Diterpa Bencana, Walhi: Pemerintah Tidak Serius Atasi Perubahan Iklim

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 03 Februari 2021 | 15:33 WIB
Diterpa Bencana, Walhi: Pemerintah Tidak Serius Atasi Perubahan Iklim
Ilustrasi bencana akibat perubahan iklim --Banjir bandang menerjang Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/1/2021). [SuaraBogor.id/Andi Ahmad Sulaendi]

Suara.com - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI, Nur Hidayati mengatakan kondisi krisis ekologis di Indonesia sangat parah. Namun pemerintah seolah acuh tak acuh dengan kondisi yang ada.

Nur mengatakan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi itu bukan hanya menimbulkan wabah tetapi juga memicu terjadinya berbagai krisis, salah satunya ialah krisis iklim. Selama ini krisis iklim sudah menjadi keprihatinan global termasuk di Indonesia.

"Kalau kita perhatikan tidak ada bekasnya di Indonesia, dalam arti kebijakan-kebijakan pemerintah hingga saat ini masih setengah-setengah, tidak terlalu serius untuk benar-benar mengatasi dampak perubahan iklim," kata Nur dalam acara peluncuran Tinjauan Lingkungan Hidup 2021 secara daring, Rabu (3/2/2021).

Pemerintah Indonesia disebutkan tidak terlalu serius dalam mengatasi dampak perubahan iklim maupun melakukan mitigasi atas resiko bencana yang bisa dipicu oleh krisis iklim.

Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya bencana hidro meteorologis yang terjadi di awal 2021 seperti banjir dan longsor di sejumlah daerah. Nur menyebut kondisi itu memperlihatkan kalau Indonesia tengah berada di dalam lingkaran setan pemburukan krisis.

Itu dikarenakan adanya penghancuran hutan, penggunaan energi fosil seperti batu bara yang memicu perubahan iklim. Dari perubahan iklim itu kemudian memicu perubahan cuaca ekstrim yang menyebabkan curah hujan tinggi.

"Itu kemudian berbalik kepada kita dengan bencana-bencana hidro meteorologis. Jadi sebenarnya dari sisi kriris ekologis kita melihat kondisi Indonesia sudah sangat parah," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pusat Rehabilitasi Diperlukan untuk Recovery Gajah Liar

Pusat Rehabilitasi Diperlukan untuk Recovery Gajah Liar

Sumut | Rabu, 03 Februari 2021 | 06:30 WIB

Tersangka UU ITE Pung Kengkeng Tunjukkan Bukti Kerusakan Sungai Bila Sidrap

Tersangka UU ITE Pung Kengkeng Tunjukkan Bukti Kerusakan Sungai Bila Sidrap

Sulsel | Selasa, 02 Februari 2021 | 17:16 WIB

Kepala BMKG: Cuaca Ekstrem Bukti Perubahan Iklim sedang Terjadi

Kepala BMKG: Cuaca Ekstrem Bukti Perubahan Iklim sedang Terjadi

Tekno | Senin, 01 Februari 2021 | 23:29 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB