Akankah Jumlah Anak Kembar Semakin Berkurang di Masa Depan?

Siswanto, BBC

Senin, 15 Maret 2021 | 12:22 WIB
Akankah Jumlah Anak Kembar Semakin Berkurang di Masa Depan?
BBC

Suara.com - Lebih banyak anak kembar dilahirkan daripada sebelumnya, tetapi mungkin di masa depan jumlah anak kembar akan berkurang, kata para ilmuwan.

Sekitar 1,6 juta anak kembar lahir setiap tahun di seluruh dunia, atau satu dari setiap 42 anak terlahir kembar.

Proses melahirkan yang tertunda dan teknik medis seperti IVF telah meningkatkan angka kelahiran kembar hingga sepertiganya sejak tahun 1980-an.

Namun jumlah anak kembar bisa berkurang di masa depan karena fokusnya bergeser ke satu bayi per kehamilan, yang risikonya lebih sedikit.

Baca juga:

Menurut studi telaah dalam jurnal Human Reproduction, "puncak anak kembar" tercapai karena peningkatan besar dalam angka kelahiran kembar di semua wilayah di dunia dalam 30 tahun terakhir - dari kenaikan 32% di Asia hingga kenaikan 71% di Amerika Utara.

Para peneliti mengumpulkan informasi tentang angka kelahiran kembar dari 165 negara dari tahun 2010 hingga 2015, dan membandingkannya dengan angka dari tahun 1980 hingga 1985.

Jumlah bayi kembar yang lahir per 1.000 kelahiran sekarang sangat tinggi di Eropa dan Amerika Utara - dan di seluruh dunia jumlahnya meningkat dari sembilan per 1.000 kelahiran menjadi 12 per 1.000.

Tetapi angka kembar di Afrika selalu tinggi dan tidak banyak berubah selama 30 tahun terakhir, yang barang kali disebabkan oleh pertumbuhan populasi.

baca juga

Di manakah paling banyak terlahir anak kembar?

Afrika dan Asia mencakup sekitar 80% dari semua persalinan kembar di dunia saat ini.

Profesor Christiaan Monden, peneliti dari Universitas Oxford, Inggris, yang menulis studi tersebut, mengatakan ada alasannya.

"Angka kelahiran kembar di Afrika sangat tinggi karena banyaknya kembar dizygotik - kembar yang lahir dari dua telur terpisah - yang lahir di sana," katanya.

"Ini kemungkinan besar disebabkan oleh perbedaan genetik antara populasi Afrika dan populasi lain."

Angka kelahiran kembar di Eropa, Amerika Utara, dan negara-negara Oseanik telah meningkat - dan peningkatan penggunaan reproduksi yang dibantu secara medis sejak tahun 1970-an - misalnya IVF, ICSI, inseminasi buatan, dan stimulasi ovarium - menjadi alasan utama.

Semua teknik ini meningkatkan kemungkinan kelahiran anak kembar.

Pilihan perempuan untuk memulai keluarga di usia lebih tua, peningkatan penggunaan kontrasepsi, dan kesuburan yang lebih rendah secara keseluruhan juga berperan, menurut hasil telaah tersebut.

Tapi penekanannya sekarang pada kehamilan anak tunggal, yang lebih aman, kata Profesor Monden.

"Ini penting karena persalinan kembar dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi di antara bayi dan anak-anak, serta lebih banyak komplikasi untuk ibu dan anak selama kehamilan, dan selama dan setelah melahirkan," katanya.

Bayi kembar mengalami lebih banyak komplikasi saat lahir, lebih sering lahir prematur dan memiliki berat badan lahir lebih rendah dan angka kelahiran mati yang lebih tinggi.

Peluang bertahan hidup

Telaah tersebut menemukan bahwa nasib anak kembar di negara berpenghasilan rendah dan menengah lebih memprihatinkan.

Di Sub-Sahara Afrika, khususnya, banyak anak kembar akan kehilangan saudara kembarnya dalam tahun pertama kehidupan mereka - lebih dari 200.000 setiap tahun.

"Sementara angka kelahiran kembar di banyak negara Barat yang kaya sekarang mendekati angka di Sub-Sahara Afrika, ada perbedaan besar dalam peluang bertahan hidup," kata Profesor Jeroen Smits, seorang penulis studi.

Ke depan, para peneliti mengatakan India dan China akan memainkan peran utama dalam tingkat kelahiran kembar di masa depan.

Kesuburan yang menurun, ibu yang lebih tua saat melahirkan, dan teknik seperti IVF semuanya akan mempengaruhi jumlah anak kembar di tahun-tahun mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:55 WIB

Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup

Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:00 WIB

Kesadaran Pasangan Muda soal Bayi Tabung Meningkat, Morula IVF Perkuat Layanan Berstandar Global

Kesadaran Pasangan Muda soal Bayi Tabung Meningkat, Morula IVF Perkuat Layanan Berstandar Global

Health | Senin, 27 Juli 2026 | 16:52 WIB

Kerontokan Rambut Pascapersalinan Umum Terjadi, Ibu Baru Perlu Perawatan dengan Kandungan Aman

Kerontokan Rambut Pascapersalinan Umum Terjadi, Ibu Baru Perlu Perawatan dengan Kandungan Aman

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:59 WIB

Hukum Menikah saat Hamil Duluan, Apakah Harus Menunggu Lahiran? Ini Kata Ulama

Hukum Menikah saat Hamil Duluan, Apakah Harus Menunggu Lahiran? Ini Kata Ulama

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:07 WIB

Lee Da Hae dan SE7EN Umumkan Kehamilan Anak Pertama Setelah 3 Tahun Menikah

Lee Da Hae dan SE7EN Umumkan Kehamilan Anak Pertama Setelah 3 Tahun Menikah

Your Say | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:34 WIB

Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan

Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:46 WIB

Deretan Artis yang Umumkan Kehamilan dan Kelahiran di Awal 2026

Deretan Artis yang Umumkan Kehamilan dan Kelahiran di Awal 2026

Entertainment | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:17 WIB

Zaskia Sungkar Bagikan Perkembangan Kehamilan usai Masuki Trimester Tiga

Zaskia Sungkar Bagikan Perkembangan Kehamilan usai Masuki Trimester Tiga

Your Say | Senin, 02 Februari 2026 | 17:07 WIB

Terkini

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:46 WIB

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

×