Uni Eropa Kontrol Ekspor Vaksin, Tapi Indonesia Masuk Pengecualian

Siswanto, BBC

Sabtu, 30 Januari 2021 | 13:29 WIB
Uni Eropa Kontrol Ekspor Vaksin, Tapi Indonesia Masuk Pengecualian
BBC

Suara.com - Uni Eropa mengonfirmasi bahwa mereka memberlakukan kontrol ekspor pada vaksin virus corona yang dibuat di wilayahnya. Kontrol ini dibuat di tengah perselisihan tentang kekurangan pengiriman.

Aturan yang disebut sebagai "mekanisme transparansi" itu memberi negara-negara UE kewenangan untuk menolak otorisasi ekspor vaksin jika perusahaan yang membuatnya belum memenuhi kontrak dengan UE.

"Perlindungan dan keamanan masyarakat kami adalah prioritas. Tantangan yang kami hadapi saat ini membuat kami tidak punya pilihan selain bertindak," kata Komisi Eropa.

Aturan kontrol ini akan berdampak pada sekitar 100 negara di seluruh dunia - termasuk Inggris, AS, Kanada, dan Australia - namun banyak negara lainnya, termasuk negara-negara miskin, dikecualikan - salah satunya Indonesia.

Inggris mengungkapkan "kekhawatiran" pada hari Jumat, setelah UE juga menangguhkan persyaratan dalam kesepakatan Brexit yang mengizinkan barang melalui perbatasan Irlandia.

UE berkukuh bahwa aturan kontrolnya adalah skema sementara, bukan larangan ekspor. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) termasuk yang mengkritik langkah tersebut, berkata ini dapat menimbulkan efek domino di seluruh dunia.

https://twitter.com/WHO/status/1355203789951787009

Mengapa ini terjadi?

Kabar ini datang di saat UE sedang berselisih dengan perusahaan AstraZeneca ihwal pasokan vaksin, dan di bawah tekanan tentang distribusi vaksin yang lambat.

Sebelumnya, pada hari Jumat Komisi mengungkap kontrak rahasia dengan AstraZeneca, perusahaan Inggris-Swedia di balik vaksin Oxford, untuk mendukung argumen bahwa perusahaan tersebut telah gagal menepati janji untuk mengirim vaksin ke Uni Eropa.

baca juga

Di bawah aturan baru, perusahaan vaksin harus mendapatkan izin sebelum memasok dosis ke luar UE. Ke-27 negara anggotanya akan dapat memeriksa pengajuan izin ekspor tersebut.

Vaksin yang diproduksi Pfizer di Belgia sedang diekspor ke Inggris; dan UE bersikeras bahwa, berdasarkan kontrak, sebagian vaksin AstraZeneca yang diproduksi di Inggris adalah untuk warga UE.

UE juga berselisih soal suplai dengan Pfizer, yang diperkirakan tidak akan bisa memenuhi volume vaksin yang dijanjikan kepada UE pada akhir Maret. Pfizer berdalih ada ekspansi mendesak yang dilakukan di fasilitasnya di Puurs, Belgia.

Kekurangan pasokan AstraZeneca ke UE diperkirakan sekitar 60% di kuartal pertama 2021.

Setelah kontrol ekspor ini diumumkan, regulator obat UE, EMA, memberi izin pada vaksin AstraZeneca untuk digunakan pada warga berusia di atas 18 tahun.

Siapa saja yang dikecualikan dari kontrol ekspor ini?

UE mengizinkan sekitar 92 pengecualian dari aturan kontrol ekspor, termasuk: donasi vaksin ke Covax, skema global untuk membantu negara-negara miskin; dan ekspor ke Swiss, negara-negara di Balkan barat, Norwegia, dan Afrika Utara. Negara-negara Mediterania lain seperti Lebanon dan Israel juga dikecualikan.

Indonesia, yang telah mengamankan masing-masing 50 juta dosis dari Pfizer dan AstraZeneca, serta 54 juta dosis melalui kerja sama dengan Covax, termasuk dalam pengecualian karena berada di daftar Covax Advance Market Commitment (Covax AMC).

Saat menjelaskan aturan ekspor ini, Komisioner Kesehatan UE Stella Kyriakides mengatakan dalam konferensi pers bahwa mereka akan memastikan semua warga EU mendapat akses ke vaksin, dan semua pihak mematuhi aturan.

"Pendekatan ini dibangun atas dasar kepercayaan, transparansi, dan tanggung jawab," ujarnya.

"Komitmen perlu dipertahankan, dan perjanjian bersifat mengikat. Perjanjian pembelian yang dibuat di awal harus dihormati."

"Hari ini, kami telah mengembangkan sistem yang akan memungkinkan kami untuk mengetahui apakah vaksin sedang diekspor dari UE. Peningkatan dalam transparansi ini juga disertai tanggung jawab bagi UE untuk mengotorisasi ekspor vaksin ini, bersama negara-negara anggota kami."

Analisis: Politik vaksin di UE

Gavin Lee, koresponden BBC News di Eropa

Awal pekan ini UE memberi isyarat bahwa rencana ini akan datang. Aturan ini hanya akan berupa "sistem notifikasi", kata para pejabat. Tak lebih dari suatu cara untuk menunjukkan transparansi.

Rencana itu sekarang berubah menjadi kebijakan kontrol ekspor, sebagian karena Jerman bersikeras bahwa pemerintah UE harus menjadi yang memutuskan apakah perusahaan yang berbasis di UE dapat mengekspor vaksin ke tempat lain.

Para pejabat UE juga mengatakan kepada saya bahwa kebijakan ini sebagian dipicu oleh "alasan samar-samar" yang diberikan AstraZeneca pekan ini. Ketika itu kepala eksekutifnya berkata bahwa masalah produksinya disebabkan oleh "produktivitas yang lebih rendah" di pabrik di Belgia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Kirim 1,5 Juta Dosis Vaksin ke Nigeria Senilai Rp30,3 Miliar

Indonesia Kirim 1,5 Juta Dosis Vaksin ke Nigeria Senilai Rp30,3 Miliar

Bisnis | Selasa, 30 Mei 2023 | 06:21 WIB

Peneliti Inggris Kembangkan Vaksin yang Bisa untuk Semua Jenis Virus Corona, Termasuk Covid-19 dan Flu Biasa

Peneliti Inggris Kembangkan Vaksin yang Bisa untuk Semua Jenis Virus Corona, Termasuk Covid-19 dan Flu Biasa

Health | Kamis, 28 Juli 2022 | 12:30 WIB

4 Fakta Vaksin Booster Kedua, Apakah Sudah Dimulai di Indonesia?

4 Fakta Vaksin Booster Kedua, Apakah Sudah Dimulai di Indonesia?

Health | Sabtu, 23 Juli 2022 | 13:56 WIB

Terkini

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:35 WIB

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:28 WIB

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:25 WIB

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

×