Kudeta Pemerintah Myanmar Berlanjut, Pihak Militer Copot 24 Menteri

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 02 Februari 2021 | 16:17 WIB
Kudeta Pemerintah Myanmar Berlanjut, Pihak Militer Copot 24 Menteri
Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. (AFP)

Suara.com - Militer Myanmar pada Senin (1/2) mencopot 24 menteri dan menunjuk 11 penggantinya merebut kekuasaan dalam aksi kudeta.

Menyadur Channel News Asia, Selasa (2/2/2021) pernyataan tersebut diumumkan melalui Myawadday TV yang dikelola oleh pihak militer.

Mereka juga merubah kebijakan bidang keuangan, kesehatan, informasi, urusan luar negeri, pertahanan, perbatasan dan dalam negeri.

Militer mengkudeta pemerintah sipil pada Senin (1/2), menahan Aung San Suu Kyi bersama dengan para pemimpin lain dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Pihak militer mengatakan melakukan penahanan dalam sebuah operasi yang dilakukan pada dini hari sebagai tanggapan atas klaim "kecurangan pemilu" mereka.

Pihak militer menyerahkan kekuasaan kepada panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing dan memberlakukan keadaan darurat selama satu tahun, menurut pernyataan di stasiun TV milik militer.

Meringkas pertemuan pemerintahan baru, militer mengatakan Min Aung Hlaing berjanji untuk mempraktikkan "sistem demokrasi multi-partai yang berkembang dengan disiplin yang tulus".

Min Aung Hlaing juga menjanjikan pemilihan yang bebas dan adil dan penyerahan kekuasaan kepada partai pemenang, katanya, tanpa memberikan keterangan waktu.

Partai Aung San Suu Kyi telah meminta masyarakat untuk melakukan aksi protes atas kudeta yang dilakukan pihak militer.

Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan para pemimpin NLD lainnya "ditahan" pada Senin dini hari, juru bicara NLD Myo Nyunt mengatakan kepada Reuters melalui telepon.

Sebuah video yang diposting di Facebook oleh seorang anggota parlemen tampaknya menunjukkan penangkapan anggota parlemen di daerah Pa Pa Han.

Dalam video tersebut, seorang pria memohon kepada orang yang berpakaian militer. Pria tersebut juga tampak menggendong seorang anak kecil.

Para jenderal mengambil langkah ekstrem beberapa jam sebelum parlemen dijadwalkan duduk untuk pertama kalinya sejak kemenangan NLD dalam pemilihan 8 November, yang dipandang sebagai referendum terhadap pemerintahan demokratis baru Aung Suu Kyi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aung San Suu Kyi Ditangkap, Gedung Putih Kecam Kudeta Militer Myanmar

Aung San Suu Kyi Ditangkap, Gedung Putih Kecam Kudeta Militer Myanmar

Video | Selasa, 02 Februari 2021 | 14:38 WIB

Jenderal Min Aung Hlaing, Prajurit Pendiam Berubah Menakutkan di Myanmar

Jenderal Min Aung Hlaing, Prajurit Pendiam Berubah Menakutkan di Myanmar

Sulsel | Selasa, 02 Februari 2021 | 11:30 WIB

Kudeta Militer Myanmar: Ambil Alih Kekuasaan dan Berlakukan Keadaan Darurat

Kudeta Militer Myanmar: Ambil Alih Kekuasaan dan Berlakukan Keadaan Darurat

Video | Selasa, 02 Februari 2021 | 11:30 WIB

Terkini

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:25 WIB

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:21 WIB

Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup

Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:16 WIB

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:10 WIB

Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil

Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:06 WIB

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:02 WIB

Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!

Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:02 WIB

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:55 WIB

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB