DPR: Banyak Pejabat Tak Mau Divaksin Sekarang, Tunggu Vaksin Nusantara

Reza Gunadha, Stephanus Aranditio

Rabu, 10 Maret 2021 | 16:27 WIB
DPR: Banyak Pejabat Tak Mau Divaksin Sekarang, Tunggu Vaksin Nusantara
Peneliti Vaksin Nusantara di RSUP Kariadi Semarang [Suara.com/Dafi Yusuf]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan, banyak anggota DPR RI yang tidak mau divaksin sekarang, karena maunya disuntik Vaksin Nusantara.

Melki Laka Lena mengatakan, antusiasme banyak anggota dewan justru terhadap vaksin gagasan Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu.

"Saya kemarin dapat kabar, banyak anggota DPR belum mau vaksin, tunggu Vaksin Nusantara. Saya ulangi lagi, banyak anggota DPR RI tidak mau vaksin tunggu Vaksin Nusantara," kata Melki dalam rapat dengar pendapat Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Bahkan, tanpa menyebut nama, dia mengklaim ada pula menteri yang menanti kedatangan Vaksin Nusantara.

"Banyak menteri dan mantan menteri kapan ini barang dirilis, kita mau pakai Vaksin Nusantara," ucapnya.

Hal itu disampaikan Melki menanggapi paparan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito, yang mengungkapkan proses uji klinis tahap I Vaksin Nusantara tidak sesuai kaidah klinis.

"Mereka bukan orang-orang bodoh, jangan kemudian seolah-olah kami tak tahu, memakai berbagai cara kemudian mempersulit ini semua," tegas politikus Golkar itu.

Sebelumnya, Penny mengatakan secara administratif, terdapat perbedaan lokasi penelitian Vaksin Nusantara dengan komite etik.

Penelitian dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang. Sementara Komite Etik dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta.

baca juga

"Pemenuhan kaidah good clinical practice juga tidak dilaksanakan dalam penelitian ini dalam persetujuan yang diberikan oleh Badan POM. Komite etik dari RSPAD tapi pelaksanaan penelitian ada di RS dr Kariadi," kata Penny saat rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Senayan.

Penny menegaskan, seharusnya dalam kaidah klinis pengembangan vaksin, tempat peneliti dan komite etik harus sama dan bertanggung jawab terhadap proses penelitian khususnya keselamatan subjek penelitian.

Selain itu, dia juga menyebut ada perbedaan data uji klinis yang diberikan tim peneliti kepada BPOM dengan data yang dipaparkan dalam rapat kerja di Senayan hari ini.

"Saya hanya memberikan komentar bahwa data yang diberikan tadi tidak sama dengan data yang diberikan pada BPOM, dan kami sudah melakukan evaluasi dan mengirimkan surat pada tim peneliti," ucapnya.

Penny menegaskan, pihaknya tetap akan independen mengawasi perkembangan setiap vaksin yang dipakai di Indonesia.

Mereka akan segera mengadakan pertemuan dengan tim peneliti vaksin nusantara untuk klarifikasi beberapa temuan itu pada 16 Maret 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Nusantara Disebut Bermasalah, BPOM: Data yang Diberikan Tidak Sama

Vaksin Nusantara Disebut Bermasalah, BPOM: Data yang Diberikan Tidak Sama

Jawa Tengah | Rabu, 10 Maret 2021 | 15:50 WIB

Vaksin Nusantara yang Digagas Dokter Terawan Bermasalah, Ini Temuan BPOM

Vaksin Nusantara yang Digagas Dokter Terawan Bermasalah, Ini Temuan BPOM

Sulsel | Rabu, 10 Maret 2021 | 15:42 WIB

Kepala BPOM Sebut Vaksin Nusantara Terawan Tak Sesuai Kaidah Klinis

Kepala BPOM Sebut Vaksin Nusantara Terawan Tak Sesuai Kaidah Klinis

News | Rabu, 10 Maret 2021 | 15:05 WIB

Terawan Klaim Vaksin Nusantara Aman untuk Komorbid Seperti Autoimun

Terawan Klaim Vaksin Nusantara Aman untuk Komorbid Seperti Autoimun

News | Rabu, 10 Maret 2021 | 13:21 WIB

Komisi IX Heran Kemenkes Tak Jelaskan Vaksin Nusantara Saat Rapat Bersama

Komisi IX Heran Kemenkes Tak Jelaskan Vaksin Nusantara Saat Rapat Bersama

News | Rabu, 10 Maret 2021 | 12:58 WIB

FKKMK UGM Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara, Ini Penyebabnya

FKKMK UGM Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara, Ini Penyebabnya

Riau | Selasa, 09 Maret 2021 | 10:06 WIB

Komunikasi Tak Jelas, UGM Pilih Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara

Komunikasi Tak Jelas, UGM Pilih Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara

Jogja | Senin, 08 Maret 2021 | 17:15 WIB

Setahun Pandemi di Indonesia, Gelombang Pertama Belum Usai

Setahun Pandemi di Indonesia, Gelombang Pertama Belum Usai

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 15:11 WIB

Terkini

Gibran Terancam Diganti? MK Mulai Sidangkan Gugatan PHPU Pilpres 2024

Gibran Terancam Diganti? MK Mulai Sidangkan Gugatan PHPU Pilpres 2024

Video | Kamis, 24 September 2026 | 14:45 WIB

KPK Geledah Kantor BPN Jawa Timur

KPK Geledah Kantor BPN Jawa Timur

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:45 WIB

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:43 WIB

Apakah Sepatu Lari Boleh Dicuci? Ini Panduannya Menurut Dokter Tirta

Apakah Sepatu Lari Boleh Dicuci? Ini Panduannya Menurut Dokter Tirta

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:43 WIB

KPA Sebut UU Reforma Agraria Lahir dari Desakan Puluhan Tahun

KPA Sebut UU Reforma Agraria Lahir dari Desakan Puluhan Tahun

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:42 WIB

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 14:39 WIB

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:34 WIB

×