Laporan Kerumunan Jokowi Ditolak, Haikal Hassan: Bebaskan HRS, Baru Fair!

Rendy Adrikni Sadikin, Dwi Atika Nurjanah

Sabtu, 27 Februari 2021 | 19:36 WIB
Laporan Kerumunan Jokowi Ditolak, Haikal Hassan: Bebaskan HRS, Baru Fair!
Haikal Hassan. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Pendakwah Haikal Hassan Baras memberikan komentarnya soal laporan kerumunan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ketika berkunjung ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu, yang ditolak pihak kepolisian.

Haikal Hassan berpendapat jika Jokowi tidak bisa dijerat oleh hukum atas kasus kerumunannya itu, apa bedanya dengan Habib Rizieq Shihab (HRS).

Melalui akun Twitter pribadinya Haikal Hassan meminta untuk membebaskan Habib Rizieq Shihab.

"Kalau saudari Jokowi tak bisa dijerat hukum dengan kasus kerumunan yang karena spontan kerinduan itu. Maka bebaskan Habib MRS," ujar @haikal_hassan seperti dikutip Suara.com pada Sabtu (27/2/2021).

"Itu baru fair," pungkasnya.

Menurut Haikal Hassan tanpa adanya pembebasan HRS, tidak ada lagi sebutan Indonesia sebagai negara hukum.

"Tanpa itu, jangan harap ada lagi sebutan Indonesia negara hukum," tandasnya.

Tampak Haikal Hassan melanjutkan cuitan sebelumnya yang berisi sebuah video ketika Jokowi berkunjung ke NTT hingga menciptakan kerumunan masyarakat.

Selain itu, Haikal Hassan turut menyematkan tulisan bernada sindiran.

baca juga

"Saya bukan bela presiden. Tapi ini BUKAN kerumunan. Ini spontan dan tiba-tiba. Tiba-tiba orang pada datang. Tiba-tiba mobilnya terbuka. Tiba-tiba presiden nongol. Tiba-tiba ada hadiah di mobil. Tiba-tiba lempar hadiah. Semua terjadi spontan. Ini karena rinduuuuuuuu," tulisnya.

Laporan Kerumunan Jokowi Ditolak, Haikal Hassan: Bebaskan HRS, Baru Fair! (twitter.com/haikal_hassan)
Laporan Kerumunan Jokowi Ditolak, Haikal Hassan: Bebaskan HRS, Baru Fair! (twitter.com/haikal_hassan)

Lagi, Bareskrim Tolak Laporan Warga Kasus Kerumunan Jokowi di NTT

Bareskrim Polri menolak laporan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) terkait adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat. PP GPI diminta untuk membuat laporan secara resmi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Bidang Hukum dan HAM PP GPI Fery Dermawan.

Fery menyebut barang bukti yang telah mereka bawa pun tidak diterima alias dikembalikan oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri.

"Intinya tadi kami sudah masuk ke dalam ini laporan masuk tapi tidak ada ketegasan di situ. Jadi intinya bukti kita dikembalikan, hanya ada pernyataan bahwasannya ini untuk diajukan secara resmi kembali," kata Fery di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/2/2021).

Menurut Fery, petugas SPKT tidak secara tegas menyatakan menolak laporan yang hendak pihaknya layangkan. Namun, dia memastikan bahwa mereka tidak menerima surat tanda terima berupa Nomor Laporan Polisi (LP) dari petugas SPKT Bareskrim Polri.

"Ini tidak ada nomor LP. Saya tidak berani menyatakan ini ditolak karena disaat saya meminta ketegasan apakah ini ditolak? Tidak ada jawaban ini ditolak. Intinya silakan bikin laporan secara resmi, itu jawaban yang kami terima. Jelas kami tidak puas dengan jawaban ini," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerumunan Saat Kunjungan Jokowi Tak Bisa Dibandingkan Kasus Habib Rizieq

Kerumunan Saat Kunjungan Jokowi Tak Bisa Dibandingkan Kasus Habib Rizieq

News | Sabtu, 27 Februari 2021 | 19:10 WIB

Tolak Dua Laporan Soal Kerumunan Jokowi, Mabes Polri: Tidak Ada Pelanggaran

Tolak Dua Laporan Soal Kerumunan Jokowi, Mabes Polri: Tidak Ada Pelanggaran

News | Sabtu, 27 Februari 2021 | 19:05 WIB

Twitter Beberkan soal Fitur Super Follow, Ini Manfaatnya

Twitter Beberkan soal Fitur Super Follow, Ini Manfaatnya

Sumut | Sabtu, 27 Februari 2021 | 17:06 WIB

KPK OTT Nurdin Abdullah, Denny Siregar: Cuman Ikan Teri, Kapan Balik Modal?

KPK OTT Nurdin Abdullah, Denny Siregar: Cuman Ikan Teri, Kapan Balik Modal?

News | Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:35 WIB

Yahya Waloni Saran ke Jokowi: Semua Lepas Masker, Jangan Percaya Covid

Yahya Waloni Saran ke Jokowi: Semua Lepas Masker, Jangan Percaya Covid

Riau | Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:38 WIB

Profil Bobby Nasution, Menantu Presiden Jokowi yang Jadi Wali Kota Medan

Profil Bobby Nasution, Menantu Presiden Jokowi yang Jadi Wali Kota Medan

News | Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:13 WIB

Terkini

Siap Tutup Majelis Dzikirnya, MUI Bekasi Bakal Bina Abah Setu: Jangan Benci Orangnya

Siap Tutup Majelis Dzikirnya, MUI Bekasi Bakal Bina Abah Setu: Jangan Benci Orangnya

News | Jum'at, 11 September 2026 | 11:09 WIB

Wajan Stainless Steel yang Bagus Merk Apa? Ini Tips Memilih dan Rekomendasinya

Wajan Stainless Steel yang Bagus Merk Apa? Ini Tips Memilih dan Rekomendasinya

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:08 WIB

New Balance 530 Sepatu Lari atau Fashion? Ini Penjelasannya

New Balance 530 Sepatu Lari atau Fashion? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:06 WIB

Cetak 6 Gol 1 Pertandingan, Thierry Henry Bongkar Kengerian PSG yang Bikin Lawan Tak Berkutik

Cetak 6 Gol 1 Pertandingan, Thierry Henry Bongkar Kengerian PSG yang Bikin Lawan Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 11:05 WIB

Sarapan Sebaiknya Makanan Manis atau Gurih? Ini Pilihan yang Lebih Baik

Sarapan Sebaiknya Makanan Manis atau Gurih? Ini Pilihan yang Lebih Baik

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:04 WIB

Pasar Mobil Bensin China Merosot 40 Persen pada Agustus 2026

Pasar Mobil Bensin China Merosot 40 Persen pada Agustus 2026

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 11:01 WIB

Erupsi Anak Krakatau Berdampak Terhadap Konektivitas dan Distribusi di Aceh

Erupsi Anak Krakatau Berdampak Terhadap Konektivitas dan Distribusi di Aceh

Sumut | Jum'at, 11 September 2026 | 11:00 WIB

Sekolah Ditutup karena Kabut Asap, Pekerja Malaysia Protes: Kami Bernapas Pakai Insang?

Sekolah Ditutup karena Kabut Asap, Pekerja Malaysia Protes: Kami Bernapas Pakai Insang?

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:55 WIB

Tragedi Serangan 9/11 WTC Jadi Sajian Teori Konspirasi di Kalangan Gen Z, Bagaimana Bisa?

Tragedi Serangan 9/11 WTC Jadi Sajian Teori Konspirasi di Kalangan Gen Z, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:52 WIB

4 Airy Sunscreen Lokal yang Ringan seperti Udara untuk Kulit Gampang Berkeringat

4 Airy Sunscreen Lokal yang Ringan seperti Udara untuk Kulit Gampang Berkeringat

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 10:51 WIB

×