alexametrics

Paus Fransiskus Kunjungi Kota Kelahiran Nabi Ibrahim di Irak

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Paus Fransiskus Kunjungi Kota Kelahiran Nabi Ibrahim di Irak
Dalam Adorasi Salib Suci hanya Paus Fransiskus yang diperkenankan untuk memuliakan Salib, misa Jumat Agung 2020 [Vatican News].

Paus akan melakukan kebaktian tersebut saat kunjungannya ke Irak minggu depan.

Suara.com - Paus Fransiskus akan mengadakan kebaktian antaragama di situs Mesopotamia Kota Ur, kota yang menjadi tempat kelahiran Nabi Ibrahim, ketika ia mengunjungi Irak, pekan depan.

Menyadur Al Arabiya, Selasa (22/2/2021) situs tersebut populer di kalangan turis dari negara Barat pada 1970-an dan 1980-an.

Situs di kota Ur tersebut jarang dikunjungi setelah perang puluhan tahun dan ketidakstabilan politik menghancurkan industri pariwisata internasional Irak.

Terletak sekitar 300 km di selatan ibu kota Baghdad, situs tersebut terdiri dari Ziggurat bergaya piramida dan kompleks perumahan yang berdekatan serta kuil dan istana.

Baca Juga: Muncul di TV, Putri Saddam Hussein Bawa Kontroversi

Situs tersebut digali sekitar 100 tahun yang lalu oleh Leonard Woolley, seorang arkeolog Inggris yang menemukan harta karun di makam Tutankhamen di Mesir.

Namun, sedikit perubahan telah dilakukan di salah satu kota tertua di dunia, tempat permukiman perkotaan, menulis, dan pusat kekuasaan negara dimulai tersebut.

Menurut direktur Badan Purbakala dan Warisan Negara Kota Ur, Ali Kadhim Ghanim, kompleks di sebelah Ziggurat berasal dari sekitar tahun 1900 SM.

Nabi Ibrahim dijelaskan dalam Alkitab tinggal di kota tersebut sebelum mendapatkan wahyu dari Tuhan untuk menciptakan bangsa baru di tanah yang kemudian dia pelajari adalah Kanaan.

"Inilah mengapa diyakini bahwa bangunan atau rumah ini adalah rumah Nabi Ibrahim," kata Ghanim sambil menunjuk ke kompleks pemukiman tersebut.

Baca Juga: Negosiasi dengan Klub Irak, Alexandre Pato Minta Syarat Tak Masuk Akal

Menurut Ghanim, permukiman tersebut dipulihkan pada tahun 1999, setelah pendahulu Paus Francis, Paus Yohanes Paulus II, mengumumkan perjalanan ke Irak. Tetapi kunjungannya dibatalkan ketika negosiasi dengan pemerintah pemimpin Irak Saddam Hussein gagal.

Kali ini, Ghanim berharap kunjungan Paus Fransiskus akan menarik perhatian internasional ke situs tersebut, yang menurutnya sangat dibutuhkan untuk mendanai pekerjaan restorasi di istana dan kuilnya.

"Bukan hanya pariwisata, tapi kami yakin akan ada musim haji umat Kristiani," kata Ghanim.

Uskup Agung Basra Habib al-Naufaly menekankan pentingnya simbolis kunjungan paus pada 5-8 Maret karena Irak masih dalam pemulihan dari perang melawan ISIS yang menghancurkan sejumlah situs warisan Kristen.

Pertemuan tersebut akan dihadiri oleh umat Kristen, Muslim, Mandaean-Sabaean, Yazidi dan agama minoritas lainnya yang ada di Irak.

Fokusnya adalah pada kerukunan antar kelompok agama dalam sebuah layanan yang dinamai Vatikan sebagai "Doa untuk putra dan putri Nabi Ibrahim".

Komentar