Mahfud MD: Kalau Pemerintah Larang KLB Demokrat Nanti Dinilai Intervensi

Reza Gunadha | Suara.com

Sabtu, 06 Maret 2021 | 16:04 WIB
Mahfud MD: Kalau Pemerintah Larang KLB Demokrat Nanti Dinilai Intervensi
Menkopolhukam Mahfud MD. (Youtube)

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan, pemerintah tak akan ikut campur terkait Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sebab, menurut Mahfud, KLB Demokrat yang mengesahkan Kepala Staf Presiden Moeldoko sebagai Ketua Umum PD tersebut, adalah urusan internal partai berlambang Mercy sendiri.

Mahfud mengakui, pemerintah tak melarang KLB Demokrat sehingga konsekuensinya dinilai "cuci tangan".

Sebaliknya, kata Mahfud, kalau pemerintah melarang KLB Demokrat digelar, maka akan dinilai intervensi, memecah belah partai. 

Terlepas dari beragam penilaian itu, Mahfud mengungkapkan, pemerintah baru akan cawe-cawe kalau KLB Partai Demokrat tersebut sudah menjadi masalah hukum.

"KLB PD baru akan menjadi masalah hukum bila hasil KLB itu didaftarkan ke Kemenkumham RI," kata Mahfud MD melalui akun Twitter pribadinya, Sabtu (6/3/2021).

Jika hasil KLB didaftarkan ke Kemenkumham, pemerintah baru berintdak meneliti sah atau tidaknya acara itu berdasarkan hukum. 

"Saat itulah pemerintah akan meneliti keabsahannya berdasarkan UU dan AD/ART parpol. Keputusan pemerintah bisa digugat ke pengadilan. Jadi pengadilanlah yang memutuskan. Sekarang tidak/belum ada masalah hukum di PD," kata Mahfud.
 
Karena itulah, pihak-pihak yang meminta pemerintah turun tangan untuk mengatasi masalah dualisme kepemimpinan Partai Demokrat kekinian, tidak bisa direspons.

"Bagi pemerintah, sekarang ini, peristiwa Deli Serdang merupakan masalah internal PD. Bukan (minimal belum) menjadi masalah hukum. Sebab belum ada laporan atau permintaan legalitas hukum baru kepada pemerintah dari Partai Demokrat. Pemerintah sekarang hanya menangani sudut keamanan, bukan legalitas partai," tutur Mahfud menjelaskan.
 
Dalam kesempatan itu, Mahfud menegaskan pemerintah tidak pernah melarang KLB atau Munaslub karena menghormati independensi partai.
 
"Jadi, sejak era Bu Mega, Pak SBY hingga Pak Jokowi, pemerintah tidak pernah melarang KLB atau Munaslub yang dianggap sempalan karena menghormati independensi parpol. Risikonya, pemerintah dituding cuci tangan. Tapi, kalau melarang atau mendorong bisa dituding intervensi, memecah belah, dan lainnya," papar Mahfud.
 
Sebelumnya, KLB PD versi Sumut memenangkan Kepala KSP Moeldoko sebagai Ketum PD.

Partai Demokrat pun menyurati Menko Polhukam Mahfud MD, Menkumham Yasonna Laoly, hingga Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar menghentikan KLB di Sumut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tetapkan Moeldoko Jadi Ketum, KLB Demokrat Jadi Masalah Jika Didaftarkan

Tetapkan Moeldoko Jadi Ketum, KLB Demokrat Jadi Masalah Jika Didaftarkan

News | Sabtu, 06 Maret 2021 | 15:52 WIB

Jika Tak Mundur dari Istana, Kesannya Moeldoko Sembunyi di Ketiak Presiden

Jika Tak Mundur dari Istana, Kesannya Moeldoko Sembunyi di Ketiak Presiden

News | Sabtu, 06 Maret 2021 | 15:47 WIB

Andi Mallarangeng Duga Jokowi Biarkan Moeldoko Rebut Demokrat dari AHY

Andi Mallarangeng Duga Jokowi Biarkan Moeldoko Rebut Demokrat dari AHY

Bogor | Sabtu, 06 Maret 2021 | 15:40 WIB

Soal KLB, SBY: Bangsa Ini Berkabung, Akal Sehat Telah Mati

Soal KLB, SBY: Bangsa Ini Berkabung, Akal Sehat Telah Mati

Video | Sabtu, 06 Maret 2021 | 15:11 WIB

Dapat Bocoran dari Staf KSP, Moeldoko Punya Niat Jadi Capres 2024

Dapat Bocoran dari Staf KSP, Moeldoko Punya Niat Jadi Capres 2024

News | Sabtu, 06 Maret 2021 | 15:08 WIB

Andi Arief: Kami Sadar Beratnya Posisi Prof Mahfud MD Mengambil Sikap Adil

Andi Arief: Kami Sadar Beratnya Posisi Prof Mahfud MD Mengambil Sikap Adil

Bekaci | Sabtu, 06 Maret 2021 | 14:45 WIB

Profil Moeldoko, Pernah di Hanura lalu Pimpin Partai Demokrat versi KLB

Profil Moeldoko, Pernah di Hanura lalu Pimpin Partai Demokrat versi KLB

Sumsel | Sabtu, 06 Maret 2021 | 14:29 WIB

Terkini

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB

Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!

Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:00 WIB

Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman

Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:21 WIB

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:06 WIB

Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:53 WIB

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:43 WIB

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:30 WIB

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:25 WIB