Korban Rezim Militer Myanmar Bertambah, Termasuk Perawat Pasien Covid-19

Siswanto, BBC

Selasa, 30 Maret 2021 | 10:04 WIB
Korban Rezim Militer Myanmar Bertambah, Termasuk Perawat Pasien Covid-19
BBC

Suara.com - Hari "paling berdarah" di Myanmar sejak militer merebut kekuasaan telah membuat banyak orang di negara itu berduka.

Lebih dari 100 orang tewas oleh aparat keamanan pada hari Sabtu (27/3), termasuk anak-anak. Beberapa dibunuh dalam unjuk rasa, dan lainnya di dalam rumah mereka sendiri.

Para penentang kudeta 1 Februari menyebut mereka yang tewas "bintang jatuh".

Di antara para "bintang jatuh" itu adalah seorang pria berusia 40 tahun bernama Aye Ko.

Sang ayah empat anak tinggal di kota Mandalay dan merupakan anggota siskamling. Sehari-hari dia berjualan kudapan kelapa dan minuman jeli beras, menurut warga setempat.

Berbagai laporan menyebutkan dia ditembak dan terluka ketika tentara menggerebek wilayah itu. Mereka kemudian menyeretnya ke tumpukan ban mobil yang terbakar, yang didirikan oleh para pengunjuk rasa sebagai barikade.

"Dia berteriak-teriak, 'ibu, tolong saya," kata seorang warga setempat kepada situs berita Myanmar Now.

Orang-orang terkasihnya mengadakan upacara pada hari Minggu untuk mengenang kehidupannya. Seorang kerabat menyebut kematiannya sebagai "kehilangan besar".

"Dialah satu-satunya tulang punggung keluarga," kata kerabat itu kepada AFP.

baca juga

Sementara itu di tempat lain di Mandalay, orang-orang berduka atas kematian pria berusia 18 tahun bernama Aung Zin Phyo.

Dia adalah kiper di Klub Futsal Lin Latt dan menjadi relawan di pusat perawatan intensif selama pandemi virus corona, menurut kantor berita Reuters.

Keluarganya mengatakan kepada wartawan dia ada di garis depan pengunjuk rasa ketika ditembak mati oleh aparat keamanan pada Sabtu lalu.

"Saya cuma punya satu putra ini... Saya ingin mati saja supaya bisa bersama putra saya," kata ibunya, sambil menangis tersedu-sedu di samping peti matinya.

Anak-anak ada di antara mereka yang tewas.

Aye Myat Thu, 11 tahun, berbaring di peti mati bersama mainan, bunga, dan gambar Hello Kitty. Media lokal mengatakan gadis itu tewas tertembak ketika aparat menghalau unjuk rasa di kota Mawlamyine.

Di kota Miktila, ibu Pan Ei Phyu, 14 tahun, berkata kepada BBC Burma gadis itu terburu-buru menutup semua pintu ketika dia mendengar tentara datang ke jalanan depan rumahnya. Tapi dia tidak cukup cepat.

"Saya melihat dia tumbang dan awalnya berpikir dia hanya terpeleset dan jatuh. Tapi kemudian darah muncrat dari dadanya," ujarnya.

Di kota terbesar Myanmar, Yangon, Sai Wai Yan yang berusia 13 tahun sedang bermain di luar ketika dia tertembak dan tewas, menurut berbagai laporan. Keluarga remaja laki-laki itu berduka di samping peti matinya pada Minggu kemarin.

"Bagaimana ibu bisa hidup tanpamu, Nak?" ibunya menangis.

Juga di Yangon, warga mengatakan Hti San Wan Phi (19 tahun) tewas ketika peluru menghantam pipinya, saat dia berada di garis pertahanan para pengunjuk rasa.

Tetangga-tetangganya menggambarkan dirinya sebagai orang yang senyumnya lebar, menurut Reuters. Orang tuanya meminta teman-temannya tidak menangis, mengatakan "anak saya adalah martir".

Kekerasan berlanjut di negara itu pada Minggu kemarin.

Berbagai laporan mengatakan aktivis perempuan Ma Ah Khu, 37 tahun, ditembak di bagian dada di kota Kale. Dia adalah direktur LSM Perempuan untuk Keadilan.

Liga Perempuan Burma menggambarkan Ma Ah Khu sebagai "perempuan dengan jiwa yang berdedikasi dan pikiran yang penuh harapan".

"Kami menghormati keberaniannya, komitmennya, dan perjuangannya," kata organisasi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pulau Indonesia Diobral di Situs Online, DPR Sentil Aparat: Harus Gerak Cepat!

Pulau Indonesia Diobral di Situs Online, DPR Sentil Aparat: Harus Gerak Cepat!

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 18:55 WIB

Gaza Kembali Normal Pasca Gencatan Senjata, Ribuan Petugas Keamanan Dikerahkan

Gaza Kembali Normal Pasca Gencatan Senjata, Ribuan Petugas Keamanan Dikerahkan

News | Minggu, 19 Januari 2025 | 23:34 WIB

Tiga Tahun Kudeta, PBB Desak Junta Myanmar Hentikan Kekerasan: Ribuan Orang Disiksa hingga Dibunuh!

Tiga Tahun Kudeta, PBB Desak Junta Myanmar Hentikan Kekerasan: Ribuan Orang Disiksa hingga Dibunuh!

News | Jum'at, 02 Februari 2024 | 15:01 WIB

Situasi Sudah Kondusif, 909 Aparat Keamanan Masih Disiagakan di PT GNI Morowali Utara

Situasi Sudah Kondusif, 909 Aparat Keamanan Masih Disiagakan di PT GNI Morowali Utara

News | Minggu, 22 Januari 2023 | 10:15 WIB

Liga 1 Lanjut, DPR Tekankan Aparat Keamanan Terapkan SOP agar Tragedi Kanjuruhan Tak Terulang

Liga 1 Lanjut, DPR Tekankan Aparat Keamanan Terapkan SOP agar Tragedi Kanjuruhan Tak Terulang

News | Senin, 05 Desember 2022 | 16:39 WIB

Moeldoko Imbau Aparat Jangan Main-main dengan Arahan Presiden, Tinggalkan Gaya Hidup Hedonisme

Moeldoko Imbau Aparat Jangan Main-main dengan Arahan Presiden, Tinggalkan Gaya Hidup Hedonisme

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 16:00 WIB

Ada Kejanggalan, KontraS Beberkan Aparat Ternyata Bawa Gas Air Mata saat Tengah Babak Kedua

Ada Kejanggalan, KontraS Beberkan Aparat Ternyata Bawa Gas Air Mata saat Tengah Babak Kedua

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 10:56 WIB

Melanggar Batas Wilayah Perairan, 11 Nelayan Aceh Timur Ditangkap Otoritas Thailand

Melanggar Batas Wilayah Perairan, 11 Nelayan Aceh Timur Ditangkap Otoritas Thailand

News | Kamis, 23 Juni 2022 | 02:10 WIB

Terkini

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Batam | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

×