Mengadu ke DPR, Keluarga Laskar FPI: Barang Korban Tak Dikembalikan Polisi

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 10 Desember 2020 | 18:22 WIB
Mengadu ke DPR, Keluarga Laskar FPI: Barang Korban Tak Dikembalikan Polisi
Keluarga korban 6 laskar FPI yang tewas ditembak mati dalam bentrokan dengan aparat di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 mendatangi RS Polri, Kramat Jati, Selasa (8/12/2020). (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Keluarga 6 laskar FPI yang tewas ditembak mati dalam bentrokan dengan aparat di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 mengaku hingga kekinian belum menerima barang-barang pribadi milik korban yang ditinggalkan di tempat kejadian.

Hal itu diungkapkan para perwakilan keluarga korban dalam rapat dengar pendapat umum atau RDPU dengan Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Awalnya para anggota Komisi III yang hadir dalam rapat menanyakan apakah ada barang korban yang tertinggal di TKP dan apakah ada ancaman pasca kejadian berdarah tersebut.

Satu persatu perwakilan menjawab, salah satunya Dainuri, ayah korban laskar atas nama Lutfhil Hakim, mengaku hingga saat ini polisi tidak pernah mengembalikan barang-barang anaknya. Misalnya KTP hingga handphone milik korban, ia pun sangat menyesalkan.

"Saya sampaikan bahwa barang-barang seperti KTP-nya itu gak ada, apalagi HP atau pun tasnya. Biasnya itu anak saya bawa tas yang kecil itu buat HP dan lainnya. Jadi KTP pun enggak pakaian juga enggak," kata Dainuri dalam rapat.

Kemudian terkait ancaman, Dainuri mengaku belum ada ancaman serius pasca kejadian putranya yang tewas ditembak. Ia mengaku banyak kedatangan orang yang mengaku sebagai wartawan.

Sementara itu, perwakilan keluarga lainnya menyampaikan hal kurang lebih sama dengan Dainuri. Anandra, kakak kandung korban laskar atas nama Muhammad Suci Khadavi, mengaku belum bisa mengakses barang-barang milik adiknya tersebut.

Padahal, kata dia, barang korban yang ditinggal sangat penting. Apalagi handphone korban bisa mengungkap sebenarnya apa yang terjadi.

"Kami keluarga tidak diberikan barang-barang Kadhavi hp, tas, dompet itu tidak diberikan sama sekali. Semalam sempat saya tanya apakah ada barang-barang yang diberikan agar maksudnya hp-nya karena di hp itu juga kan pasti ada foto kami keluarga dan sebagainya," ujarnya.

baca juga

Perwakilan keluarga korban lainnya juga menyampaikan hal yang kurang lebih sama dengan apa yang sudah disampaikan dari dua keluarga korban sebelumnya.

Adapun nama-nama 6 laskar yang tewas antara lain; Faiz Ahmad Syukur (22), Andi Oktiawan (33), M. Reza (20), Muhammad Suci Khadavi Poetra (21), Lutfhil Hakim (24), dan Akhmad Sofiyan (26).

Klaim Janggal

Sebelumnya diberitakan, FPI menemukan fakta terbaru terkait kondisi enam jenazah laskar pengawal Habib Rizieq Shihab yang ditembak Polisi, pada Senin (7/12/2020) dini hari kemarin.

FPI mengumumkan 6 pengawal Habib Rizieq yang merupakan Laskar FPI ditembak mati yang lukanya semua terlihat ada kesamaan yakni mengarah ke jantung. Polisi juga diduga menembak laskar dari jarak dekat.

Selain itu, FPI mencurigai adanya penyiksaan sebelum 6 laskar itu tewas ditembak. Pihak FPI mengklaim, menemukan juga luka di tubuh jenazah sebagai tanda-tanda penyiksaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×