Overdosis Vaksin Corona, Empat Perawat di Jerman Dilarikan ke Rumah Sakit

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 31 Desember 2020 | 13:21 WIB
Overdosis Vaksin Corona, Empat Perawat di Jerman Dilarikan ke Rumah Sakit
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang perawat di Jerman harus dilarikan ke rumah sakit setelah secara tidak sengaja mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 lima kali lipat dari dosis yang disarankan.

Menyadur The Sun, Rabu (30/12/2020) delapan perawat yang bekerja di sebuah panti jompo di Stralsund, Jerman utara, diberi vaksin BioNTech/Pfizer pada hari Minggu, namun karena kelalaian dalam pengawasan mereka overdosis.

Dari tujuh pria dan satu wanita yang menerima terlalu banyak vaksin virus corona tersebut, empat dilarikan ke rumah sakit dengan gejala mirip flu.

Stefan Kerth, administrator distrik Vorpommern-Rügen tempat panti jompo itu berada, mengatakan insiden tersebut terjadi karena kesalahan individu. "Saya sangat menyesali kejadian itu," katanya.

"Kasus ini disebabkan oleh kesalahan individu. Saya berharap semua yang terkena tidak mengalami efek samping yang serius." sambungnya.

Setiap botol berisi lima dosis vaksin - dan seharusnya ditakar sesuai dengan rekomendasi yang diberikan sebelum digunakan.

BioNTech sebelumnya telah menyatakan bahwa selama fase pertama penelitian, pemberian dosis yang lebih besar tidak menimbulkan konsekuensi yang serius.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah Uni Eropa meluncurkan vaksin virus corona untuk negara anggotanya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengungkapkan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech kini telah dikirimkan ke semua 27 negara anggota.

baca juga

Beberapa negara mulai menjalankan proses vaksinasi pada hari Sabtu dengan mengatakan mereka tidak siap menunggu hari lain.

Program vaksinasi tersebut dilakukan tiga minggu setelah vaksin pertama diberikan kepada seorang pasien di Inggris.

European Medicines Agency menyetujui vaksin buatan Pfizer/BioNTech tersebut pada 21 Desember dan ingin semua orang dewasa divaksinasi pada akhir tahun depan.

Bos rumah sakit bahkan telah meminta dokter dan perawat untuk menundan masa pensiun mereka untuk membantu upaya vaksinasi.

Negara-negara Uni Eropa telah mencatat setidaknya 16 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 336.000 kematian akibat virus tersebut.

Uni Eropa sangat berharap jika dengan vaksin ini membuka peluang terbaik untuk kembali ke kehidupan normal seperti sebelum pandemi.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn berkata: "Vaksin ini adalah kunci yang menentukan untuk mengakhiri pandemi ini ... kunci untuk mendapatkan hidup kita kembali."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Baru Virus Corona Terdeteksi di Jerman sejak November

Varian Baru Virus Corona Terdeteksi di Jerman sejak November

Jabar | Rabu, 30 Desember 2020 | 10:10 WIB

Dokter Jerman Temukan Varian Baru Virus Corona sejak November

Dokter Jerman Temukan Varian Baru Virus Corona sejak November

Riau | Rabu, 30 Desember 2020 | 08:31 WIB

Seekor Angsa Blokir Rel Kereta, 23 Perjalanan Tertunda Dalam 1 Jam

Seekor Angsa Blokir Rel Kereta, 23 Perjalanan Tertunda Dalam 1 Jam

News | Rabu, 30 Desember 2020 | 12:14 WIB

Terkini

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:31 WIB

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:30 WIB

×