Amerika Serikat Desak China Bebaskan Seorang Dokter Muslim yang Dipenjara

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 31 Desember 2020 | 21:20 WIB
Amerika Serikat Desak China Bebaskan Seorang Dokter Muslim yang Dipenjara
Amerika Serikat [Shutterstock]

Suara.com - Amerika Serikat menuntut pembebasan seorang dokter Muslim Uighur yang menurut kerabatnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara di China yang dituduh terkait terorisme.

Menyadur Al Jazeera, Kamis (31/12/2020) putri dari seorang dokter bernama Gulshan Abbas mengatakan dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan dengan Komisi Eksekutif Kongres AS untuk China (CECC) bahwa keluarga tersebut baru-baru ini mengetahui ibunya menerima hukuman pada Maret tahun lalu atas tuduhan terkait terorisme setelah menghilang pada September 2018.

Di Beijing, juru bicara kementerian luar negeri mengatakan Abbas dijatuhi hukuman atas kejahatan gabungan dengan organisasi teroris, membantu kegiatan teroris dan membuat kerumunan untuk mengganggu ketertiban sosial.

"Kami mendesak politisi tertentu di Amerika Serikat untuk menghormati fakta dan berhenti membuat kebohongan dan memfitnah China," kata juru bicara Wang Wenbin dalam konferensi pers.

Putri Abbas, Ziba Murat, menyebut tuduhan itu tidak masuk akal. Sedangkan adik Abbas, Rushan Abbas, mengatakan mereka berasal dari aktivis yang tinggal di AS.

"Kami telah berkomitmen untuk bekerja untuk membela hak-hak rakyat kami dan membela keadilan, dan sekarang saudara perempuan kami ditolak keadilan," kata Rushan.

Dalam sebuah tweet, asisten menteri luar negeri AS untuk demokrasi, hak asasi manusia dan tenaga kerja, Robert Destro, mengatakan Gulshan Abbas harus dibebaskan.

"Penghilangan paksa, penahanan dan hukuman keras oleh PKC [Partai Komunis China] adalah bukti dari sebuah keluarga yang menderita akibat berbicara menentang pemerintah yang tidak menghormati hak asasi manusia," kata Destro.

Ziba Murat mengatakan dia tidak bisa mengungkapkan sumber informasi tentang hukuman untuk melindungi identitas mereka.

baca juga

"Kami baru mengetahui bahwa dia dijatuhi hukuman 20 tahun, dan kami berusaha mendapatkan lebih banyak informasi." ujar Murat.

"Ibu saya adalah seorang profesional medis, non-politik, orang baik yang telah menghabiskan hidupnya membantu orang," sambungnya.

Murat menambahkan bahwa ibunya dalam kondisi kesehatan yang rentan dan menderita berbagai penyakit termasuk tekanan darah tinggi.

Ketua CECC, James McGovern, menyebut hukuman bagi anggota keluarga yang tidak bersalah tersebut sebagai upaya untuk membungkam kebebasan berekspresi.

McGovern juga mengatakan hukuman tersebut juga bagian dari penganiayaan massal terhadap orang-orang Uighur di China.

China telah dikritik di Dewan Hak Asasi Manusia PBB karena penahanan sewenang-wenang dan pembatasan kebebasan pergerakan Muslim Uighur di Xinjiang.

Menurut saksi mata dan aktivis hak asasi manusia, setidaknya satu juta orang Uighur dan etnis minoritas Muslim lainnya ditahan di kamp-kamp penahanan.

China telah menolak kritik tersebut, dan mengatakan kamp tersebut adalah sekolah kejuruan tempat belajar keterampilan baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berbulan-bulan Terlantar di Kapal China, 6 ABK dan Jenazah WNI Dipulangkan

Berbulan-bulan Terlantar di Kapal China, 6 ABK dan Jenazah WNI Dipulangkan

Batam | Kamis, 31 Desember 2020 | 19:14 WIB

Joe Biden Tunjuk Wakil Menteri Pertahanan Seorang Wanita, Pertama Kalinya

Joe Biden Tunjuk Wakil Menteri Pertahanan Seorang Wanita, Pertama Kalinya

News | Kamis, 31 Desember 2020 | 17:28 WIB

1,8 Juta Vaksin Covid-19 Tahap 2 Asal China Tiba di Jakarta

1,8 Juta Vaksin Covid-19 Tahap 2 Asal China Tiba di Jakarta

Sulsel | Kamis, 31 Desember 2020 | 15:04 WIB

Terkini

Nikmatnya Sambal Pencit: Kuliner 'Survival' Low Budget yang Kini Jadi Menu Populer Restoran

Nikmatnya Sambal Pencit: Kuliner 'Survival' Low Budget yang Kini Jadi Menu Populer Restoran

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:40 WIB

Tamparan Rp100 Ribu: Ironi Anak Guru di Blitar dalam Pusaran Perundungan

Tamparan Rp100 Ribu: Ironi Anak Guru di Blitar dalam Pusaran Perundungan

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:23 WIB

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:05 WIB

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB

×