Penjual Tahu Keliling dan Ustaz Diciduk Densus, Diduga Terkait Bom Makassar

Chandra Iswinarno

Senin, 29 Maret 2021 | 16:19 WIB
Penjual Tahu Keliling dan Ustaz Diciduk Densus, Diduga Terkait Bom Makassar
Polisi bersenjata lengkap mengamankan lokasi setelah ledakan bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral, di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). (ANTARA)

Suara.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap terduga teroris terkait pemboman yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penangkapan dilakukan terhadap empat orang di Kota Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (28/3/2021).

Pelaku yang ditangkap, yakni Burhanudin alias Gozi (32). Dia ditangkap di Kelurahan Penatoi, Kecamatan Bima pada Minggu (28/3/2021) pukul 11.00 WITA. Diketahui, Gozi merupakan ustaz yang mengajar di TPQ Abubakar Ashidiq Penatoi.

Kemudian Densus membekuk pedagang tahu keliling di Pasar Amahami Kelurahan Dara Kecamatan Rasane Barat, Kota Bima. Pria bernama Muhammad (32) ditangkap sekira pukul 10.30 WITA. Selain Gozi dan Muhammad, polisi juga menangkap terduga pelaku lainnya berinisial S dan H.

Menurut keterangan kepolisian, keempat orang tersebut diduga merupakan terduga teroris yang terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jaringan Penatoi.

“Saya hanya bisa statement membenarkan penangkapan empat terduga teroris dan yang bersangkutan sekarang sedang diamankan di Mapolda NTB saat ini,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto seperti dilansir Digtara.com-jaringan Suara.com pada Senin (29/3/2021).

Meski begitu, Artanto enggan berkomentar lebih banyak. Dia hanya membenarkan, jika keempat pelaku merupakan terduga teroris jaringan JAD Penatoi.

“Saya membenarkan itu (jaringan Penatoi),” ujarnya.

Menurut informasi yang beredar, keempat terduga teroris tengah diamankan di tahanan Mapolda NTB.

baca juga

Sebelumnya diberitakan, aksi pemboman bunuh diri terjadi di Gereja Katedral Kota Makassar pada Minggu (29/3/2021) pagi.

Dalam aksi tersebut, dua orang yang diduga pelaku aksi pengeboman meninggal dunia, sedangkan sekira 20 orang lain yang berada di dekat lokasi kejadian alami luka-luka.

Pemboman sendiri terjadi di bagian depan halaman Gereja Katedral yang sudah kosong, lantaran jemaat sudah selesai mengikuti peribadatan Minggu Palma.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Panjang Teror Bom Gereja Makassar, Hubungan Beragama Bisa Renggang

Buntut Panjang Teror Bom Gereja Makassar, Hubungan Beragama Bisa Renggang

Jakarta | Senin, 29 Maret 2021 | 16:09 WIB

Soal Bom Makassar, Kiai Mukri Aji: Mari Rapatkan Barisan Jaga Persatuan

Soal Bom Makassar, Kiai Mukri Aji: Mari Rapatkan Barisan Jaga Persatuan

Bogor | Senin, 29 Maret 2021 | 16:07 WIB

Respons Aksi Bom di Gereja Makassar, Habib Rizieq: Itu Bukan Jihad

Respons Aksi Bom di Gereja Makassar, Habib Rizieq: Itu Bukan Jihad

Riau | Senin, 29 Maret 2021 | 16:06 WIB

Terkini

DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif

DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:34 WIB

Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas

Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:31 WIB

Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan

Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:27 WIB

Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK

Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:17 WIB

Guyon Prabowo Usai Bilang Endasmu di Depan Petani: Nanti Gue Dihajar Lagi, Emang Gue Pikirin!

Guyon Prabowo Usai Bilang Endasmu di Depan Petani: Nanti Gue Dihajar Lagi, Emang Gue Pikirin!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:17 WIB

Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!

Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:16 WIB

Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun

Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:09 WIB

Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes

Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:01 WIB

Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya

Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:54 WIB

Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China

Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:51 WIB