alexametrics

Ngaku Diajarkan Ayah, Anak Ajak Pacar Nge-Prank Pelanggan Open BO

Agung Sandy Lesmana
Ngaku Diajarkan Ayah, Anak Ajak Pacar Nge-Prank Pelanggan Open BO
Ilustrasi prostitusi online. [Foto: Ayobandung.com]

"Disuruh bapak. Diajarin dengan kasih tahu cara aja."

Suara.com - Pelaku kejahatan kerap melancarkan berbagai modus demi mengincar calon korbannnya. Seperti yang dilakukan pasangan kekasih berinisial LK (26) dan NS (19). Keduanya kompak melakukan aksi penipuan dengan modus menawarkan jasa esek-esek ke pelanggan lewat media sosial. 

Dikutip dari SuaraJogja.id, LK pun mengaku jika diajarkan sang ayah untuk melakukan aksi penupuan bermodus open booking online (BO) itu. 

"Disuruh bapak. Diajarin dengan kasih tahu cara aja," katanya saat dihadirkan dalam rilis kasus yang digelar di Mapolsek Depok Barat, Rabu (17/3/2021).

Sementara, NS mengaku tak memilki jurus jitu untuk merayu pria hidung belang yang hendak diincarnya. 

Baca Juga: Polri Belum Agendakan Pemeriksaan Kasus Dugaan TPPU Bos PT Sinarmas

"Ketemu, ya sudah ngalir aja," kata gadis belia itu yang sudah dipacari LK selama setahun ini.

Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Mahardian Dewo Negoro mengatakan LK bertugas mencari calon korban dari kalangan wanita yang hendak diajak kencan satu malam melalui aplikasi Tantan. 

 "Kalau calon korbannya [berjenis kelamin] laki-laki, yang maju si perempuan (NS). Kalau calon korbannya perempuan, yang maju si laki-laki (LK)," kata Dewo.

Modus pelaku saat beraksi yaitu mengajak korban untuk berkencan, dengan saling berkomunikasi lewat aplikasi Tantan. Setelah sepakat bertemu, tersangka mengajak korban ngobrol, lalu meminjam telepon genggam mereka.

"Alasannya untuk memesan dan mengambil pesanan makan atau minum dari ojek daring. Setelah telepon genggam ada di tangan tersangka, korban ditinggal pergi," tutur Dewo.

Baca Juga: Mantan Aktris Ini Bongkar Aksi Tipu-tipu Keluarga Bule di Jakarta

Banyak membuat janji bertemu di hotel, pelaku menggasak telepon genggam korbannya tanpa sempat berkencan (berhubungan intim) dengan korbannya.

Komentar