Cerita Kasus Hambalang Disambut Gelegar Petir, Kubu Moeldoko Auto Kaget

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 25 Maret 2021 | 17:24 WIB
Cerita Kasus Hambalang Disambut Gelegar Petir, Kubu Moeldoko Auto Kaget
Petir menggelegar saat Demokrat kubu Moeldo bercerita kasus korupsi Hambalang. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Ketua Dewan Kehormatan Demokrat kubu Moeldoko, Max Sopacua mengaku geram karena kubunya dituding menjadi perusak partai. Ia menegaskan, bahwa yang merusak Demokrat selama ini adalah kasus korupsi proyek Hambalang.

Awalnya Max menyampaikan bahwa kasus mega korupsi proyek wisma atlet Hambalang telah membuat Demokrat hancur hingga elektabilitas partai rontok. Sebagian kader kala itu sudah terjerat dan dipenjara, namun masih ada pihak-pihak kekinian yang menurutnya masih bisa bersenang-senang dan kebal terhadap hukum.

Namun menariknya tak lama berselang usai Max menyampaikan pernyataannya tersebut petir kemudian terdengar keras menyambar di sekitar lokasi.

Max dan jajaran Demokrat kubu Moeldoko yang hadir pun seketika tersentak dan kaget. Memang cuaca di lokasi sedang dalam hujan lebat.

"Saya ingin menyampaikan kepada teman-teman (petir terdengar menyambar). Tuh kan setuju dianya gua ngomong itu," kata Max dalam konferensi pers di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Kemudian Max pun melanjutkan kembali pembicaraannya. Max kemudian menyinggung soal dirinya dituduh telah menjadi perusak partai berlambang mercy tersebut.

"Saya ingin menyampaikan teman teman kami para senior disebut teman temannya AHY diantaranya Jansen Sitindaon Yan Harahap, sebagai perusak Partai Demokeat, ini manusia yang tidak punya hati dan tidak pernah tahu sejarah Partai Demokrat," tuturnya.

Max mengatakan, Demokrat hancur bukan karena ulahnya melainkan karena kasus mega korupsi proyek Hambalang. Ia mengklaim hal tersebut sudah menjadi sejarah kelam.

"Kalau dia tahu sejarah Demokrat dia tidak akan bilang bahwa kami perusak Demokrat, kenapa dia tidak bilang bahwa Hambalang perusak Demokrat. Kenapa tidak berbicara bahwa ada orang-orang yang menikmati uang dari hambalang ini tidak tersentuh hukum, dan bernaung di dalam kelompok mereka," tuturnya.

Lebih lanjut, Max menyampaikan, atas dasar itu lah Demokrat kubu Moeldoko menggelar konferensi pers langsung di lokasi proyek Hambalang meski di tengah guyuran hujan. Pasalnya elektabilitas hancur karena proyek Hambalang.

"Saya pelaku sejarah, kalau saya bilang perusak Demokrat mari kita berdebat di mana pun," tandasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rangkul Nazaruddin, Kubu Moeldoko: Pakaian Kotor Kami Cuci Lalu Pakai Lagi

Rangkul Nazaruddin, Kubu Moeldoko: Pakaian Kotor Kami Cuci Lalu Pakai Lagi

News | Kamis, 25 Maret 2021 | 16:37 WIB

Andi Arief: Ada Mantan Kader Demokrat Kabarnya Tersambar Petir di Hambalang

Andi Arief: Ada Mantan Kader Demokrat Kabarnya Tersambar Petir di Hambalang

Bogor | Kamis, 25 Maret 2021 | 16:29 WIB

Konpers di Hambalang, PD KLB: Katakan Tidak, di Sisi Lain Korupsi Berjamaah

Konpers di Hambalang, PD KLB: Katakan Tidak, di Sisi Lain Korupsi Berjamaah

Kaltim | Kamis, 25 Maret 2021 | 16:20 WIB

Demokrat Versi KLB Rangkul Nazaruddin, Jubir: Kebutuhan Menghadapi Cikeas

Demokrat Versi KLB Rangkul Nazaruddin, Jubir: Kebutuhan Menghadapi Cikeas

News | Kamis, 25 Maret 2021 | 16:12 WIB

Terkini

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:00 WIB

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:42 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:38 WIB

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:00 WIB

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:35 WIB

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:25 WIB

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:20 WIB

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB