DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:39 WIB
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, dukung pengadaan rudal BrahMos untuk modernisasi alutsista maritim Indonesia.
  • Pengadaan rudal hasil kolaborasi India-Rusia ini harus berlandaskan kepentingan nasional dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
  • Perlu adanya integrasi teknis rudal dengan sistem TNI eksisting serta diplomasi untuk mitigasi potensi sanksi AS.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, memberikan tanggapan strategis terkait langkah pemerintah Indonesia yang memperkuat lini pertahanan maritim melalui pengadaan sistem rudal BrahMos.

Langkah ini dipandang sebagai upaya krusial dalam memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna menghadapi dinamika geopolitik yang kian fluktuatif di kawasan Indo-Pasifik.

Dave menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil dalam kerja sama militer internasional harus selalu berpijak pada marwah kemandirian bangsa.

"Setiap langkah Indonesia dalam kerja sama pertahanan senantiasa berlandaskan pada kepentingan nasional, kedaulatan negara, dan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif," ujar Dave dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa akuisisi rudal hasil kolaborasi India dan Rusia tersebut merupakan bagian dari peta jalan besar untuk memperkokoh benteng pertahanan laut Indonesia.

"Kesepakatan dengan India terkait sistem rudal BrahMos, sebagaimana diberitakan, harus dipahami sebagai bagian dari strategi memperkuat kemampuan pertahanan kita secara menyeluruh, terutama di wilayah maritim yang memiliki nilai strategis tinggi bagi keamanan dan stabilitas kawasan," lanjut Dave.

Selain aspek penguatan, Komisi I DPR RI juga menyoroti aspek teknis yang mendalam, terutama terkait kesesuaian teknologi baru dengan perangkat yang sudah dimiliki TNI saat ini.

Dave menyebutkan bahwa integrasi sistem menjadi kunci utama agar rudal supersonik tersebut dapat beroperasi secara optimal dalam skema pertempuran modern.

"Kami juga menyadari adanya tantangan teknis, seperti integrasi dengan sistem radar dan CMS yang sudah ada. Hal ini menjadi perhatian bersama agar interoperabilitas tidak terganggu dan efektivitas tempur tetap terjaga," ungkap politisi Partai Golkar tersebut.

baca juga

Meskipun terdapat kendala integrasi, parlemen optimis bahwa sinergi antara pemerintah dan mitra strategis akan mampu mengejawantahkan solusi yang efektif secara bertahap.

Di sisi lain, Indonesia juga dihadapkan pada risiko geopolitik berupa potensi sanksi dari Amerika Serikat melalui undang-undang CAATSA yang menyasar aliansi teknologi dengan Rusia.

Menanggapi hal tersebut, Dave menekankan pentingnya diplomasi yang piawai agar kebutuhan pertahanan nasional tidak terkooptasi oleh persaingan kekuatan besar dunia.

"Prinsip kami jelas, yaitu Indonesia tidak ingin terjebak dalam rivalitas geopolitik, melainkan ingin memastikan bahwa kebutuhan pertahanan dapat terpenuhi tanpa mengorbankan hubungan baik dengan negara mana pun," tegasnya.

DPR RI berjanji akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara ketat untuk memastikan bahwa setiap risiko sanksi internasional telah dikalkulasi secara cermat oleh pemerintah.

Melalui penguatan sektor laut, Indonesia diharapkan mampu memantapkan posisinya sebagai kekuatan yang disegani sekaligus menjadi penyeimbang stabilitas di kawasan.

"Langkah ini juga sejalan dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia, di mana kekuatan laut menjadi benteng pertahanan sekaligus pilar utama dalam memperkuat posisi bangsa di tingkat regional dan global," pungkas Dave.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara

Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara

News | Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:21 WIB

Resmi Dibeli Indonesia, Ini Spesifikasi Mengerikan Rudal Supersonik BrahMos

Resmi Dibeli Indonesia, Ini Spesifikasi Mengerikan Rudal Supersonik BrahMos

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:26 WIB

BrahMos vs Fattah 1: Timur Tengah Membara, Indonesia Ikut Beli Rudal yang Ditakuti Barat

BrahMos vs Fattah 1: Timur Tengah Membara, Indonesia Ikut Beli Rudal yang Ditakuti Barat

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:13 WIB

Terkini

Polisi Tangkap Penjambret HP WNA India di Gondangdia, Satu Pelaku Masih Diburu

Polisi Tangkap Penjambret HP WNA India di Gondangdia, Satu Pelaku Masih Diburu

News | Senin, 07 September 2026 | 13:26 WIB

Momen Titiek Bela Prabowo di Depan Petambak Lobster, Jamin Tak Ada Nelayan yang Sengsara

Momen Titiek Bela Prabowo di Depan Petambak Lobster, Jamin Tak Ada Nelayan yang Sengsara

Video | Senin, 07 September 2026 | 13:26 WIB

Buntut Abu Vulkanik Anak Krakatau, Bandara Soetta dan Halim Masih Tutup hingga Sore

Buntut Abu Vulkanik Anak Krakatau, Bandara Soetta dan Halim Masih Tutup hingga Sore

News | Senin, 07 September 2026 | 13:25 WIB

Cara Komunitas Motor Perkuat Kemampuan Berkendara Aman di Tangerang

Cara Komunitas Motor Perkuat Kemampuan Berkendara Aman di Tangerang

Otomotif | Senin, 07 September 2026 | 13:25 WIB

Harga Masker Melonjak Drastis Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Harga Masker Melonjak Drastis Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 13:24 WIB

5 Tanda Hubungan Masuk Safe Place Phase, Benarkah Tak Semua Pasangan Kuat?

5 Tanda Hubungan Masuk Safe Place Phase, Benarkah Tak Semua Pasangan Kuat?

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 13:15 WIB

Apakah Viva Face Tonic Bengkuang Bisa Memutihkan Wajah? Ini 7 Manfaatnya

Apakah Viva Face Tonic Bengkuang Bisa Memutihkan Wajah? Ini 7 Manfaatnya

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 13:15 WIB

6 Perbedaan Air Mawar Viva vs Mustika Ratu, Bagus Mana?

6 Perbedaan Air Mawar Viva vs Mustika Ratu, Bagus Mana?

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 13:14 WIB

8 Bandara Masih Tutup Sementara Imbas Abu Vulkanik, BMKG Minta Masyarakat Waspada dan Tenang

8 Bandara Masih Tutup Sementara Imbas Abu Vulkanik, BMKG Minta Masyarakat Waspada dan Tenang

News | Senin, 07 September 2026 | 13:14 WIB

Langit Sekitar Jakarta-Lampung Masih Bahaya untuk Penerbangan

Langit Sekitar Jakarta-Lampung Masih Bahaya untuk Penerbangan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 13:12 WIB

×