Instruksi Mendagri: Langgar Protokol Kesehatan Kepala Daerah Bisa Dicopot

Bimo Aria Fundrika, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 19 November 2020 | 01:05 WIB
Instruksi Mendagri: Langgar Protokol Kesehatan Kepala Daerah Bisa Dicopot
Mendagri Tito Karnavian (Dok.Kemendagri)

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Penegakkan Protokol Kesehatan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Langkah itu diambil salah satunya pasca terjadinya pembiaran kerumunan massa yang terjadi dalam rentetan acara pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. 

Instruksi Mendagri 6/2020 itu dikeluarkan di Jakarta pada Rabu (18/11/2020) dan diteken oleh Tito. 

Dalam Instruksi Mendagri tersebut dijelaskan adanya peraturan perundang-undangan yang dibuat berupa Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah, dan Peraturan Kepala Daerah. Hal tersebut dibuat untuk penanganan pandemi Covid-19. 

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan itu, maka Mendagri menginstruksikan Gubernur dan Bupati/ Wali Kota untuk menegakkan secara konsisten protokol kesehatan Covid-19 guna mencegah penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing. 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Foto dok. Kemendagri)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Foto dok. Kemendagri)

"Berupa memakai masker, mencuci tangan dengan benar, menjaga jarak dan mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi melanggar protokol tersebut," demikian tertulis dalam Instruksi Mendagri yang dikutip Suara.com, Rabu. 

Kemudian, para pimpinan daerah yang disebut juga diinstrukan untuk melakukan langkah-langkah proaktif guna mencegah penularan Covid-19 dan tidak hanya bertindak responsif atau reaktif. Menurutnya, mencegah lebih baik ketimbang menindak. 

"Pencegahan dapat dilakukan dengan cara humanis dan penindakan termasuk pembubaran kerumunan dilakukan secara tegas dan terukur sebagai upaya terakhir," ujarnya. 

Dalam instruksinya, Tito mengingatkan kepada kepala daerah untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan Covid-19, termasuk tidak ikut dalam kerumunan yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. 

Jika kepala daerah yang disebutkan melanggar peraturan, maka ada sanksi yang bisa diterapkan dengan dasar Pasal 67 huruf b Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 yang berbunyi "mentaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan", maka kepala daerah. 

baca juga

Sesuai dengan Pasal 78 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, kepala daerah bisa diberhentikan. Hal tersebut berlandaskan karena dinyatakan melanggar sumpah atau janji jabatan kepala daerah/ wakil kepala daerah. Selain itu dikarenakan tidak melaksanakan kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 huruf b. 

"Berdasarkan instruksi pada Diktum keempat, kepala daerah yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dapat dikenakan sanksi pemberhentian," tegasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GP Ansor Kecewa Komentar Anies Tak Ada Sanksi Pelanggaran Prokes Pilkada

GP Ansor Kecewa Komentar Anies Tak Ada Sanksi Pelanggaran Prokes Pilkada

News | Rabu, 18 November 2020 | 19:35 WIB

Minta Hajatan Rizieq Jadi Pelajaran, Wagub DKI: Harus Meneladani Rasulullah

Minta Hajatan Rizieq Jadi Pelajaran, Wagub DKI: Harus Meneladani Rasulullah

News | Rabu, 18 November 2020 | 18:34 WIB

Buntut Pelanggaran Prokes Sejumlah Tokoh, Dokter Tirta Beri Pesan Menohok

Buntut Pelanggaran Prokes Sejumlah Tokoh, Dokter Tirta Beri Pesan Menohok

Riau | Rabu, 18 November 2020 | 17:26 WIB

Terkini

Ramalan Zodiak 19-25 Oktober 2026: 4 Zodiak Ini Diprediksi Panen Cuan dan Hoki

Ramalan Zodiak 19-25 Oktober 2026: 4 Zodiak Ini Diprediksi Panen Cuan dan Hoki

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Sinopsis Shes Wild Fire, Dracin Xiao Yan dan Qin Xiao Xuan di iQiyi

Sinopsis Shes Wild Fire, Dracin Xiao Yan dan Qin Xiao Xuan di iQiyi

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Dua Tersangka Pengeroyokan Wartawan di Mapolda Sumsel, Ini Dugaan Peran Masing-masing

Dua Tersangka Pengeroyokan Wartawan di Mapolda Sumsel, Ini Dugaan Peran Masing-masing

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:39 WIB

5 Zodiak yang Punya Aura Mahal dan Elegan, Pesonanya Bikin Terpikat

5 Zodiak yang Punya Aura Mahal dan Elegan, Pesonanya Bikin Terpikat

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Kuota Gula Industri Turun dari 3,3 Juta Jadi 3 Juta, Gapmmi Sebut Tak Ada Buffer Stock

Kuota Gula Industri Turun dari 3,3 Juta Jadi 3 Juta, Gapmmi Sebut Tak Ada Buffer Stock

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Review Film Onslaught: Horor Aksi Memukau Berbalut Intrik Militer Rahasia!

Review Film Onslaught: Horor Aksi Memukau Berbalut Intrik Militer Rahasia!

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Setelah Pakai Cushion Pakai Bedak Apa Biar Tidak Patchy? Ini Tips agar Makeup Flawless

Setelah Pakai Cushion Pakai Bedak Apa Biar Tidak Patchy? Ini Tips agar Makeup Flawless

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:29 WIB

Sampah Plastik Disulap Jadi Perahu Unik, Festival Cilung Bikin Warga Terpukau

Sampah Plastik Disulap Jadi Perahu Unik, Festival Cilung Bikin Warga Terpukau

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Tadabbur Novel Pareidolia: Hidup Sejatinya adalah Permainan dan Senda Gurau

Tadabbur Novel Pareidolia: Hidup Sejatinya adalah Permainan dan Senda Gurau

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:15 WIB

×