Cerita Pejabat BIN Diancam Pembunuhan Melalui Bom Pesan

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 30 Maret 2021 | 19:41 WIB
Cerita Pejabat BIN Diancam Pembunuhan Melalui Bom Pesan
Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menceritakan pengalamannya saat diteror ancaman pembunuhan melalui bom pesan di gawai pribadinya. Wawan mengaku malah merespon para peneror itu dengan santai pun mengungkap identitas lengkap mereka. 

Pada satu waktu, nomor telepon seluler Wawan tiba-tiba disebar oleh pihak tidak bertanggung jawab. Akibatnya, dia mendapat serangan bom pesan yang biasa dilakukan dengan aplikasi laba-labi. 

"Saya dilaba-labi ratusan ribu teror ke saya melalui laba-labi by WhatsApp maupun nomor telepon gelap, intinya mau membunuh saya terus menerus," kata Wawan dalam acara Webinar Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial, Selasa (30/3/2021). 

Meski mendapatkan ancaman seperti itu, Wawan tidak pernah merasa panik. Ia berusaha untuk membalas para pengirim pesan dengan santai. 

"Cuman saya jawab 'Bang ngapain bang anda mau bunuh saya, enggak usah dibunuh juga mati sendiri' saya bilang begitu," tuturnya.

Bahkan ia juga memilih untuk membalas pesan dengan membeberkan identitas mereka secara lengkap hingga membuat mereka berhenti mengirimkan teror.

Hal Itu dilakukan Wawan karena pesan yang dikirimkan bisa mencapai 4.500 kali sampai membuat gawainya panas dan tidak bisa beroperasi. 

Selain itu, Wawan juga kerap membalasnya dengan kata-kata santun untuk mengubah perilaku si pengirim teror tersebut. Menurutnya hal tersebut terbukti bisa mengubah pemikiran si pengirim yang awalnya ikut terseret emosi. 

"Tujuan kami adalah membina dan mengubah mindset, emosi, sikap tingkah laku, opini dan motivasi mereka. Beberapa diantaranya dari bulan itu sekarang tetap menghubungi saya dengan bahasa yang berubah," tuturnya.

baca juga

Usut punya usut, Wawan mengetahui kalau server yang digunakan untuk bom pesan itu bukan berada di Indonesia melainkan di luar negeri. Karena itu dia menilai, diperlukan kerja sama dengan pihak luar negeri guna melacak penanggung jawab dari si pengirim bom pesan tersebut. 

"Tapi selalu saya jawab dengan santun meskipun dia kasar-kasar jawabnya mau bunuh, mau apa, saya jawab dengan santun."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BIN: Pelaku Teror Kerap Pindah Tempat, Ganti Nama, hingga Cerita Hidup

BIN: Pelaku Teror Kerap Pindah Tempat, Ganti Nama, hingga Cerita Hidup

News | Selasa, 30 Maret 2021 | 17:39 WIB

Curigai Gerakan Teror Bom Nasional, Jusuf Kalla: Harus Waspada

Curigai Gerakan Teror Bom Nasional, Jusuf Kalla: Harus Waspada

Sumbar | Selasa, 30 Maret 2021 | 11:15 WIB

Antisipasi Teror Bom, TNI-Polri Gelar Patroli Gabungan

Antisipasi Teror Bom, TNI-Polri Gelar Patroli Gabungan

Video | Selasa, 30 Maret 2021 | 14:40 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×