Urai Kegaduhan Bangsa, Cak Nun: Kenapa Kebenaran Mempertengkarkan Kita?

Dany Garjito, Hadi Mulyono

Rabu, 25 November 2020 | 12:29 WIB
Urai Kegaduhan Bangsa, Cak Nun: Kenapa Kebenaran Mempertengkarkan Kita?
Cak Nun soal masalah bangsa. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Suara.com - Budayawan Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun pernah menguraikan pokok masalah kegaduhan bangsa Indonesia.

Menurut Cak Nun, saat ini kita telah sampai pada suatu keadaan sejarah di mana orang benar bermusuhan dengan orang benar.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara Indonesia Lawyers Club edisi "Saatnya Damai Bersenandung" yang tayang pada 23 Mei 2017 silam.

Wawancara virtual itu kemudian diunggah ulang di kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Jumat (20/11/2020).

"Orang mempertahankan kebenarannya, berbenturan dengan orang yang juga mempertahankan kebenarannya. Orang ini bisa kelompok, bisa parpol, bisa front," kata Cak Nun dikutip Suara.com.

Bertentangannya berbagai pihak yang sama-sama yakin dengan kebenarannya memunculkan pertanyaan bagi Cak Nun, kenapa kebenaran bisa mempertengkarkan manusia?

"Saya melihat semua yang terjadi di Indonesia ini akhirnya menemukan, mungkin saya salah, tapi kebenaran itu tidak untuk dibawa keluar dari diri kita, tetapi begitu keluar dari diri kita, yang kita bawa bukanlah kebenaran, yang kita bawa adalah kebaikan, keindahan, kemuliaan, upaya-upaya untuk supaya nyaman satu sama lain, kita dengan semua orang di sekitar kita, kebijaksanaan, kearifan, bukan kebenaran yang kita bawa keluar," urainya.

Dia mengibaratkan kebenaran tersebut dengan suatu warung di mana kebenaran tersebut letaknya ada di dapur, yang seharusnya dapur tersebut tidak dijadikan display utama.

Oleh sebab itu, kata Cak Nun, kebenaran yang selama ini membuat banyak pihak bertengkar tidak akan pernah selesai apabila masing-masing kubu kekeh saling menyombongkan diri.

baca juga

"Kita tidak akan pernah selesai dengan segala pertengkaran, permusuhan, dendam, jika kita saling menyombongkan kebenaran kita masing-masing," ucap Cak Nun lagi.

"Apalagi Allah sendiri menyatakan, kebenaran itu datangnya dari-Ku, manusia hanya dapat cipratannya dan menafsirkannya. Nah, tafsir kebenaran ini, kita harus berhati-hati, karena saya menafsirkan kebenaran, beda dengan Anda menafsirkan kebenaran dan saya tidak akan mempertengkarkan tafsir saya dengan tafsir Anda. Yang harus keluar dari diri saya kepada Anda adalah mencoba berusaha menggembirakan Anda, membikin Anda nyaman, bikin Anda aman, tidak saya curi barang Anda, tidak saya nista harga diri Anda, dan tidak saya bunuh nyawa Anda," sambungnya.

Menyikapi kegaduhan politik di Indonesia, Cak Nun menilai saatnya kita harus berhenti mencaci, menuding, membenci apalagi ingin memusnahkan siapa yang salah.

"Jadi kalau boleh sekarang ini kita mulai belajar, mencari apa yang salah dan apa yang benar. Jadi kita cari apanya bukan siapanya, kita mempersoalkan nilai bukan mempersoalkan manusia," tegasnya.

Video selengkapnya di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angsa dan Kelelawar: Ketika Kebenaran Tidak Sesederhana Hitam dan Putih

Angsa dan Kelelawar: Ketika Kebenaran Tidak Sesederhana Hitam dan Putih

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 15:30 WIB

Rumus Kebenaran Musim Panas: Ketika Sains Berhadapan dengan Rahasia Masa Lalu

Rumus Kebenaran Musim Panas: Ketika Sains Berhadapan dengan Rahasia Masa Lalu

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 07:30 WIB

3 Tahun Kabar Terdepan: Merajut Keberagaman, Mengawal Kebenaran

3 Tahun Kabar Terdepan: Merajut Keberagaman, Mengawal Kebenaran

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:04 WIB

Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan

Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:25 WIB

Lonjakan Harga Plastik dan Kebenaran yang Selama Ini Terabaikan

Lonjakan Harga Plastik dan Kebenaran yang Selama Ini Terabaikan

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Kesetiaan Bertabrakan dengan Kebenaran dalam Novel The Silence of Bones

Kesetiaan Bertabrakan dengan Kebenaran dalam Novel The Silence of Bones

Your Say | Minggu, 05 April 2026 | 11:00 WIB

Review Saksi Mata: Saat Fiksi Bicara Tentang Kebenaran yang Dibungkam

Review Saksi Mata: Saat Fiksi Bicara Tentang Kebenaran yang Dibungkam

Your Say | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:00 WIB

Cak Nun Pernah Prediksi Soal Perang Iran vs Israel - AS Sejak 2012, Indonesia Bela Siapa?

Cak Nun Pernah Prediksi Soal Perang Iran vs Israel - AS Sejak 2012, Indonesia Bela Siapa?

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 10:48 WIB

Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan

Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan

Entertainment | Senin, 02 Maret 2026 | 10:43 WIB

Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun

Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun

Your Say | Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:05 WIB

Terkini

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

×