alexametrics

Alat Berat Belum Tembus, SAR Dog Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang NTT

Erick Tanjung | Stephanus Aranditio
Alat Berat Belum Tembus, SAR Dog Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang NTT
Update banjir bandang NTT (Antara)

Sebanyak 8 unit ekskavator dan 6 unit dump truck sudah disiapkan oleh pemerintah, namun masih tertahan dan belum bisa menyebrang ke titik bencana, ujar Doni.

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Doni Monardo melaporkan, hingga saat ini proses pencarian korban banjir bandang Nusa Tenggara Timur masih terkendala cuaca buruk, alat berat belum bisa mencapai lokasi.

Doni mengatakan sebanyak 8 unit ekskavator dan 6 unit dump truck sudah disiapkan oleh pemerintah, namun masih tertahan dan belum bisa menyeberang ke titik bencana.

"Walaupun sudah disiapkan belum bisa dikirim ke tujuan, terutama ke Adonara dan Alor. Sedangkan di Lembata masih diupayakan ke perusahaan yang sedang mengerjakan jalan untuk dikerahkan menuju ke sasaran," kata Doni dalam jumpa pers virtual, Selasa (6/5/2021).

Anjing pelacak dari Badan SAR Nasional/Basarnas akan dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat pencarian korban selagi menunggu alat berat datang.

Baca Juga: Update Banjir Bandang NTT: 117 Meninggal, 76 Orang Masih Hilang

"Akan didatangkan SAR Dog yang sudah berpengalaman seperti pencarian korban di Mamuju, besok pagi mereka akan diprioritaskan ke tiga lokasi, Lembata, Alor, dan Adonara," ujarnya.

Sementara untuk distribusi bantuan logistik dan medis sudah bisa dilakukan dengan menggunakan enam helikopter yang dikerahkan BNPB.

Diketahui, badai siklon tropis Seroja telah menerjang 11 kabupaten dan 1 kota di NTT, antara lain; Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur (banjir bandang), Kabupaten Malaka Tengah, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Ende.

Hingga Selasa (6/4/2021) pukul 20.00 WIB tercatat sudah ada 117 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 76 orang masih hilang, 2.019 kepala keluarga atau 8.424 warga mengungsi, serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak.

Kemudian kerugian materiil yang tercatat sejauh ini; 1.992 rumah terdampak (498 rusak berat, 133 rusak sedang, 109 rusak ringan), 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 40 akses jalan tertutup pohon tumbang, 5 jembatan putus, 14 fasilitas umum rusak berat, satu fasum rusak ringan, 84 fasum terdampak dan 1 kapal tenggelam.

Baca Juga: Wamenkes RI Sebut Penanganan Bencana di NTT Terapkan Prokes Covid-19

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan peringatan dini terkait bahaya Gelombang Tinggi 4 - 6 meter akibat siklon tropis Seroja yang berlaku dari tgl 5 - 6 April 2021.

Komentar