alexametrics

Suami Racuni Istri karena Cemburu, Bayi yang Sempat Minum ASI Ikut Tewas

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Suami Racuni Istri karena Cemburu, Bayi yang Sempat Minum ASI Ikut Tewas
Ilustrasi garis polisi tempat kejadian perkara kriminal. (Suara.com/Yasir).

Bayinya minum air susu sang ibu yang sudah terkontaminasi racun.

Suara.com - Seorang pria asal Brazil tak sengaja membunuh bayinya sendiri setelah dibakar api cemburu dan meracuni istrinya yang sedang menyusui.

Menyadur The Sun, Rabu (3/2/2021), pria ini cemburu karena menduga istrinya berselingkuh dengan pria lain. Sayangnya, anak mereka yang berusia 7 bulan turut terseret dalam aksi sang ayah.

Dia diduga meracuni sepotong daging dan memberikannya pada sang istri yang bernama Josieli. Tak disadari, racun itu juga diserap sang bayi yang masih minum ASI.

Saat istrinya sekarat, pria ini berkata akan mengantar mereka ke rumah sakit namun faktanya ia malah membawa istri dan anaknya ke hutan yang terpencil di Rio dos Caedros untuk dikuburkan.

Baca Juga: Terkuak! Aksi Keji Nenek Pembunuh Kucing di Kalideres, Oles Racun ke Lidi

Aksi pria ini terungkap ketika salah satu keluarganya mendapat pesan mencurigakan yang berisi tentang informasi mereka akan pindah rumah.

Ilustrasi ibu menyusui. (pexels)
Ilustrasi ibu menyusui. (pexels)

Ketika dihubungi, nomor yang diduga milik Josieli tak bisa dihubungi dan ia menghilang misterius. Keluarga lantas melaporkannya pada polisi sebagai orang hilang.

Pria berusia 34 tahun itu mengaku membunuh Josieli dan ditangkap polisi seminggu setelah istrinya dan bayinya dilaporkan hilang pada 15 September, kata media setempat.

Mayat Josieli dan bayinya ditemukan di hutan pada 22 September. Menurut polisi, dia tidak bermaksud membunuh bayinya sendiri. Pria ini membantu polisi dan menunjukkan ke tempat istri dan anaknya dikubur.

Menurut Kapolres Diogo Medeiros, adanya celah dalam cerita tersangka membuat ceritanya membingungkan. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Baca Juga: Astaga! Nenek 70 Tahun Racun Suami Lewat Kopi, Begini Kronologinya