Novel Baswedan Dipolisikan, Rocky Gerung: Jokowi Memetakan Sisa Oposisi

Reza Gunadha, Hernawan

Jum'at, 12 Februari 2021 | 17:05 WIB
Novel Baswedan Dipolisikan, Rocky Gerung: Jokowi Memetakan Sisa Oposisi
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/2).

Suara.com - Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Novel Baswedan baru saja dilaporkan ke Bareskrim Polri karena cuitannya terkait kematian Ustadz Maaher dinilai memicu timbulnya kegaduhan.

Pelaporan oleh Wakil Ketua Umum DPP PPMK Joko Priyoski tersebut mengundang reaksi dari berbagai pihak, termasuk Rocky Gerung yang mengungkit permintaan Jokowi minta dikritik.

Rocky Gerung mempertanyakan proses pelaporan tersebut. Sebab, apabila laporan itu diproses, maka polisi menurutnya mengabaikan presiden.

"Netizen marah karena Novel Baswedan dilaporkan oleh Ormas Pemuda dan Pelajar ke polisi, dianggap memprovokasi dan menyebarkan kebencian terhadap polisi. Terkait kematian Ustadz Maaher. Menjadi sangat menarik kalau polisi memproses ini," kata Hersubeno Arief membuka obrolan dalam video yang dibagikan lewat saluran YouTube Rocky Gerung Official, Jumat (12/2/2021).

"Ya kalau diproses itu artinya polisi justru mengabaikan presiden. Presiden mau ngomong apapun tangkap aja. Terlihat polisi sebagai aparat gak baca headline presiden yaitu silakan kritik kami," timpal Rocky Gerung.

Rocky Gerung soal Novel Baswedan dipolisikan (YouTube/RockyGerungOfficial).
Rocky Gerung soal Novel Baswedan dipolisikan (YouTube/RockyGerungOfficial).

Menyoroti pernyataan Novel Baswedan, kalimat tersebut menurut Rocky Gerung bukan bentuk kritik, hanya sebuah peringatan.

"Itu bukan keributan tapi suara hati. Jadi bagaimana mungkin orang mengeluarkan kejujuran dari hati langsung akan diproses. Kalau begitu proses aja seluruh meme orang yang ngomong Ustaz Maaher," kata Rocky Gerung.

Saking terheran-heran, Rocky Gerung sampai menduga ada sponsor di balik pernyataan Jokowi minta dikritik.

Rocky Gerung menyinggung pemetaan politik yang mungkin saja bisa terjadi. Menurutnya, Jokowi tengah melakukan pemetaan terhadap sisa-sisa oposisi.

baca juga

"Kelihatanya ada sponsor di belakang ucapan presiden yaitu pemetaan politik. Kalau yang kritik Novel Baswedan itu artinya potensi mengganggu maka dilaporkan. Jadi buat apa minta kembang bertumbuh tapi di depannya ada gunting untuk memangkas," tukas Rocky Gerung.

"Saya sebut kemarin paradoks. karena itu saya selalu mencurigai ucapan presiden umpan untuk memetakan sisa-sisa opisisi nah itu yang akan dipangkas," lanjutnya.

Soal paradoks sebagaimana diucapkan Rocky Gerung untuk mengomentari pernyataan Jokowi, hal itu dijelaskannya lebih lanjut.

"Paradoks ini yang akan menuntun kita dalam tahun awal 2021 sampe akhirnya publik ngerti gak mungkin kita percaya pada orang yang jejak digitalnya dari tahun pertama sudah berbohong," tegas Rocky Gerung.

"Jadi persaingan politik ke depan tidak akan lagi dikuasasi partai penguasa atau opossi. Tapi oleh meme semacam ini," tandasnya.

Layar kemudian menampilkan meme soal kekuasaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Main Judi Bola Guling Sekitar Rumah Duka, 3 Orang Ditangkap Polisi

Main Judi Bola Guling Sekitar Rumah Duka, 3 Orang Ditangkap Polisi

Sumut | Jum'at, 12 Februari 2021 | 15:55 WIB

Kesal karena Ditilang, Pemotor Ini Putus Aliran Listrik Lampu Merah

Kesal karena Ditilang, Pemotor Ini Putus Aliran Listrik Lampu Merah

Otomotif | Jum'at, 12 Februari 2021 | 15:07 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Ustadz Maaher Meninggal karena Disuntik Paksa?

CEK FAKTA: Benarkah Ustadz Maaher Meninggal karena Disuntik Paksa?

News | Jum'at, 12 Februari 2021 | 13:55 WIB

Terkini

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:31 WIB

×