Pemuda Pembuat Mobil Hiper Listrik Rp34 Miliar, Mulai Usaha dari Garasi

Siswanto, BBC

Kamis, 18 Februari 2021 | 11:32 WIB
Pemuda Pembuat Mobil Hiper Listrik Rp34 Miliar, Mulai Usaha dari Garasi
BBC

Suara.com - Mate Rimac memiliki perusahaan mobil listrik dengan mesin yang dapat dikatakan salah satu yang tercanggih di dunia, namun awal mula usahanya cukup sulit.

Dengan menggunakan suku cadang dari truk pengangkat barang, ia mengubah mobil BMW tua yang dijuluki Green Monster (atau monster hijau) untuk menguji teknologi elektronik yang ia kembangkan.

BMW yang sudah dikembangkan ini kemudian diikutkan dalam berbagai lomba dan menang dalam menghadapi mobil-mobil yang menggunakan mesin dengan teknologi lama. Mobil ini sempat menjadi kendaraan listrik tercepat di dunia.

Dua tahun kemudian pada 2009, ia membuat perusahaan sendiri.

"Saya ingin membuat mobil, itulah yang saya ingin capai," katanya.

Dilihat dari penampillannya, Rimac tidak terlihat seperti eksekutif industri mobil pada umumnya.

Berjanggut, berbaju rapi, pria berusia 33 tahun ini lebih banyak dikira orang sebagai salah satu anak muda yang bergerak dalam industri start-up di Silicon Valley.

Belakangan ini, ia sering dibandingkan dengan Elon Musk, produsen Tesla.

Mulai bekerja dari garasi sendiri sampai menciptakan mobil baru

Namun ia menolak tawaran di California dan memilih tanah kelahirannya Kroasia.

baca juga

Perusahaannya Rimac Automobili bermarkas di Sveta Nedelja, kota kecil di luar ibu kota Zagreb.

Namun teknologi yang dikembangkan di sana berkembang pesat dan dipiih oleh banyak perusahaan yang sudah maju.

Rimac Automobili dikenal karena mengembangkan mobil listrik hiper yang ultra eksklusif.

Mobil yang dinamakan The Concept One, pertama diluncurkan pada 2011 dengan kecepatan tinggi sampai 354 kilometer per jam.

Hanya delapan yang dibuat sejauh ini, dan pernah ada satu yang rusak berat saat presenter TV Richard Hammond yang mengendarai mobil itu, tergelincir dalam lomba di Swiss.

Mobil yang berikutnya diproduksi adalah C_Two, yang bahkan lebih cepat lagi dengan kecepatan maksimum 415 kilometer per jam, dan dengan akselerasi dari 0-97 km/jam dalam waktu 1,85 detik.

Mobil ini akan dijual tahun ini dengan harga €2 juta, atau sekitar Rp34 miliar.

Bila dibandingkan dengan performa mobil-mobil lain, kendaraan ini bisa dikatakan luar biasa. Namun mobil ini hanyalah satu dari bagian bisnis yang dikembangkan Rimac.

Perusahaan yang ia bentuk saat ini semakin dicari sebagai pemasok teknologi ke perusahaan-perusahaan lain, yang ingin membangun mobil listrik dengan performa tinggi.

"(Dulu) kami tak punya orang yang mau menamamkan modal, jadi kami harus menghasilkan dari hari pertama," katanya.

"Itulah saat kami menyadari bahwa orang tak mau investasi dalam perusahaan kecil hypercar kami, yang mereka mau yang bisnis besar."

Dengan memasok teknologi dan keahlian ke perusahaan lain, kata Rimac, ia dapat menarik sumber dana.

Satu hal yang sama yang dimiliki Mate Rimac dan pengsuaha Silicon Valley lain adalah ia mulai bekerja dari garasinya sendiri.

Namun, ia langsung membuat mobil listrik sendiri, Green Monster dan tidak mengembangkan situs terlebih dahulu.

Tahapan berikutnya adalah merancang mobil baru. Namun membangun bisnis kendaraan di Kroasia merupakan tantangan berat.

Tak mungkin memproduksi mobil di Kroasia

"Saya tak bisa merekrut orang yang berpengalaman di bidang otomotif," kenangnya. "Saya kuliah di Universitas Zagreb dan mengatakan kepada teman-teman bahwa saya ingin membuat mobil."

"Mereka mengatakan tak mungkin membuat mobil di Kroasia dan mereka justru meminta saya segera menghentikan keinginan saya itu."

Dari sisi pendanaan, ia juga mengalami kesulitan, sekalipun punya jaringan di Silicon Valley.

"Mereka sama sekali tak tertarik. Itu delapan tahun lalu, saat mobil listrik tak banyak yang membicarakan. Mereka banyak menanam modal di bidang media sosial, dan sama sekali tidak menyentuh mobil listrik."

"Dewasa ini, sama sekali berbalik. Semua menanamkan dana besar untuk mobil listrik, berdasarkan keberhasilan Tesla," tambahnya.

Pada akhirnya ia mendapatkan sponsor besar. Pada awal 2018, produsen mobil sport, Porche membeli 10% saham dan kemudian meningkatkannya menjadi 15,5%.

Langkah ini dilakukan saat perusahaan induk Porsche, Volkswagen Group, mulai investasi miliaran euro untuk teknologi mobil listrik.

Namun Porsche, yang mengembangkan mobil sport listrik sendiri, bekerja sama dengan keahlian khusus Rimac terkait rancangan sistem performa tinggi.

"Ia mulai mengembangkan kendaraan listrik jauh sebelum kami," kata wakil direktur keuangan Porche, Lutz Meschke.

"Investasi kami terbukti tepat. Nilai perusahaan itu naik berlipat-lipat sejak kami bergabung. Perusahaan itu juga telah berkembang pesat dalam teknologinya," tambahnya.

Dua perusahaan mobil lain juga bergabung. Pada Mei 2019, pabrik Korea, Hyundai serta Kia, sepakat untuk melakukan investasi sebesar €80 juta.

Melalui kerjasama ini, perusahaan Korea itu mengembangkan mobil listrik baru bersama Rimac.

Menurut analis independen bidang otomotif Matthias Schmidt, langkah banyak negara dalam mengurangi mobil-mobil bensin dan solar, semakin meningkatkan peluang perusahaan Kroasia ini.

"Perusahaan-perusahaan mobil dipaksa untuk mengembangkan mobil listrik," kata Schmidt.

"Perusahaan besar seperti Volkswagen dan Stellantis dapat melakukannya. Namun perusahaan menengah tidak memiliki dana untuk melakukannya sendiri. Jadi mereka punya pilihan untuk membeli teknologi dari perusahaan lain," tambahnya.

Sementara itu, David Bailey, profesor dalam bidang strategi industri dari Universitas Birmingham, Inggris, mengatakan bisnis mobil tetap dapat menghasilkan uang.

"Perusahaan Mate Rimac tiba-tiba muncul dan produk mereka sangat menarik, dan mereka mengembangkan merek terkait mobil-mobil hiper."

Dalam kategori performa atau kecepatan, sport car atau mobil sport berada pada kelas paling bawah sebelum supercar dan hypercar.

Ia mengatakan merek-merek yang dapat dijual terkait mobil super listrik, dapat terjual ratusan ribu dolar dan bukan jutaan dolar.

"Teknologi berkembang sangat cepat. Saya rasa Rimac sangat berperan dalam bidang ini."

"Saya rasa, bisnis ini cukup menguntungkan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×