Satish Dhupelia, Cicit Mahatma Gandhi Meninggal Dunia Terjangkit Covid-19

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 23 November 2020 | 13:32 WIB
Satish Dhupelia, Cicit Mahatma Gandhi Meninggal Dunia Terjangkit Covid-19
Mahatma Gandhi. [Pexel]

Suara.com - Cicit dari tokoh perdamaian dunia asal Afrika Selatan Mahatma Gandhi meninggal dunia setelah terpapar virus Covid-19.

Menyadur Indian Express, Senin (23/11/2020) Satish Dhupelia, cicit dari Mahatma Gandhi, meninggal karena komplikasi Covid-19 pada Minggu, tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-66.

Kakak perempuan Dhupelia, Uma Dhupelia-Mesthrie, mengonfirmasi bahwa kakaknya meninggal karena komplikasi terkait Covid-19 setelah dia tertular penyakit di rumah sakit tempat dia dirawat selama sebulan karena pneumonia.

"Adikku tercinta meninggal setelah sebulan menderita pneumonia, ia terjangkit superbug di rumah sakit dan kemudian tertular Covid-19 saat dirawat. Dia menderita serangan jantung parah malam ini," kata Uma dalam sebuah postingan di media sosialnya.

Satish Dhupelia, Cicit Mahatma Gandhi meninggal dunia karena Covid-19.[Facebook]
Satish Dhupelia, Cicit Mahatma Gandhi meninggal dunia karena Covid-19.[Facebook]

Selain Uma, Dhupelia meninggalkan saudari lainnya, Kirti Menon, yang tinggal di Johannesburg, di mana dia aktif dalam berbagai proyek untuk mengenang Mahatma Gandhi.

Ketiga bersaudara tersebut merupakan keturunan Manilal Gandhi, yang ditinggalkan Mahatma Gandhi di Afrika Selatan untuk melanjutkan pekerjaannya.

Dhupelia yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di media, terutama sebagai videografer dan fotografer, juga sangat aktif membantu Gandhi Development Trust untuk melanjutkan pekerjaan yang dimulai oleh Mahatma di Phoenix Settlement dekat Durban.

Dhupelia juga dikenal senang membantu bagi mereka yang membutuhkan di semua komunitas dan aktif di sejumlah organisasi kesejahteraan sosial.

Penghormatan mengalir dari teman-temannya dan orang-orang tersayang. "Saya kaget. Satish adalah seorang aktivis dan kemanusiaan yang hebat," kata analis politik Lubna Nadvi.

"Dia juga teman baik dari Advice Desk for the Abused Women, dan selalu membantu organisasi dengan cara apapun yang dia bisa," tambah Nadvi.

Dhupelia juga menjadi anggota Dewan 1860 Heritage Foundation, yang pada hari Senin tanggal 16 November memperingati kedatangan buruh kontrak pertama dari India untuk bekerja di ladang tebu di Durban.

Di salah satu postingan Facebook terakhir yang membuat Dhupelia terkenal, terutama karena humornya, dia menulis: "Kita masih harus berdiri bersama untuk mencapai tujuan akhir kita yaitu kesetaraan bagi semua dan pengentasan kemiskinan." tulisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terjangkit Covid-19, Malaria, DB hingga Dipatuk Ular, Relawan Ini Selamat

Terjangkit Covid-19, Malaria, DB hingga Dipatuk Ular, Relawan Ini Selamat

News | Minggu, 22 November 2020 | 17:48 WIB

Tolak Lamaran Pria Hindu, Wanita Muslim Tewas Dibakar Hidup-hidup

Tolak Lamaran Pria Hindu, Wanita Muslim Tewas Dibakar Hidup-hidup

Bali | Jum'at, 20 November 2020 | 17:55 WIB

Kia Seltos Diesel Mengalami Recall, Masalah di Pompa Bahan Bakar

Kia Seltos Diesel Mengalami Recall, Masalah di Pompa Bahan Bakar

Otomotif | Jum'at, 20 November 2020 | 10:30 WIB

Terkini

Copot Pimpinan BGN Dinilai Bukan Solusi, Program MBG Terancam Makin Karam

Copot Pimpinan BGN Dinilai Bukan Solusi, Program MBG Terancam Makin Karam

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:50 WIB

Duel Rekam Jejak Teddy Indra Wijaya vs Dino Patti Djalal, Prajurit Kopassus Lawan Diplomat LSE

Duel Rekam Jejak Teddy Indra Wijaya vs Dino Patti Djalal, Prajurit Kopassus Lawan Diplomat LSE

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:44 WIB

Penyidik Kejagung Masuk Kantor BGN Sejak Dini Hari, Penggeledahan Masih Berlangsung Tertutup

Penyidik Kejagung Masuk Kantor BGN Sejak Dini Hari, Penggeledahan Masih Berlangsung Tertutup

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:43 WIB

BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar

BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:41 WIB

Siapa Lodewyk Pusung? Eks Petinggi BGN yang Diperiksa Kejagung, Ini Profilnya

Siapa Lodewyk Pusung? Eks Petinggi BGN yang Diperiksa Kejagung, Ini Profilnya

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:37 WIB

Tak Ada Tuntutan Pecat Bagi 4 Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Tak Ada Tuntutan Pecat Bagi 4 Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:06 WIB

Cuma Dituntut Ringan, Ternyata Ini Alasan di Balik Nasib 4 TNI Penyerang Andrie Yunus

Cuma Dituntut Ringan, Ternyata Ini Alasan di Balik Nasib 4 TNI Penyerang Andrie Yunus

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:55 WIB

Profil Sony Sonjaya, Eks Wakil Kepala BGN yang Dicopot Prabowo

Profil Sony Sonjaya, Eks Wakil Kepala BGN yang Dicopot Prabowo

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:44 WIB

'Pulau Sampah' Kembali Muncul di Muara Angke, Greenpeace Desak Jakarta Benahi Sistem dari Sumber

'Pulau Sampah' Kembali Muncul di Muara Angke, Greenpeace Desak Jakarta Benahi Sistem dari Sumber

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:40 WIB

4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam

4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:36 WIB