Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 17:46 WIB
Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan
Ilustrasi Deteksi Dini Preeklamsia pada Ibu Hamil. (dok. Bakti BCA)
  • Preeklamsia yang tidak terdeteksi sejak dini meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan rendah penyebab utama stunting.
  • Pemerintah dan swasta berkolaborasi meningkatkan skrining kesehatan ibu hamil melalui penyediaan perangkat teknologi medis yang memadai.
  • BCA menyalurkan bantuan alat deteksi dini preeklamsia ke Puskesmas Cisompet guna memperkuat layanan kesehatan dan menekan stunting.

Suara.com - Upaya menekan angka stunting di Indonesia semakin diarahkan ke fase paling awal kehidupan: masa kehamilan. Salah satu faktor yang kini mendapat perhatian serius adalah preeklamsia, gangguan kehamilan yang kerap luput terdeteksi dini, tetapi berdampak besar pada kesehatan ibu dan bayi.

Preeklamsia diketahui dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Kedua kondisi ini merupakan pintu masuk utama terjadinya stunting—masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional.

Karena itu, deteksi dini menjadi krusial. Pemeriksaan sejak awal memungkinkan tenaga kesehatan mengidentifikasi risiko lebih cepat, sehingga intervensi bisa dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi komplikasi serius.

Dalam praktiknya, deteksi preeklamsia kini semakin terbantu oleh teknologi. Penggunaan perangkat seperti USG, patient monitor, serta aplikasi berbasis digital memungkinkan skrining dilakukan lebih akurat dan efisien, bahkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.

Pengadaan perangkat kesehatan di daerah, khususnya di Garut, Jawa barat, dipenuhi oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi dan deteksi dini preeklamsia di Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan.

Satu paket alat deteksi dini preeklamsia disalurkan ke Puskesmas Cisompet, Garut, Jawa Barat, yang terdiri dari USG, patient monitor, tablet Android, serta aplikasi Cexup yang digunakan tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi risiko secara lebih cepat dan akurat.

Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono menegaskan pentingnya langkah ini sebagai bagian dari upaya menekan risiko kehamilan sejak awal.

“Hari ini kami memberikan bantuan seperangkat alat deteksi dini preeklamsia, sebelumnya kami juga aktif dalam mendukung pencegahan stunting dalam beberapa tahun terakhir. Mudah-mudahan dengan apa yang kita lakukan bisa menurunkan Angka Kematian Ibu di Indonesia,” ujarnya.

Selain penguatan fasilitas, edukasi kepada ibu hamil juga menjadi bagian penting. Tak hanya pengadaan perangkat, sosialisasi serta kesempatan melakukan skrining langsung, termasuk layanan Mini Medical Check-Up (MCU), juga diberikan kepada ibu-ibu hamil di sana.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menambahkan bahwa pendekatan pencegahan harus dimulai dari hulu.

“Pencegahan stunting perlu dimulai dari hulu, mulai dari remaja dan kesiapan keluarga, kesehatan ibu selama kehamilan, hingga tumbuh kembang anak. Kami berharap inisiatif dari BCA dapat memperkuat upaya pencegahan sejak awal kehamilan sekaligus meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan respons yang lebih cepat dan tepat,” tutup Hera.

Pada akhirnya, fokus pada kesehatan ibu selama kehamilan menjadi fondasi penting. Sebab, pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir, melainkan jauh sebelumnya—ketika kualitas kehamilan menentukan masa depan generasi berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:01 WIB

Pencerah Lipatan yang Aman untuk Bumil dan Busui, Ini Rekomendasinya

Pencerah Lipatan yang Aman untuk Bumil dan Busui, Ini Rekomendasinya

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 08:00 WIB

Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!

Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:50 WIB

Terkini

Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis

Kereta Api Adu Banteng di Denmark, Banyak Korban Luka Hingga Kritis

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:40 WIB

Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:38 WIB

Tragedi di Kos Benhil: Dua PRT Lompat dari Lantai 4, Polisi Dalami Motifnya

Tragedi di Kos Benhil: Dua PRT Lompat dari Lantai 4, Polisi Dalami Motifnya

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:34 WIB

LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?

LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:28 WIB

Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik

Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:27 WIB

Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal

Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:25 WIB

Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui

Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:23 WIB

Sistem Mitigasi Dinilai Pincang, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Perkuat Pasokan Listrik

Sistem Mitigasi Dinilai Pincang, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Perkuat Pasokan Listrik

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:20 WIB

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:13 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:10 WIB