Larangan Makan Daging Babi Bagi Yahudi, Ini Alasannya

Farah Nabilla

Jum'at, 19 Maret 2021 | 12:45 WIB
Larangan Makan Daging Babi Bagi Yahudi, Ini Alasannya
Daging babi [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Ada dua agama besar yang memiliki larangan makan daging babi atau berbagai produk yang terkait dengan babi. Agama tersebut adalah agama Yahudi dan Islam.

Sementara itu, untuk sejumlah agama lainnya, seperti Kristen dan beberapa agama lokal, tidak ada larangan makan daging babi ini. Bahkan dalam kultur masyarakat Papua, babi termasuk binatang yang sangat berharga dan bernilai tinggi.

Sehingga dalam setiap pesta, daging babi menjadi sajian utama. Lalu di dalam masyarakat Tionghoa, daging babi termasuk salah satu menu makanan yang terkait erat dengan adat dan kultur mereka.

Larangan Makan Daging Babi bagi Yahudi

Dalam agama Yahudi, larangan makan daging babi merupakan sebuah cara untuk menunjukkan identitas ke-Yahudi-annya. Kitab Makabe menggambarkan bagaimana revolusi Makabe meletus.

Salah satu alasannya adalah karena raja Antiokhus Epiphanes IV, yang berkebangsaan Yunani, memaksa orang Yahudi untuk memakan daging babi dan mereka menolaknya (2 Makabe 6:18 ; 7:1 bdk. 1 Makabe 1:47).

Larangan Makan Daging Babi bagi Umat Islam

Di dalam tradisi agama Islam, larangan makan daging babi juga termasuk dalam aturan utama tentang makanan.

Dalam surah Al-Maidah 3 disebutkan, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih". Aturan serupa juga dapat dilihat dalam Surah Al-An’am 145.

baca juga

Larangan ini cukup penting sehingga di Republik Islam Iran, barang siapa yang membawa daging babi ke negara tersebut akan dihukum hingga tiga bulan penjara. 

Alasan Kenapa Ada Larangan Makan Daging Babi

Lalu timbul pertanyaan, mengapa larangan untuk memakan daging babi itu begitu penting bagi kedua agama yang telah disebutkan di atas, khususnya bagi bangsa Yahudi? 

Larangan makan daging babi dalam tradisi Yahudi akan mengarah pada larangan makan daging babi dalam Perjanjian Lama.

Sebab, larangan makan daging babi dalam agama Yahudi berdasar pada larangan yang termuat dalam Kitab Suci mereka (Tanakh) dan dalam tradisi Kristiani, yang menunjuk pada Perjanjian Lama. Alasan mengapa dalam agama Yahudi dilarang makan daging babi adalah sebagai berikut:

  • Dilihat dari aspek geografis dan kebiasaan hidup babi.
  • Selain aspek geografis yang menjadi dasar hipotesis mengapa ada larangan makan daging babi, aspek lainnya adalah aspek ritual.
  • Aspek lain dari larangan makan daging babi dalam Alkitab adalah identitas orang Israel sebagai umat Yahweh.

Larangan makan daging babi dalam Perjanjian Lama memang harus dipahami dari berbagai macam perspektif atau sudut pandang, seperti geografis, ritual dan identitas bangsa Israel.

Namun, yang paling kentara adalah bahwa larangan tersebut bertujuan untuk meneguhkan identitas bangsa Israel sebagai bangsa yang dipisahkan (dikuduskan) untuk Yahweh. 

Demikian penjelasan tentang larangan makan daging babi bagi bangsa Yahudi. 

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peruntungan Shio Hari Ini, Jumat 19 Maret 2021: Shio Babi Yuk Percaya Diri

Peruntungan Shio Hari Ini, Jumat 19 Maret 2021: Shio Babi Yuk Percaya Diri

Lifestyle | Jum'at, 19 Maret 2021 | 07:15 WIB

Per Tusuk Rp6.000, Pedagang Keliling Ini Laris Manis Jual Sate Babi

Per Tusuk Rp6.000, Pedagang Keliling Ini Laris Manis Jual Sate Babi

Lifestyle | Selasa, 16 Maret 2021 | 10:44 WIB

Pastor Doakan Agar Holocaust Kembali Terjadi, Polisi Gerebek Gereja

Pastor Doakan Agar Holocaust Kembali Terjadi, Polisi Gerebek Gereja

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 06:44 WIB

Gadis Bongkar Tabungan Isinya Bikin Menganga, Aksi Bak Pesugihan Ini Viral

Gadis Bongkar Tabungan Isinya Bikin Menganga, Aksi Bak Pesugihan Ini Viral

Hits | Jum'at, 12 Maret 2021 | 19:44 WIB

Penemuan 1,7 Ton Daging Babi Ilegal dalam Mobil Box

Penemuan 1,7 Ton Daging Babi Ilegal dalam Mobil Box

Bali | Kamis, 11 Maret 2021 | 17:54 WIB

Terkini

Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan

Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:32 WIB

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:17 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah

Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:09 WIB

AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026

AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:00 WIB

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:57 WIB

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:41 WIB

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:32 WIB

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:18 WIB

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:55 WIB

×