alexametrics

Unik! Disaksikan Keluarga, Momen Pasangan Pengantin Bersentuhan di Kamar

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara
Unik! Disaksikan Keluarga, Momen Pasangan Pengantin Bersentuhan di Kamar
Ilustrasi pernikahan. (Pixabay/Stoksnap)

Mappasikarawa, tradisi ini menandai pasangan pengantin sah untuk bersentuhan.

Suara.com - Media sosial diramaikan dengan video prosesi pasangan pengantin yang menjalani tradisi Mappasikarawa, tradisi pernikahan adat Bugis, Makassar. Dalam tradisi tersebut, pengantin pria diminta menyentuh beberapa anggota tubuh sang istri yang telah sah dinikahinya.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @makassar_iinfo. Hingga Selasa (17/11/2020) siang, video tersebut telah disaksikan lebih dari 300 ribu pengguna.

Tradisi Mappasikarawa merupakan tradisi dimana mempelai pria akan memegang beberapa bagian tubuh wanitanya sebagai tanda keduanya telah sah bersentuhan.

Prosesi Mappasikarawa diawali dengan pengantin wanita menunggu di dalam kamar yang tertutup rapat. Pintu tersebut dijaga oleh keluarga wanita.

Baca Juga: Ustadz Maulana: Nikita Mirzani Bantu Sekolah Makassar Rp 7 Juta Per Bulan

Pengantin pria diminta untuk memberikan sesuatu ke dalam kamar tersebut. Setelah itu, pihak keluarga wanita baru akan membuka pintu kamar tersebut.

Tradisi Mappasikarawa (IG/makassar_iinfo)
Tradisi Mappasikarawa (IG/makassar_iinfo)

Barang yang diserahkan oleh pengantin pria dalam prosesi ini biasanya berupa uang, makanan dan sebagainya.

Selanjutnya, kedua mempelai akan duduk di atas ranjang untuk menjalani prosesi tradisi lainnya, yakni memakai tujuh lembar sarung sutera yang sudah dijahit kepada pengantin pria.

Ritual tersebut bermakna pria telah diterima oleh keluarga pengantin wanita.

Selanjutnya adalah ritual zai kanra. Dalam ritual ini, kedua mempelai dimasukkan ke dalam satu sarung yang disebut Tope.

Baca Juga: Foto Vulgar Tersebar di Medsos, Bidan di Jember Laporkan Teman Prianya

Pemandu adat akan mempertemukan kedua pinggir sarung dan menjahitnya tanpa benang. Makna dari prosesi ini adalah agar kedua mempelai tak terpisahkan lagi.

Komentar