Menlu AS Blinken Ajak Sekutu NATO Lawan Perilaku Agresif Cina

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 26 Maret 2021 | 10:26 WIB
Menlu AS Blinken Ajak Sekutu NATO Lawan Perilaku Agresif Cina
DW

Suara.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menyerukan sekutunya di NATO untuk bertindak hadapi perilaku agresif Cina. Namun ia menekankan, tak akan memaksa sekutunya di NATO untuk memihak antara AS dan Cina.

Lewat pidatonya pada Rabu (25/03) dalam pertemuan dengan mitra NATO, Antony Blinken menyampaikan pernyataan paling tegas terhadap perilaku agresif Cina dan menyerukan persatuan di antara sekutu AS.

Blinken menegaskan kembali dukungan AS untuk NATO, dan menyerukan penyegaran kembali kemampuan dan kesiapan militer, termasuk penangkal nuklir dan pelanggaran digital.

AS meminta anggota NATO lainnya untuk meningkatkan pengeluaran militer mereka hingga mencapai target aliansi pertahanan itu, sebesar 2% dari produk domestik bruto mereka.

Kritik tegas terhadap Cina

Blinken mengecam perilaku agresif dan koersif Cina dan berjanji akan melawannya.

"Tidak diragukan lagi bahwa perilaku koersif Cina mengancam keamanan dan kemakmuran kolektif kita dan bahwa Cina secara aktif melemahkan aturan sistem internasional dan nilai-nilai yang kami dan sekutu kami miliki," kata Blinken setelah pertemuan dengan mitra NATO di Brussels.

"Namun bukan berarti negara-negara tidak dapat bekerja dengan Cina bila memang memungkinkan. Misalnya tentang tantangan seperti perubahan iklim dan keamanan kesehatan,’’ tambahnya.

Ketegangan antara Cina dan negara-negara Barat makin meningkat baru-baru ini setelah Uni Eropa, Inggris, AS, dan Kanada memberikan sanksi kepada pejabat dan entitas Cina atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uighur di Xinjiang.

baca juga

Cina kemudian juga meningkatkan ketegangan dengan menanggapinya lewat ancaman sanksi balasan.

Jurnalis DW William Glucroft mengatakan pidato Blinken adalah upaya untuk menarik dukungan publik di AS dan di Eropa guna melakukan pendekatan multilateral yang sedang kembali diupayakan oleh pemerintahan Presiden Joe Biden.

"Itu adalah pidato yang sangat diplomatis. Berbicara kepada rakyat Amerika pertama-tama dan terutama, serta kepada publik Eropa," kata Glucroft.

Koresponden DW di Washington, Carolina Chimoy, mengatakan Blinken berusaha menarik perhatian domestik ke hubungan transatlantik, karena warga AS sebagian besar fokus pada masalah utama di dalam negeri yakni pandemi dan migrasi.

Menanggulangi perilaku 'agresif' Rusia

Blinken juga menyerukan posisi yang tegas dan sama terhadap Rusia. "Meski kami bekerja sama dengan Rusia untuk memajukan kepentingan kami dan memajukan kepentingan aliansi, kami juga akan bekerja sama untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas tindakan sembrono dan merugikannya."

NATO menuntut pembebasan segera pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dan tahanan politik lainnya.

NATO juga mengutuk politik "destabilisasi" Rusia di negara-negara tetangga, dan tindakan Kremlin untuk mempengaruhi pemilu dan mendukung serangan dunia maya.

UE dan AS sepakat untuk bekerja sama

Setelah pidatonya, Blinken dan kepala urusan luar negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell merilis pernyataan bersama.

Keduanya setuju untuk meluncurkan kembali dialog bilateral tentang Cina dan bekerja sama mengatasi "perilaku menantang" Rusia.

"Mereka mengakui pemahaman bersama bahwa hubungan dengan Cina memiliki banyak sisi, yang terdiri dari elemen kerja sama, persaingan, dan persaingan sistemik," kata pernyataan itu.

Mereka juga membahas kerja sama di bidang perubahan iklim, vaksin virus corona, isu Iran dan Turki.

'Sifat destruktif kepentingan Amerika'

Pada Selasa (23/03), Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi dan mitranya dari Rusia Sergey Lavrov bertemu di Guilin di Cina selatan untuk bersatu melawan "aliansi NATO yang baru dihidupkan kembali."

Menteri luar negeri Cina dan Rusia mengatakan, mereka memandang upaya NATO untuk bersatu sebagai upaya oleh kekuatan transatlantik Barat untuk memaksakan "pemahaman berbasis aturan mereka tentang tatanan dunia di negara lain."

Lavrov mengatakan dia mencatat "sifat destruktif dari kepentingan Amerika yang bergantung pada aliansi politik dan gaya militer perang dingin."

"Aliansi yang diperbarui," kata Lavrov, "dimaksudkan untuk merusak arsitektur negara hukum internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa."

Pengaruh Cina yang meningkat di tatanan politik dunia diperkirakan akan menjadi agenda utama para kepala negara dan kepala pemerintahan anggota NATO selama KTT Juni mendatang. pkp/as (AFP, Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!

Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Produk Anyaman RI Masuk Pasar Ekspor Amerika Serikat

Produk Anyaman RI Masuk Pasar Ekspor Amerika Serikat

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Iran Siapkan Rudal Generasi Baru Lawan Amerika Serikat, Hulu Ledak Canggih dan Presisi

Iran Siapkan Rudal Generasi Baru Lawan Amerika Serikat, Hulu Ledak Canggih dan Presisi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:17 WIB

Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!

Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:49 WIB

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Indonesia Bantah Kongkalikong dengan China untuk Perdagangan ke AS

Indonesia Bantah Kongkalikong dengan China untuk Perdagangan ke AS

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Pangeran Harry Boyong Keluarga Kembali Tinggal Permanen di Inggris

Pangeran Harry Boyong Keluarga Kembali Tinggal Permanen di Inggris

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:41 WIB

Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Donald Trump Ancam Hukuman Ekonomi Berat Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

Donald Trump Ancam Hukuman Ekonomi Berat Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:49 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Sulit Ditebak, Pasar 'Wait and See' Momentum Perang AS - Iran

Harga Minyak Dunia Makin Sulit Ditebak, Pasar 'Wait and See' Momentum Perang AS - Iran

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×