facebook

SMS Kemenkes untuk Warga yang Wajib Vaksin COVID-19

Rifan Aditya
SMS Kemenkes untuk Warga yang Wajib Vaksin COVID-19
Pekerja dengan penjagaan petugas kepolisian melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Aturan SMS Kemenkes yang berisi kebijakan wajib vaksin Covid-19 tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/Menkes/12757/2020.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia akan mengirimkan short message service (SMS) kepada sejumlah warga terkait pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sejak Kamis (31/12). SMS Kemenkes itu berisi kebijakan wajib vaksin Covid-19.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/Menkes/12757/2020 yang mengatur tentang penetapan sasaran vaksinasi COVID-19

Dalam keputusan tersebut, dijelaskan bahwa pelaksanaan vaksin COVID-19 dimulai dengan mengirimkan notifikasi SMS secara serentak kepada sejumlah warga per 31 Desember 2020. Selain itu, dijelaskan bahwa sasaran vaksinasi COVID-19 adalah kelompok prioritas penerima vaksin yang disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan. 

Masyarakat yang mendapatkan SMS dari Kemenkes tersebut wajib untuk ikut vaksinasi COVID-19. Namun, pengecualian untuk warga yang tidak memenuhi kriteria vaksinasi COVID-19 sesuai aturan berlaku. 

Baca Juga: Tahun 2021, Pemerintah Fokus Penyediaan dan Pemberian Vaksin Covid-19

Bersamaan dengan hal itu, Kemenkes dalam surat ketetapannya HK.01.07/Menkes/12758/2020 telah menetapkan jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi COVID-19. 

Diketahui ada tujuh vaksin yang digunakan dalam vaksinasi tersebut yakni vaksin produksi PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax Inc, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac.

Disebutkan dalam keputusan tersebut bahwa penerima vaksin COVID-19 pertama adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya.

Tak hanya itu, tokoh masyarakat/agama, pelaku perekonomian strategis, perangkat daerah kecamatan, perangkat desa, dan perangkat rukun tetangga/rukun warga juga diprioritaskan untuk menerima vaksin pertama. 

Selanjutnya, pada prioritas kedua penerima vaksin adalah guru/tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, atau setingkat/sederajat, dan perguruan tinggi; aparatur kementerian/lembaga, aparatur organisasi perangkat Pemerintah Daerah, dan anggota legislatif.

Baca Juga: Cek Ponsel Sekarang! Calon Penerima Vaksin Covid-19 Diundang Pakai SMS

Sedangkan pada prioritas ketiga diperuntukkan kepada masyarakat rentan dari segi aspek geospasial, sosial, ekonomi dan masyarakat pelaku perekonomian lainnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar