Masa Depan Barang Bekas Label Berkelas Ada di Lemari Pembeli

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 17 Maret 2021 | 10:24 WIB
Masa Depan Barang Bekas Label Berkelas Ada di Lemari Pembeli
DW

Suara.com - Penjualan barang-barang bekas dengan merek berkelas atau kerap dikenal dengan sebutan secondhand, saat ini sedang digemari banyak orang. Namun, desainer label ternama enggan merangkul tren ini.

"Selalu ada sensasi menemukan sesuatu yang sangat keren, sesuatu yang selalu Anda inginkan, tetapi tidak pernah mampu membelinya. Tiba-tiba, hal itu (barang secondhand) muncul di layar Anda," kata Antonia Barthel kepada DW.

Wanita berusia 27 tahun dari Muenchen ini membaca dengan teliti platform yang menjual kembali barang-barang bekas bermerek.

Pelanggan seperti Barthel menjadi penyebab sejumlah label fesyen mempertimbangkan pendirian mereka terkait ide menjual kembali barang-barang bekas pakai.

Pada awal bulan ini, Kering, perusahaan raksasa yang menjual barang-barang bermerek seperti Gucci, Alexander McQueen, dan Balenciaga, mengakuisisi 5% saham di platform penjualan kembali kelas atas Prancis, Vestiaire Collective.

Tren menjual kembali barang-barang bekas bermerek atau juga dikenal dengan istilah preloved, sebelumnya tidak dilirik oleh rumah mode mewah, yang sangat waspada dalam hal kendali distribusi barang, harga, dan persepsi barang mereka.

Francois-Henri Pinault, Ketua dan CEO Kering, mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Kemewahan yang dimiliki sebelumnya, sekarang menjadi tren yang nyata dan mengakar kuat."

Tidak selalu baru Preloved adalah moto baru bagi banyak pecinta fesyen. "Aku tidak pernah peduli bahwa pakaian itu pernah dipakai sebelumnya. Itu terasa baru bagiku," kata Barthel.

Fakta bahwa kesan "mengkilap" tidak lagi berarti baru, adalah "hanya pendekatan kontemporer untuk perancang busana," kata Max Schönemann, CEO dari platform penjualan kembali fesyen mewah Jerman, Rebelle, kepada DW.

baca juga

Tren yang sedang naik daun

Sementara industri fesyen diproyeksikan mengalami keterpurukan finansial terbesar selama pandemi COVID-19, industri penjualan kembali justru berkembang pesat.

Melalui platform penjualan kembali seperti Vestiaire Collective dan Rebelle, konsumen dapat menjual pakaian yang tidak diinginkan dan bisa dilihat langsung oleh konsumen lainnya secara online.

Vestiaire Collective mengalami kemajuan pesat lebih dari 100% dibanding tahun lalu, 140 ribu item baru diunggah ke platform setiap harinya.

"Beberapa bulan terakhir adalah yang terbaik dalam sejarah bisnis kami," kata Schönemann dari Rebelle kepada DW.

Platform penjualan kembali sangat populer di kalangan milenial dan Gen Z, yang lebih hemat dan fokus pada keberlanjutan hidup.

Dengan mengabaikan industri barang bekas, merek-merek fesyen mewah telah kehilangan kesempatan untuk menarik pasar yang besar.

Kemewahan yang terjangkau Harga yang terjangkau adalah alasan utama maraknya penjualan barang mewah bekas.

"Saya tidak akan membeli tas tangan Chloé di toko, tapi baru-baru ini saya membeli tas tangan bekas secara online," kata Barthel.

Dengan bermitra dengan konsumen penjualan kembali, merek-merek mewah seperti Alexander Mcqueen, Gucci, dan Burberry perlahan-lahan berusaha membangun loyalitas dengan pelanggan yang lebih muda di tengah kelesuan pertumbuhan ekonomi.

"Merek-merek mewah ingin mempertahankan dialog yang konstan dengan klien, baik melalui saluran langsung maupun pada platform alternatif," kata Chauvet.

Dalam upaya menjangkau penggemar barang-barang preloved dan mencegah pemalsuan, Alexander McQueen bermitra dengan layanan "Brand Approved" baru dari Vestiaire Collective.

Dalam kolaborasi pertama, McQueen mengumpulkan barang bekas dari pelanggan lama dengan imbalan kredit toko.

Barang-barang tersebut kemudian diautentikasi oleh rumah mode, dikirim ke Vestiaire Collective, dan dijual secara online dengan catatan persetujuan khusus.

Memperhatikan isu lingkungan

"Keberlanjutan memainkan peran terpenting bagi saya. Saya biasanya tidak terlalu peduli dengan merek," kata Barthel.

Jumlah kaum milenial dan gen Z yang mendukung produk berkelanjutan meningkat lebih dari dua kali lipat di tahun 2019 dan 2020, menurut Pricewaterhouse Cooper (PwC).

"Tren keberlanjutan telah berkembang lebih pesat selama pandemi," kata Erika Andreetta dari PwC kepada DW.

Chanel dan Hermès memetakan jalur lain

Rumah mode seperti Hermès dan Chanel masih menentang bahkan tetap menjual barang-barang kulit paling ikonik mereka secara online.

Chanel saat ini terlibat dalam pertarungan panjang di persidangan dengan platform penjualan kembali The RealReal, dengan tuduhan iklan palsu dan penjualan tas palsu.

Rumah mode ikonik tersebut mengklaim bahwa tokonya adalah satu-satunya tempat yang memenuhi syarat untuk menjual Chanel asli.

"Produsen barang-barang mewah yang mungkin lebih enggan menerima keberadaan pasar jual kembali, memposisikan diri mereka sangat eksklusif dan melakukan kontrol ketat atas distribusi dan harga," kata Chauvet.

Namun, Chauvet berharap mereka tidak akan mampu bertahan lebih lama.

"Saya pikir tren itu akan cukup kuat menarik banyak orang," katanya. (ha/vlz)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tampil Stylish Gak Pakai Mahal! Ini 5 Spot Thrifting Terfavorit di Jogja

Tampil Stylish Gak Pakai Mahal! Ini 5 Spot Thrifting Terfavorit di Jogja

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:48 WIB

Kampung di Yogya Sulap Ratusan Galon Bekas Jadi Dekorasi HUT RI, Cantik Sekaligus Ramah Lingkungan

Kampung di Yogya Sulap Ratusan Galon Bekas Jadi Dekorasi HUT RI, Cantik Sekaligus Ramah Lingkungan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Misteri Ringan dan Hangat: Catatan dari Toko Barang Bekas yang Mencurigakan

Misteri Ringan dan Hangat: Catatan dari Toko Barang Bekas yang Mencurigakan

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 14:35 WIB

Mengenal Apa Itu Preloved dan Perbedaannya dengan Barang Second Hand

Mengenal Apa Itu Preloved dan Perbedaannya dengan Barang Second Hand

Lifestyle | Sabtu, 13 Desember 2025 | 16:32 WIB

Barang Bekas Kini Bisa Jadi Saldo e-Wallet, Begini Caranya

Barang Bekas Kini Bisa Jadi Saldo e-Wallet, Begini Caranya

Bisnis | Selasa, 12 Agustus 2025 | 17:05 WIB

KKN Unila dan Siswa SDN 1 Tunggal Warga Sulap Ember Bekas Jadi Karya Apik

KKN Unila dan Siswa SDN 1 Tunggal Warga Sulap Ember Bekas Jadi Karya Apik

Your Say | Jum'at, 24 Januari 2025 | 14:34 WIB

Dewi Fortuna Menyapa, Kisah Penjual Barang Bekas Kebayoran Lama Raih Keuntungan Tak Terduga

Dewi Fortuna Menyapa, Kisah Penjual Barang Bekas Kebayoran Lama Raih Keuntungan Tak Terduga

News | Selasa, 31 Desember 2024 | 09:36 WIB

10 Ide Kreatif Hiasan Pohon Natal dari Barang Bekas

10 Ide Kreatif Hiasan Pohon Natal dari Barang Bekas

Lifestyle | Jum'at, 06 Desember 2024 | 15:07 WIB

Kampanyekan Gapapa Pakai Bekas, Bersaling Silang Ramaikan Pasar Wiguna

Kampanyekan Gapapa Pakai Bekas, Bersaling Silang Ramaikan Pasar Wiguna

Your Say | Rabu, 20 November 2024 | 14:47 WIB

Temukan 'Harta Karun' di Toko Barang Bekas, Pria Ini Dapat Tas Louis Vuitton Asli Seharga Rp80 Ribuan!

Temukan 'Harta Karun' di Toko Barang Bekas, Pria Ini Dapat Tas Louis Vuitton Asli Seharga Rp80 Ribuan!

Lifestyle | Selasa, 12 November 2024 | 16:36 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×