"Sudah 13 hari. Terluka tak bisa jalan. Bisa berjalan cuma agak sakit dipakai jalan," begitu kata menantunya.
Lebih lanjut, Juma dan keluarga kekinian hanya bisa pasrah menerima keadaan. Bukan tak mau berobat, fasilitas kesehatan usai gempa juga ikut terdampak. Belum lagi biaya yang harus keluarkan.
Sejumlah relawan memang sudah sesekali nampak di posko pengungsian korban gempa di Desa Botteng Utara. Namun, semua masih fokus salurkan bantuan pangan dan logistik. Sementara pelayanan kesehatan masih terbilang minim.
"Di sini juga ada beberapa orang yang alami luka. Bahkan ada satu orang meninggal anak-anak umur 7 tahun," tutur Udin.
"Harapan saya sih kalau bisa diobatin lah mertua saya biar cepat sembuh. Itu saja sih," tutupnya.