Suara.com - Program Hygiene and Behaviour Change Coaliton atau HBCC meluncurkan situs Tanggap Covid-19 guna memperkuat pesan-pesan edukatif soal penularan virus bagi masyarakat. Situs tersebut juga dibangun lantaran masih minimnya informasi masyarakat di daerah terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.
Manager Program HBCC, Saniya Niska menjelaskan bahwa situs itu telah dikembangkan kurang lebih dua hingga tiga bulan lalu berdasarkan data dan riset. Dari riset yang dilakukan pihaknya di 10 kabupaten/kota di Indonesia, masih ada masyarakat yang belum memahami soal penularan Covid-19.
"Sedikit sekali masyarakat yang patuh terhadap 3M jadi tindakan atau praktik pencegahan Covid-19 di daerah itu masih menjadi tantangan yang cukup besar," kata Saniya dalam acara peluncuran situs Tanggap Covid-19 secara daring, Selasa (2/2/2021).
HBCC sendiri berfokus kepada masyarakat di sekolah, terminal, puskesmas, hingga pasar tradisional. Adapun targetnya ialah murid sekolah, petugas kebersihan, kelompok disabilitas dan kelompok pemuda.
Saniya mengungkapkan kalau kelompok-kelompok tersebut berada dengan resiko tertular Covid-19 yang tinggi namun pesan-pesan informatifnya belum spesifik untuk mereka.
"Sudah hampir 1 tahun pandemi ini tetapi pengetahuan tentang Covid-19 masih belum merata dan menyeluruh," ujarnya.
Selain itu, situs Tanggap Covid-19 juga memberikan pesan dengan target masyarakat luas. Ada fitur interaktif di dalam situs tersebut dengan tujuan mendorong masyarakat bisa mempraktikan pengetahuannya tersebut.
"Jadi bukan hanya sekedar tahu tapi benar-benar mempraktikkan kemudian menyebarluaskan ke lingkungan di sekitarnya," ucapnya.
Lebih lanjut, Saniya mengungkapkan kalau situs Tanggap Covid-19 itu terintegrasi dengan situs pemerintah yang selalu memperbarui data soal penularan virus. Sehingga selain memberikan informask edukatif terkait pencegahan virus, situs Tanggap Covid-19 tersebut juga menampilkan data penyebarannya yang diperbarui secara berkala.
HBCC sendiri merupakan program kemitraan antara pemerintah Kerajaan Inggris dengan Unilever. Progra tersebut dibentuk dengan tujuan untuk memperlambat penyebaran Covid-19 di dunia.
Program HBCC merupakan kampanye global yang dilaksanakan di 37 negara dan Indonesia menjadi salah satunya yang dilaksanakan oleh 21 organisasi non-profit.