Fadli Zon Ungkap Alasan Habib Rizieq Seharusnya Dirangkul Bukan Dimusuhi

Reza Gunadha | Hadi Mulyono | Suara.com

Selasa, 24 November 2020 | 12:31 WIB
Fadli Zon Ungkap Alasan Habib Rizieq Seharusnya Dirangkul Bukan Dimusuhi
Fadli Zon soal Habib Rizieq. (YouTube/Fadli Zon Official)

Suara.com - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengunggah video di kanal YouTube, yang mengulas kegaduhan potilik belakangan ini.

Fadli menyoroti kepulangan Habib Rizieq Shihab dari tanah suci yang menuai polemik dan melibatkan berbagai macam institusi.

Menurutnya, Habib Rizieq seharusnya tidak dimusuhi melainkan dirangkul. Sejumlah alasan ia uraikan dalam video yang diunggah Senin (23/11/2020) tersebut.

"Habib Rizieq seharusnya dirangkul sebagai warga negara, bukan dimusuhi," kata Fadli dikutip Suara.com.

"Pertama, Habib Rizieq adalah seorang habib, seorang habaib, seorang sayyid, keturunan Nabi Besar Muhammad saw. Itu juga dikonfirmasi oleh sebuah institusi rabithah alawiyin yang memang mempunyai sebuah data tentang bagaimana kekerabatan, keturunan Nabi Muhammad," sambungnya.

Fadli Zon soal Habib Rizieq. (YouTube/Fadli Zon Official)
Fadli Zon soal Habib Rizieq. (YouTube/Fadli Zon Official)

Dalam masyarakat Indonesia, kata Fadli, sejak jauh sebelum kemerdekaan, mereka-mereka yang mempunyai keturunan langsung dari Nabi Muhammad mempunyai posisi yang istimewa.

Kedua, Habib Rizieq adalah pemimpin sebuah organisasi Front Pembela Islam (FPI), sebuah organisasi yang secara de facto mempunyai pengikut yang cukup banyak di seluruh Indonesia.

"Bahkan FPI sangat aktif di kegiatan kemasyarakatan, kemanusiaan. Ketika terjadi bencana di berbagai tempat selalu biasanya di barisan paling depan," kata dia.

Ketiga, Habib Rizieq sebagai ulama juga banyak menjadi panutan, diteladani, bahkan dijuluki sebagai imam besar.

"Ini adalah fakta-fakta yang tidak bisa kita abaikan, dan menurut saya fakta itu sudah ditunjukkan dengan kembalinya habib Rizieq, kemudian peristiwa ketika Habib Rizieq ke Megamendung," ujarnya lagi.

Terkait dengan lautan massa yang menyambut Habib Rizieq dan dikaitkan dengan protokol Covid-19, ia menilai hal itu tidak perlu dikritisi.

Fadli tetap sepakat dengan protokol kesehatan mulai dari jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Hanya saja menurutnya, kerumunan massa yang menghadiri majelis-majelis Habib Rizieq tidak ada yang mengerahkan, melainkan atas kemauan umat.

Oleh sebab itu, dikaitkannya protokol Covid-19 dengan acara Habib Rizieq dinilainya terlalu berlebihan.

Kolom komentar unggahan Fadli tersebut menjadi arena bertukar gagasan dari warganet.

"Penguasa sedang panik.sehingga bingung harus bertindak bagaimana. Mau rekonsiliasi tapi malu karena sikapnya kpd HRS selama ini,tp mau terus musuh i juga bingung harus berbuat apa yg justru semakin menunjukkan iktikad tidak baik, terlihat dari blundernya akhir akhir ini," kata Bagus***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu

KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:56 WIB

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:38 WIB

KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi

KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:05 WIB

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:35 WIB

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa

Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa

News | Senin, 13 April 2026 | 15:02 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?

Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:00 WIB

Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April

Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

News | Sabtu, 18 April 2026 | 15:54 WIB

Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital

Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital

News | Sabtu, 18 April 2026 | 15:21 WIB

KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif

KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif

News | Sabtu, 18 April 2026 | 14:51 WIB

Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo

Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo

News | Sabtu, 18 April 2026 | 14:12 WIB

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:57 WIB

Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia

Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:50 WIB

Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'

Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:30 WIB

Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung

Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:16 WIB

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:06 WIB

11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius

11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:01 WIB