ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga

Vania Rossa, Dea Hardiningsih Irianto

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08 WIB
ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga
Siti Aminah Tardi, Direktur Eksekutif The Indonesian Legal Resource Center (ILRC); Anggota Indonesia Femicide Watch (IFW). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Siti Aminah Tardi dari ILRC menjelaskan bahwa femisida sering terjadi di ruang privat oleh pasangan maupun anggota keluarga.
  • Diskusi daring pada 9 Mei 2026 menekankan bahwa femisida terjadi karena posisi perempuan yang subordinat dalam hubungan keluarga.
  • Terdapat delapan kriteria motivasi gender, termasuk kekerasan fisik, eksploitasi, hingga penyiksaan, yang menjadi indikator utama dalam kasus femisida.

Suara.com - Direktur Indonesian Legal Resource Center (ILRC) Siti Aminah Tardi menjelaskan femisida atau kekerasan terhadap perempuan bisa terjadi di ruang privat bersama pasangan atau anggota keluarga lain.

Hal itu dia sampaikan dalam diskusi publik bertajuk ”Laporan Pemantauan Femisida Seksual 2025” yang diselenggarakan ILRC secara daring.

“Pasangan intim ini meliputi femisida oleh suami, mantan suami, pacar, mantan pacar. Pasangan kohabitasi atau teman yang di dalamnya ada relasi seksual,” kata Siti, Sabtu (9/5/2026).

“Kemudian anggota keluarga ini tentu misalnya ayah ke anak, paman keponakan yang dalam konteks ada hubungan keluarga dan hubungan kekerabatan,” tambah dia.

Mantan Komisioner Komnas Perempuan itu menjelaskan pelaku femisida di ruang privat umumnya memiliki kriteria berupa motivasi gender.

“Pembunuhan oleh anggota keluarga secara konseptual, karena perempuan di dalam konteks personal dan keluarga itu ada dalam posisi subordinat, ini dikategorikan dengan femisida,” ujar Siti Aminah.

Dia menjelaskan pembunuhan terhadap perempuan yang termasuk pada femisida bisa dilihat berdasarkan salah satu dari delapan kriteria motivasi gender.

Adapun motivasi gender yang dimaksud terdiri dari riwayat kekerasan, terdapat rekam jejak kekerasan fisik, seksual, atau psikologis sebelumnya, atau pelanggaran perintah penahanan (restraining order); perampasan kemerdekaan, seperti korban diculik, disekap, atau ditahan secara ilegal sebelum terjadinya pembunuhan; serta eksploitasi ilegal, yaitu korban teridentifikasi sebagai korban perdagangan manusia, kerja paksa, atau perbudakan modern.

Motivasi lainnya ialah industri seks, yaitu korban diketahui bekerja di industri seks, terlepas dari status legalitas pekerjaan tersebut di negara terkait; kekerasan seksual dengan adanya kuti forensik berupa DNA asing sebelum, selama, atau sesudah pembunuhan; serta mutilasi dan penyiksaan, yaitu kekerasan berlebihan yang melampaui keinginan untuk membunuh, termasuk pemotongan atau degradasi tubuh.

baca juga

Dua motivasi lainnya ialah pembuangan di ruang publik, yaitu tubuh sengaja diekspos atau dibuang di ruang publik sebagai bentuk 'pesan' intimidasi; serta kejahatan kebencian, yaitu penargetan spesifik akibat misogini, serangan pada aktivis perempuan, atau penggunaan cercaan berbasis gender.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meniatkan Kurban Satu Ekor Kambing untuk Satu Keluarga, Bolehkah?

Meniatkan Kurban Satu Ekor Kambing untuk Satu Keluarga, Bolehkah?

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39 WIB

Sinopsis Film Trophy, Angkat Konflik Keluarga dari Keinginan Kecil Remaja

Sinopsis Film Trophy, Angkat Konflik Keluarga dari Keinginan Kecil Remaja

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:10 WIB

Ekspektasi Keluarga Vs Keinginan Pribadi: Siapa yang Harus Mengalah?

Ekspektasi Keluarga Vs Keinginan Pribadi: Siapa yang Harus Mengalah?

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×