Mutilasi Warga Sipil di Mimika Papua, Jokowi Didesak Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta

Usut Mutilasi Warga Sipil di Mimika Papua, Jokowi Didesak Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta

News | Rabu, 07 September 2022 | 19:52 WIB

Persahabatan Galuh dan Gap, 'Asal Ko Tahu Trada HAM di Papua'

Persahabatan Galuh dan Gap, 'Asal Ko Tahu Trada HAM di Papua'

Liks | Senin, 26 Agustus 2019 | 13:04 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×