CEK FAKTA: Benarkah WHO Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Paling Lemah?

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 01 Januari 2021 | 16:59 WIB
CEK FAKTA: Benarkah WHO Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Paling Lemah?
Fakta WHO nyatakan vaksin Sinovac paling lemah (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan vaksin Covid-19 Sinovac paling lemah dibandingkan vaksin-vaksin lainnya.

Narasi tersebut diunggah oleh akun Instagram @wawsehat. Ia mengunggah foto sejumlah petugas sedang memeriksa vaksin Sinovac.

Adapun narasi yang diunggah oleh akun tersebut seperti berikut:

"WHO: Sinovac Vaksin Covid-19 yang paling lemah. Indonesia diketahui telah memesan vaksin Covid-19 yakni vaksin Sinovac. Vaksin yang sempat tak diyakini oleh Menkes Terawan ini, akhirnya diungkapkan juga oleh WHO bahwa vaksin ini vaksin yang paling lemah."

Benarkah klaim tersebut?

Fakta WHO nyatakan vaksin Sinovac paling lemah (Turnbackhoax.id)
Fakta WHO nyatakan vaksin Sinovac paling lemah (Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Jumat (1/1/2021), klaim yang menyebut WHO nyatakan vaksin Covid-19 Sinovac paling lemah dibandingkan vaksin lainnya adalah klaim yang keliru.

Faktanya, tak ada satupun informasi yang melaporkan WHO nyatakan vaksin Cinovac paling lemah dibandingkan sembilan kandidat vaksin Covid-19 lainnya.

Dikutip dari Tempo melalui mesin pencarian di situs resmi WHO dengan kata kunci 'Covid-19 vaccine', Tempo menemukan 39 artikel terkait dengan vaksin Covid-19.

baca juga

Namun, dari seluruh artikel tersebut tidak ada satupun artikel yang berisi informasi bahwa WHO menyatakan vaksin Covid-19 Sinovac paling lemah.

Fakta WHO nyatakan vaksin Sinovac paling lemah (Turnbackhoax.id)
Fakta WHO nyatakan vaksin Sinovac paling lemah (Turnbackhoax.id)

Dalam artikel berjudul 'COVAX Announces additional deals to access promising COVID-19 vaccine candidates; plans global rollout starting Q1 2021' yang terbit pada 21 Desember 2020, WHO mengungkapkan ada 10 kandidat vaksin Covid-19 dengan melibatkan investasi Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Dari 10 kandidat, ada sembilan vaksin yang masih dalam tahap pengembangan, di mana tujuh diantaranya berada dalam tahap uji klinis.

Adapun 10 kandidat vaksin Covid-19 yang diumumkan oleh WHO antara lain: AstraZeneca/University of Oxford (Tahap 3); Clover Biopharmaceuticals, Cina (Tahap 1); CureVac, Jerman (Tahap 2B/3); Inovio, Amerika Serikat (Tahap 2); Institut Pasteur/Merck/Themis, Prancis/AS/Austria (Tahap 1); Moderna, AS (Tahap 3); Novavax, AS (Tahap 3); SK bioscience, Korea Selatan (Praklinis); University of Hong Kong, Hong Kong (Praklinis); University of Queensland/CSL, Australia (Tahap 1, program dihentikan).

Fakta WHO nyatakan vaksin Sinovac paling lemah (Turnbackhoax.id)
Fakta WHO nyatakan vaksin Sinovac paling lemah (Turnbackhoax.id)

Sementara itu, dari penelusuran menggunakan mesin pencarian Google dengan kata kunci yang sama, yakni 'Covid-19 vaccine' juga tidak ditemukan artikel yang mewartakan WHO nyatakan vaksin Sinovac paling lemah.

Dikutip dari artikel Aljazeera berjudul 'Where are we in the Covid-19 vaccine race?' yang terbit pada 18 November 2020, pejabat WHO Swaminathan mengaku belum bisa menyimpulkan perlindungan jangka panjang dan efek samping dari seluruh vaksin yang sedang diuji coba.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebutkan WHO nyatakan vaksin Sinovac paling lemah adalah klaim yang salah.

Klaim tersebut masuk dalam kategori konten palsu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO: Manusia Harus Berubah, Ada Pandemi Lebih Bahaya dari Covid-19

WHO: Manusia Harus Berubah, Ada Pandemi Lebih Bahaya dari Covid-19

Batam | Jum'at, 01 Januari 2021 | 11:42 WIB

Awas! Bukan Covid-19, tapi Pandemi Satu Ini yang Dikhawatirkan

Awas! Bukan Covid-19, tapi Pandemi Satu Ini yang Dikhawatirkan

Batam | Jum'at, 01 Januari 2021 | 13:00 WIB

WHO Peringatkan, Covid-19 Tidak Jadi Pandemi Terakhir, tapi Ini...

WHO Peringatkan, Covid-19 Tidak Jadi Pandemi Terakhir, tapi Ini...

Tekno | Jum'at, 01 Januari 2021 | 10:30 WIB

Terkini

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:49 WIB

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:19 WIB

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:18 WIB

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:16 WIB

Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku

Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:04 WIB

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung

Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Pelibatan Taruna di Sekolah Rakyat Tuai Kritik, Dinilai Tak Tepat untuk Bentuk Karakter Siswa

Pelibatan Taruna di Sekolah Rakyat Tuai Kritik, Dinilai Tak Tepat untuk Bentuk Karakter Siswa

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:49 WIB

Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat

Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:34 WIB

Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah

Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:12 WIB

×