Apa itu Kudeta Militer Seperti Terjadi di Myanmar

Rifan Aditya

Rabu, 03 Februari 2021 | 09:59 WIB
Apa itu Kudeta Militer Seperti Terjadi di Myanmar
Ilustrasi tentara, apa itu kudeta militer (Shutterstock).

Suara.com - Kudeta militer terjadi di Myanmar, kabar ini langsung menghebohkan dunia dan berbagai negara mengecam tindakan tersebut. Sebelum tahu tentang penyebab gejolak politik di Myanmar tersebut. Alangkah lebih baiknya Anda juga paham apa itu kudeta militer.

Apa itu Kudeta Militer

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.kemdikbud.go.id), kudeta adalah perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa. Pada Britanicca, kudeta merupakan penggulingan secara kejam dan tiba – tiba terhadap pemerintah oleh kalangan kelompok kecil.

Secara singkatnya, kudeta adalah pergantian kekuasaan atau pemerintahan yang terjadi secara tiba-tiba. Kudeta jarang mengubah kebijakan sosial dan ekonomi secara fundamental terhadap suatu negara.

Syarat utama terjadinya kudeta adalah memegang kendali atas semua atau sebagian Angkatan bersenjata, polisi, dan militer lainnya.

Maka dari itu, kudeta berbeda dengan revolusi. Proses revolusi dicapai oleh sejumlah massa dalam jumlah besar dengan tujuan perubahan sosial, ekonomi dan politik.

Sementara kudeta jarang mengubah kebijakan sosial dan ekonomi fundamental dalam sebuah negara dan tidak langsung mengembalikan kekuasaan di antara kelompok politik yang bersaing ini.

Kudeta yang pernah dicatat pada era modern paling awal dilakukan oleh Napoleon Bonaparte. Ia menggulingkan pemerintahan Louis XVI karena krisis perekonomian pada masa itu di tahun 1799 silam dan juga Napoleon III membubarkan majelis Republik Kedua Prancis pada tahun 1851.

Jadi, pengertian kudeta militer adalah upaya perebutan kekuasaan pemerintah secara paksa yang dilakukan oleh pihak militer.

baca juga

Kudeta Militer di Myanmar 

Pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi bersama sejumlah tokoh Partai National League of Democracy (NLD) ditahan pada hari Senin (1/2/2021) setelah militer merebut kekuasaan dengan paksa melalui kudeta. Tidak hanya Aung San Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Myint juga turut ditangkap oleh militer Myanmar.

Militer Myanmar melakukan kudeta militer dan seluruh otoritas pemerintahan diberikan kepada komandan tertinggi dan keadaan darurat telah diumumkan.

Kudeta militer Myanmar terjadi karena didasari pada klaim dari pihak militer tentang kecurangan daftar pemilih dalam pemungutan suara yang memenangkan Aung San Suu Kyi. Militer juga mengatakan pemerintah gagal dalam menunda pemilihan karena masih dalam pandemi Covid-19.

Permasalahan kudeta militer berawal dari pemilu November 2020 yang merupakan pemilu kedua setelah keluar dari pemerintahan di bawah militer semenjak tahun 2011 silam. Pihak militer Myanmar menuduh kecurangan yang ada pada pemilu Myanmar November 2020, perolehan NLD jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Demikian penjelasan apa itu kudeta militer seperti yang terjadi di Myanmar. Sekarang kalian sudah paham? Jangan salah pemahamannya dengan revolusi. 

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Konvoi Kudeta Militer, Wanita Myanmar Santuy Senam 'Ampun Bang Jago'

Ada Konvoi Kudeta Militer, Wanita Myanmar Santuy Senam 'Ampun Bang Jago'

Sport | Rabu, 03 Februari 2021 | 09:38 WIB

Kudeta Pemerintah Myanmar Berlanjut, Pihak Militer Copot 24 Menteri

Kudeta Pemerintah Myanmar Berlanjut, Pihak Militer Copot 24 Menteri

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 16:17 WIB

Aung San Suu Kyi Ditangkap, Gedung Putih Kecam Kudeta Militer Myanmar

Aung San Suu Kyi Ditangkap, Gedung Putih Kecam Kudeta Militer Myanmar

Video | Selasa, 02 Februari 2021 | 14:38 WIB

Biden Ancam Berikan Sanksi Terkait Kudeta Militer Myanmar

Biden Ancam Berikan Sanksi Terkait Kudeta Militer Myanmar

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 08:51 WIB

Terkini

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:23 WIB

Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak

Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:48 WIB

Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:20 WIB

Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan

Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:05 WIB

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:00 WIB

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:27 WIB

Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan

Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:19 WIB

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:13 WIB

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:07 WIB

×