Luhut Sebut Bencana Alam Berpotensi Hilangkan PDB 0,10 Persen

Erick Tanjung

Kamis, 04 Maret 2021 | 12:08 WIB
Luhut Sebut Bencana Alam Berpotensi Hilangkan PDB 0,10 Persen
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Humas Kemenko Marves)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menkomarves, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan presentase potensi kehilangan Produk Domestik Bruto/PDB akibat dampak bencana sebesar 0,10 persen pada 2024.

Perhitungan tersebut merupakan indikator peningkatan ketahanan bencana dan iklim yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024.

Oleh karena itu Menko Luhut pun meminta daerah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami yang tidak bisa diprediksi.

"Saya mohon teman-teman gubernur, bupati, walikota dan semua sampai ke bawah, tolong perhatikan ini, target-target yang sudah disusun ini. Ini penting," kata Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2021 di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Selain potensi kehilangan PDB, dalam Perpres 18/2019 juga ada target kecepatan penyampaian informasi peringatan dini bencana kepada masyarakat dari 5 menit pada 2019 menjadi 3 menit pada 2024.

Dengan target tersebut Menko Luhut juga meminta daerah untuk mempersiapkan diri atas potensi bencana di wilayah masing-masing.

"Mungkin di daerah masing-masing perlu melakukan gladi sendiri-sendiri untuk supaya semua orang tahu apa yang harus dilakukan manakala terjadi apa. Eloknya mungkin tiap tahun," ujarnya.

Luhut mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menganggap remeh kewaspadaan terhadap bencana dan iklim. Ia juga mengatakan pembangunan infrastruktur pun akan sia-sia jika tidak ada persiapan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

"Jangan, sekali lagi saya sampaikan, jangan anggap enteng ini. Jangan dipikir bangun jalan tol, Sovereign Wealth Fund (SWF) saja yang penting. Itu semua enggak ada apa-apanya. Bayangkan kalau terjadi megathrust di tempat kita berturut-turut. Semua orang kaget. Kita akan set back (mundur ke belakang)," tuturnya.

baca juga

Luhut juga mengingatkan pentingnya bekerja secara terintegrasi bersama pemangku kepentingan lain.

"Kata terintegrasi ini saya mohon jangan pernah ditinggalkan. Kita harus holistik menyelesaikan semua masalah ini," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuaca Kota Serang Terkini, Hujan Diperkirakan Turun Siang Hari

Cuaca Kota Serang Terkini, Hujan Diperkirakan Turun Siang Hari

Banten | Kamis, 04 Maret 2021 | 06:15 WIB

Kepala BNPB Sebut Indonesia Merugi Rp 22,8 Triliun Akibat Bencana Alam

Kepala BNPB Sebut Indonesia Merugi Rp 22,8 Triliun Akibat Bencana Alam

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 15:54 WIB

Jokowi: Jangan Sibuk Buat Aturan, Pelaksanaan di Lapangan yang Dilihat

Jokowi: Jangan Sibuk Buat Aturan, Pelaksanaan di Lapangan yang Dilihat

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB

Terkini

AI Mulai Ubah Cara Perusahaan Rekrut Karyawan

AI Mulai Ubah Cara Perusahaan Rekrut Karyawan

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:00 WIB

42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah

42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah

Jogja | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:57 WIB

Xiaomi Pad 9 Series Siap Guncang Pasar: Bocoran Snapdragon 8 Gen 5 dan Layar 3,2K Terungkap!

Xiaomi Pad 9 Series Siap Guncang Pasar: Bocoran Snapdragon 8 Gen 5 dan Layar 3,2K Terungkap!

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:56 WIB

5 HP Midrange Memori Besar Harga 3 Sampai 5 Jutaan Terbaik

5 HP Midrange Memori Besar Harga 3 Sampai 5 Jutaan Terbaik

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:55 WIB

MUI: Pria Berbusana Wanita Saat Karnaval Agustusan Haram

MUI: Pria Berbusana Wanita Saat Karnaval Agustusan Haram

Sumut | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya

Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Konser Maroon 5: Momen yang Harus Dinikmati, Jangan Cuma Direkam!

Konser Maroon 5: Momen yang Harus Dinikmati, Jangan Cuma Direkam!

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Evolusi Desain 7 Generasi, Samsung Galaxy Z Fold8 Hadir dengan Titanium dan Galaxy AI

Evolusi Desain 7 Generasi, Samsung Galaxy Z Fold8 Hadir dengan Titanium dan Galaxy AI

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Pilihan Mobil Hybrid Keluarga Ramah Kantong di GIIAS 2026

Pilihan Mobil Hybrid Keluarga Ramah Kantong di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat

Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:30 WIB

×