Veteran Inggris Kena Gerebek di Afghanistan, Ditemukan 700 Botol Miras

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Sabtu, 06 Maret 2021 | 15:13 WIB
Veteran Inggris Kena Gerebek di Afghanistan, Ditemukan 700 Botol Miras
Ilustrasi botol bir. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang mantan tentara Inggris terancam hukuman 20 tahun penjara di Afghanistan setelah diduga tertangkap menimbun minuman keras ilegal senilai hampir Rp 1 miliar.

Menyadur The Sun, Sabtu (6/3/2021) Ian Cameron ditangkap ketika polisi anti narkotika menggerebek vilanya di Kabul pada Rabu (3/3).

Pria berusia 55 tahun tersebut dilapokran pernah mengabdi selama 24 tahun di Polisi Militer Kerajaan Inggris.

Polisi mengatakan mereka menyita 730 botol minuman keras, 1.160 botol bir, dan puluhan karton anggur dalam kotak dan sampanye yang dilarang di bawah kode ketat Islam Afghanistan.

Menurut keterangan pihak berwenang, ribuan minuman keras tersebut bernilai sekitar 50.000 poundsterling atau sekitar Rp 996 juta.

Petugas mengklaim mantan anggota Baret Merah dari Liphook tersebut menjalankan bisnis miras ilegal dan menjadi pemasok utama di Kota Kabul.

Sebuah sumber mengatakan jika Cameron mendapatkan julukan "tukang susu" dari para pelanggan yang membeli miras darinya.

Polisi juga menyita uang tunai dalam mata uang dolar dan lokal senilai Rp 199 juta dan sebuah mobil Toyota Land Cruiser lapis baja, yang mereka klaim digunakan untuk melakukan pengiriman.

"Dia memasok semua orang. Menteri, anggota parlemen, polisi," kata seorang anggota parlemen yang juga pelanggan pria tersebut.

"Polisi harus fokus pada terorisme dan mencegah pelaku bom bunuh diri. Mengapa mereka membuang-buang waktu untuk seorang pengusaha ketika Taliban berada di gerbang kota." sambungnya.

Sumber tersebut juga mengklaim dia menjalankan bisnis grosir yang memasok toko-toko Afghanistan yang menjual alkohol di bawah meja.

"Tidak ada alkohol di mana pun di kota ini," kata seorang penduduk kepada The Sun.

"Sejak penangkapannya bahkan toko-toko kecil pun kosong. Kami sudah memiliki cukup banyak masalah. Kami juga tidak membutuhkan ini." sambungnya.

Cameron keluar dari militer Inggris pada tahun 2005 dan bekerja di keamanan pribadi. Dia saat ini ditahan di fasilitas penahanan khusus kontra narkotika Afghanistan.

Penangkapannya terjadi di tengah gelombang pembunuhan terarah yang mengancam akan menggagalkan perundingan damai antara AS dan Taliban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ranjau Meledak saat Pelatihan di Sebuah Masjid, 30 Militan Taliban Tewas

Ranjau Meledak saat Pelatihan di Sebuah Masjid, 30 Militan Taliban Tewas

News | Senin, 15 Februari 2021 | 10:52 WIB

Pelabuhan di Perbatasan Afghanistan-Iran Kebakaran, 100 Kapal Tanker Ludes

Pelabuhan di Perbatasan Afghanistan-Iran Kebakaran, 100 Kapal Tanker Ludes

News | Minggu, 14 Februari 2021 | 19:09 WIB

Saba Sahar, Perempuan yang Selamat dari Pembunuhan Berencana di Afghanistan

Saba Sahar, Perempuan yang Selamat dari Pembunuhan Berencana di Afghanistan

Video | Minggu, 07 Februari 2021 | 10:05 WIB

Terkini

Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki

Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:02 WIB

KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu

KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:56 WIB

8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan

8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:48 WIB

DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'

DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:45 WIB

Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar

Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:42 WIB

Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah

Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:37 WIB

Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk

Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:34 WIB

Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 19:56 WIB

Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless

Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless

News | Jum'at, 17 April 2026 | 19:49 WIB

Ustaz Solmed Laporkan Lebih dari 10 Akun Medsos atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Ustaz Solmed Laporkan Lebih dari 10 Akun Medsos atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 19:45 WIB