Gaduh Presiden 3 Periode, Arief Poyuono: Saya Yakin 85 Persen Rakyat Setuju

Dany Garjito, Hernawan

Kamis, 18 Maret 2021 | 09:38 WIB
Gaduh Presiden 3 Periode, Arief Poyuono: Saya Yakin 85 Persen Rakyat Setuju
Arief Poyuono soal presiden 3 periode (YouTube/NajwaShihab).

Suara.com - Politisi Arief Poyuono kembali angkat bicara soal peluang Joko Widodo atau Jokowi kembali menjabat sebagai presiden hingga tiga periode.

Kali ini, Arief Poyuono meyakini bahwa 85 persen rakyat Indonesia setuju apabila masa jabatan presiden ditambah satu periode lagi.

Pernyataan itu disampaikan oleh Arief Poyuono dalam program Mata Najwa, Rabu (18/3/2021) malam.

Ketika ditanya presenter Najwa Shihab, Arief Poyuono mengatakan bahwa anggapan wajar masa jabatan presiden ditambah karena alasan ekonomi dan kepemimpinan nasional tidak stabil.

"Anda yang sejak 2019 selalu bilang berapi-api tiga periode bahkan kalau perlu empat periode. Kenapa kurang dua periode?" tanya Najwa Shihab seperti dikutip Suara.com.

Arief Poyuono soal presiden 3 periode (YouTube/NajwaShihab).
Arief Poyuono soal presiden 3 periode (YouTube/NajwaShihab).

"Dua periode kurang, ada dasarnya. Pertama saya berpikir dari sisi ekonomi. Artinya saya gak tahu deh dulu anggota MPR yang buat dua periode mikir gak sih, kalau dua periode diterapkan di Indonesia, dengan laskap politik yang berbeda dengan Amerika, budaya politik berbeda, punya dampak terhadap perekonomian," timpal Arief Poyuono.

Najwa Shihab kemudian bertanya apakah dua periode atau sepuluh tahun tidak cukup untuk membangun negara.

Arief Poyuono menjawabnya dengan mengatakan kurang karena beberapa alasan, termasuk soal banyaknya partai di Indonesia.

"Kurang karena berbeda kan dua periode yang kita copy paste mendekat ke konstitusi Amerika. Amerika dua partai, Indonesia partainya berkarung-karung, habis presiden terpilih, dagang kebo. Belum lagi ada partai yang di KLB terus masuk ke pemerintahan Jokowi. Taruh orang lagi, berubah lagi. Tidak ada stabilitas dalam kepemimpinan nasional," tukasnya.

baca juga

"Makanya sepuluh tahun itu kurang, makanya kenapa selama reformasi yang terjadi bukan industrialisasi, tp deinsdusrialisasi. Investasi jangka panjang pun sedikit karena investor takut masuk ke Indonesia. Lebih banyak investasi jangka pendek mengeksplositasi SDA," tambah Arief Poyuono.

Saat dipotong Najwa Shihab yang bertanya seberapa yakin pandangan itu disetujui rakyat, Arief Poyuono tegas menyebut 85 persen.

"Kalau untuk hari, saya meyakini 85 persen rakyat itu setuju kalau 3 periode," tegasnya.

"Yakin sekali 85 persen?" balas Najwa Shihab.

"Tiga periode bukan artinya selama-lamanya," timpal Arief Poyuono lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi : Selamat Pagi Toraja, Malapu Lapu Sia Komi?

Presiden Jokowi : Selamat Pagi Toraja, Malapu Lapu Sia Komi?

Sulsel | Kamis, 18 Maret 2021 | 08:23 WIB

Polisi yang Gugur Saat Pengamanan Jokowi Tak akan Dimakamkan Secara Militer

Polisi yang Gugur Saat Pengamanan Jokowi Tak akan Dimakamkan Secara Militer

Bali | Kamis, 18 Maret 2021 | 08:15 WIB

Isu Jabatan Presiden 3 Periode, Pengamat: Dibuat Kelompok Tak Suka Jokowi

Isu Jabatan Presiden 3 Periode, Pengamat: Dibuat Kelompok Tak Suka Jokowi

Jakarta | Kamis, 18 Maret 2021 | 08:05 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×