Viral Foto Diduga Oknum Petugas Dinsos Tak Layani Warga, tapi Asyik Karaoke

Dany Garjito, Aprilo Ade Wismoyo

Rabu, 10 Februari 2021 | 10:56 WIB
Viral Foto Diduga Oknum Petugas Dinsos Tak Layani Warga, tapi Asyik Karaoke
Viral Foto Diduga Oknum Petugas Dinsos Tak Layani Warga, tapi Asyik Karaoke. (Facebook/Motuba)

Suara.com - Beredar foto diduga oknum petugas Dinas Sosial (Dinsos) asyik berkaraoke di dalam ruangan kantor. Padahal di luar ada warga yang ingin meminta bantuan.

Foto viral diduga oknum petugas Dinsos karaoke tersebut dibagikan oleh pemilik akun Facebook Rifqi Firmansyah di grup Motuba pada Selasa (9/2/2021).

Pada unggahannya di grup Facebook tersebut, Rifqi curhat tentang pelayanan di Dinsos. Dalam keterangannya, ia mengatakan lokasi kejadian ada di Dinsos Pekalongan.

Dikutip dari BeritaHits.id, Rifqi mengaku kecewa dengan pelayanan di Dinsos Pekalongan, karena ketika ada warga yang sedang darurat membutuhkan bantuan petugas dirasa kurang sigap. Bahkan ada oknum diduga petugas yang malah asyik karaokean di dalam ruangan kantor.

Untuk lebih jelasnya, berikut isi kritik ke pelayanan publik Dinsos Pekalongan yang dibagikan ke Grup Facebook Motuba.

Kisah korban banjir yang meminta bansos (Facebook)
Kisah korban banjir yang meminta bansos (Facebook)

Copas mbah OOT

Kapok ke Dinsos Pekalongan.

Hari Minggu malam kami datang ke dinsos dengan pak RT dan pak RW menerjang banjir menggunakan tossa untuk meminta bantuan bagi warga di 4 RT di Krapyak.

Sampai di sana dibilangin bahwa stok habis, trs kami bilang bahwa sepertinya di dalam masih ada sisa 5 karung beras (padahal kita menduga saja)

Tiba-tiba oknum petugas gelagapan dan akhirnya menemui rekannya, lalu rekannya datang dengan alasan yang beda.

Dia minta surat-surat yang sudah kami bawa dan lalu kasih alasan bahwa surat-surat tersebut tidak lengkap karena tidak ada cap dari kelurahan.

Kami nego, gimana kalau misal hari ini juga kami minta cap kelurahan apakah bantuan bisa cair, kurang lebih dia memastikan bisa.

Kemudian kami nego gimana kalau berasnya kami bawa sekalian sama petugas untuk mengambil bersama-sama surat yang dicap kelurahan, beliau bilang tidak bisa, padahal untuk sampai dinsos kami menerjang banjir yang cukup dalam.

Yang lebih bikin kami emosi, yang di dalam banyak oknum yang santai-santai sambil karaoke.

Setelah debat cukup keras akhirnya kami dikasih 25 kilogram untuk 4 RT.

Paginya kami diminta datang dan membawa surat-surat dari kelurahan, harapannya 3 RT yang belum kebagian bisa dapat dan hanya dapat 25 kilogram.

Yowes lah...

Isin jane (malu sebenarnya--Red) ..tapi apakah kudu seperti ini..mohon infonya ya lur..

Komentar pengguna Facebook yang lain

"Nanti disidak dadakan sama pak Ganjar berderai air mata," tulis seorang warganet.

"VIRALin aja....biar ndang dipecat....DINSOS MENSOS isinya sarang PENYAMUN doang," tulis warganet dengan akun Anto J**.

"Woohh malah karaoke, kebangetan," tulis warganet dengan akun Fajar Gu****.

Jokowi Minta Warga Kritik Pemerintah

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat lebih aktif memberi kritik kepada Pemerintah guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Wali Kota Solo itu juga menilai, pelayanan publik di Indonesia menunjukkan banyak perbaikan. Namun, ia ingin perbaikan kian dilakukan secara masif.

Jokowi Mau Rakyat Aktif Kritik, Iwan Sumule: Nanti Dipenjarain, Maunya Apa?

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule angkat bicara mengenai permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar rakyat bisa aktif menyampaikan kritik.

Melalui akun Twitter miliknya @ketumprodem, Iwan mempertanyakan sikap Jokowi tersebut.

Iwan mengutip pemberitaan salah satu media online yang mewartakan Jokowi meminta rakyat aktif menyampaikan kritik dan masukan.

Menurut Iwan, ketika rakyat sudah mulai aktif menyampaikan kritik justru akan dipenjarakan.

Ia juga sempat mengungkit mengenai Jokowi yang rindu didemo. Namun, ketika sudah didemo warga justru pendemo dipukuli oleh aparat.

"Kemarin bilang kangen didemo. Ketika ada yang demo digebukin. Sekarang bilang rakyat harus aktif sampaikan kritik. Tapi, ketika lakukan kritik, dipenjarain," kata Iwan seperti dikutip Suara.com, Senin (8/2/2021).

Iwan memberikan contoh beberapa aktivis ProDEM yang aktif menyuarakan pendapat namun berujung dipenjara.

Mereka adalah Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan yang hingga kini harus meringkuk di balik jeruji sel usai mengkritik pemerintah.

"Aktivis ProDEM, Jumhur Hidayat dan Syahganda dipencra karena lakukan kritik," ungkap Iwan.

Iwan mempertanyakan sikap Jokowi tersebut yang dinilainya tidak konsisten dengan realita yang ada.

"Pak @jokowi maunya apa?" tanya Iwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamendagri Wiyagus: PAKU Integritas Tak Hanya Soal Urusan Hukum, Melainkan Juga Pelayanan Publik

Wamendagri Wiyagus: PAKU Integritas Tak Hanya Soal Urusan Hukum, Melainkan Juga Pelayanan Publik

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:13 WIB

Pertamax dan Pertalite Trending, Publik Keluhkan Antrean Panjang serta Dampak BBM Mahal

Pertamax dan Pertalite Trending, Publik Keluhkan Antrean Panjang serta Dampak BBM Mahal

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:16 WIB

Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir

Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir

Video | Rabu, 10 Juni 2026 | 23:10 WIB

5 Kritik Ferry Latuhihin: Rupiah Anjlok, Curigai Mati Listrik Massal Gegara 'Ekonomi'

5 Kritik Ferry Latuhihin: Rupiah Anjlok, Curigai Mati Listrik Massal Gegara 'Ekonomi'

Tekno | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:53 WIB

Ubah Patah Hati Jadi Motivasi, Intip Makna Lagu Terbaru BoyNextDoor 'Viral'

Ubah Patah Hati Jadi Motivasi, Intip Makna Lagu Terbaru BoyNextDoor 'Viral'

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:48 WIB

Viral Beckham Putra Hampir Ribut dengan Penonton usai Timnas Indonesia vs Mozambik

Viral Beckham Putra Hampir Ribut dengan Penonton usai Timnas Indonesia vs Mozambik

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:42 WIB

Viral Aksi Heroik Nenek Lindungi Cucu Saat Gempa Dahsyat di Filipina

Viral Aksi Heroik Nenek Lindungi Cucu Saat Gempa Dahsyat di Filipina

Entertainment | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:30 WIB

Detik-detik Penumpang Transjakarta Kejang dan Muntah di Bus, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Detik-detik Penumpang Transjakarta Kejang dan Muntah di Bus, Evakuasi Berlangsung Dramatis

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:35 WIB

Perempuan Ini 'Hadiahkan' Suaminya Seorang Santriwati Berusia 19 Tahun Jadi Istri ke-2

Perempuan Ini 'Hadiahkan' Suaminya Seorang Santriwati Berusia 19 Tahun Jadi Istri ke-2

Entertainment | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:55 WIB

Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar

Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:30 WIB

Terkini

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:41 WIB

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36 WIB

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:28 WIB

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:53 WIB

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:52 WIB

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:51 WIB

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:49 WIB