alexametrics

Jokowi Sebut Indonesia Jadi Negara Paling Beruntung Soal Vaksin Covid-19

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari
Jokowi Sebut Indonesia Jadi Negara Paling Beruntung Soal Vaksin Covid-19
Presiden Joko Widodo (tengah) bersiap disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). [ANTARA FOTO/HO/Setpres-Agus Suparto]

"Diplomasi vaksin kita sudah berjalan sejak awal pandemi."

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia menjadi salah satu negara yang beruntung perihal vaksin covid-19. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic, Selasa (23/2/2021).

Jokowi menjelaskan bahwa sejak dari awal pandemi Covid-19, pemerintah telah bergerak mengamankan akses dan komitmen pasokan vaksin ketersediaan di tanah air. Dengan langkah itu membuat Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memulai program vaksinasi lebih awal.

"Diplomasi vaksin kita sudah berjalan sejak awal pandemi. Hasilnya, Indonesia adalah termasuk negara pertama di Asia tenggara yang telah memulai vaksinasi sejak Januari 2021," kata Jokowi dalam video sambutannya yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.

Kepala Negara kemudian berharap proses vaksinasi terus bisa berjalan dan memenuhi targetnya pada akhir tahun 2021. Meski mengakui berat, namun pihaknya meyakini akan berusaha untuk mencapai target.

Baca Juga: Nyamar Jadi Nenek-nenek Demi Dapat Vaksin Covid-19, Malah Disamperin Polisi

Selain soal vaksin nasional, pemerintah juga bergerak di tataran multilateral atau berkontribusi melalui institusi-institusi internasional.

Indonesia diketahui menjadi salah satu ketua dari kerjasama multilateral pengadaan vaksin Covid, COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (COVAX-AMC EG) melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi.

"Sudah menjadi tekad Indonesia untuk mengamankan akses vaksin bagi kebutuhan nasional. Namun, selalu berupaya berkontribusi bagi negara-negara lain, bagi dunia," tuturnya.

"Oleh karena itu pentingnya kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara terus saya bawakan sampai di tingkat PBB," tambahnya.

Baca Juga: Istiqlal jadi Lokasi Vaksinasi Tokoh Lintas Agama, Ini Alasan Menkes Budi

Komentar