Ibu Sibuk Warnai Rambut, Tinggalkan Bayinya hingga Tewas Kedinginan

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 16 Maret 2021 | 10:32 WIB
Ibu Sibuk Warnai Rambut, Tinggalkan Bayinya hingga Tewas Kedinginan
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Suara.com - Seorang ibu tega meninggalkan bayinya dalam kondisi udara yang sangat dingin hingga tewas hanya untuk mewarnai rambutnya.

Menyadur The Sun, Selasa (16/3/2021) insiden tersebut bermula saat ibu yang hanya diidentifikasikan sebagai Yulia kembali dari rumah temannya untuk mewarnai rambutnya pada dini hari.

Ibu 28 tahun yang tinggal di kota kecil Kamianka-Dniprovska, Ukraina selatan tersebut mendapati bayinya tidak sadarkan diri dan segera memanggil ambulans.

Setibanya di rumahnya, paramedis memeriksa bayi itu dan menyimpulkan bahwa dia telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan. Mereka melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Polisi kemudian menemukan Yulia telah meninggalkan bayi laki-laki dan seorang anak perempuan berusia dua tahun sendirian di rumah mereka yang tidak dilengkapi alat pemanas sementara suhu di luar turun hingga -4C.

Menurut laporan, Yulia meninggalkan kedua anaknya dan menghabiskan waktunya hanya untuk menata rambut dengan seorang teman wanita.

"Saya memberi makan anak-anak dan menidurkan mereka. Lalu saya pergi ke seorang teman untuk meluruskan dan mewarnai rambut saya," jelas Yulia.

"Ketika saya kembali ke rumah, saya menemukan anak saya meninggal." jelasnya.

Polisi juga menemukan bahwa Yulia tidak menyalakan tungku kayu untuk menghangatkan rumah sebelum pergi menemui tetangganya.

Dia juga mengaku sempat pesta minuman keras di rumah temannya. Temannya, bernama Olena, mengonfirmasi pengakuan Yulia.

"Kami membeli enam liter bir, minum, lalu dia pulang." jelas Olena.

Pihak berwenang sedang menyelidiki kasus ini sebagai pembunuhan.

"Ibu dan kedua anaknya hidup dalam kondisi yang sangat tidak sehat tanpa sistem pemanas sentral dan listrik." jelas juru bicara polisi Olga Zinchenko.

Pemeriksaan forensik untuk menentukan penyebab pasti kematian bayi sedang dilakukan. Sang ibu terancam hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Putri Yulia, dua tahun, yang menyaksikan kematian adik laki-lakinya, dibawa ke layanan sosial dan dirawat di rumah sakit setempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkuak! Ini Kronologi dan Jenis Kelamin Jasad Bayi di Irigasi Sragen

Terkuak! Ini Kronologi dan Jenis Kelamin Jasad Bayi di Irigasi Sragen

Surakarta | Senin, 15 Maret 2021 | 16:14 WIB

Diduga Tak Sengaja Tindih Bayi hingga Tewas, Sepasang Suami Istri Diperiksa

Diduga Tak Sengaja Tindih Bayi hingga Tewas, Sepasang Suami Istri Diperiksa

News | Senin, 15 Maret 2021 | 14:54 WIB

Perdagangan Bayi Berkedok Adopsi: Kisah Para Ibu yang Terpaksa Melepas Anak

Perdagangan Bayi Berkedok Adopsi: Kisah Para Ibu yang Terpaksa Melepas Anak

News | Senin, 15 Maret 2021 | 10:36 WIB

Terkini

Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!

Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:19 WIB

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:09 WIB

Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan

Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:06 WIB

Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:01 WIB

Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini

Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:44 WIB

Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat

Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:28 WIB

Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang

Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:24 WIB

Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!

Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!

News | Kamis, 09 April 2026 | 08:05 WIB

Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik

Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:53 WIB

Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon

Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:41 WIB