IPK Indonesia 2020 Turun, Istana Klaim Jokowi Tegas Berantas Korupsi

Erick Tanjung, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 29 Januari 2021 | 13:30 WIB
IPK Indonesia 2020 Turun, Istana Klaim Jokowi Tegas Berantas Korupsi
Presiden Jokowi / [Foto Sekretariat Presiden]

Suara.com - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman menyatakan Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan yang anti korupsi. Hal tersebut merespon Indeks Persepsi Korupsi atau IPK Indonesia secara global pada 2020 turun menjadi rangking 85 dengan perolehan skor 37.

"Terkait publikasi Corruption Perception Index 2020 oleh Transparency international, pada intinya presiden Jokowi tegas untuk menciptakan pemerintahan anti korupsi," kata Fadjroel dalam keterangannya, Jumat (29/1/2021).

Bahkan, kata Fadjroel, Jokowi selalu menekankan kepada Kementerian dan Lembaga serta pelaksana kebijakan dan program pemerintah untuk gencar melakukan pencegahan korupsi. Serta mendukung penegak hukum dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

"Presiden mendukung lembaga penegakan hukum untuk menindak para pelaku korupsi sesuai regulasi tanpa pandang bulu," klaimnya.

Sebelumnya, Transparency International Indonesia (TII) mengungkapkan bahwa Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia secara global pada 2020 turun peringkat dari rangking 85 menjadi ranking 102. Hal tersebut disebabkan turunnya skor pada IPK Indonesia dari 40 menjadi 37.

Corruption Perception Index (CPI) Indonesia tahun 2020 berada pada skor 37 dengan rangking 102, dan skor ini turun tiga poin dari tahun 2019 lalu.

"Jika tahun 2019 lalu Indonesia berada pada skor 40 dan rangking 85, ini 2020 berada di skor 37 dengan rangking 102," kata Peneliti TII, Wawan Suyatmiko dalam paparannya secara virtual, Kamis (28/1).

Sementara lima peringkat teratas global IPK 2020 masih diduduki oleh negara yang sama dari tahun ke tahun. Posisi pertama diduki oleh Denmark dan Newzealand dengan perolehan skor 88 poin. Untuk posisi dua diperoleh Finlandia, Singapura, Swedia dan Swiss dengan skor 85.

Sedangkan untuk peringkat tiga ditempati Norwegia dengan skor 84, Belanda di peringkat empat dengan skor 82 dan Jerman berada di peringkat lima dengan skor 80.

Penurunan juga terjadi dalam hasil IPK Indonesia pada daftar negara ASEAN di 2020. Indonesia berada di peringkat 37 di mana sebelumnya sempat menduduki peringkat 40. Posisi pertama Singapura dengan skor 85, Brunei Darussalam dengan skor 60, Malaysia di skor 51, dan Timor Leste dengan skor 38.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fadli Zon Nyinyir soal Vaksinasi Covid-19, Irma Chaniago Bilang Begini

Fadli Zon Nyinyir soal Vaksinasi Covid-19, Irma Chaniago Bilang Begini

Riau | Jum'at, 29 Januari 2021 | 08:45 WIB

Jokowi Lantik Kapolri Listyo, Denny Siregar: Indonesia Selangkah Lebih Maju

Jokowi Lantik Kapolri Listyo, Denny Siregar: Indonesia Selangkah Lebih Maju

Hits | Rabu, 27 Januari 2021 | 16:11 WIB

Jokowi Lantik Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Jokowi Lantik Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Foto | Rabu, 27 Januari 2021 | 13:50 WIB

Terkini

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:15 WIB

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 14:13 WIB

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek 5 Syarat Pekerja yang Berhak Menerimanya

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek 5 Syarat Pekerja yang Berhak Menerimanya

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

×