Akses Informasi Dibatasi, Pemuda Myanmar Buat Buletin "Molotov" Bawah Tanah

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 11 April 2021 | 16:54 WIB
Akses Informasi Dibatasi, Pemuda Myanmar Buat Buletin "Molotov" Bawah Tanah
Seorang pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [STR / AFP]

Suara.com - Pemuda Myanmar berjuang melawan pemblokiran Internet oleh junta dan penindasan informasi dengan membuat buletin cetak bawah tanah yang meledak-ledak.

Menyadur Channel News Asia, Minggu (11/4/2021) selama 56 hari berturut-turut telah terjadi pemutusan jaringan Internet di Myanmar, menurut kelompok pemantau NetBlocks.

Seorang warga 30 tahun dengan nama samaran Lynn Thant membuat buletin bawah tanah dan memberinya nama Molotov untuk menarik perhatian kaum muda.

"Ini adalah tanggapan kami terhadap mereka yang memperlambat arus informasi - dan itu merupakan ancaman bagi kami," katanya kepada AFP.

Ribuan pembaca mengunduh versi PDF dari publikasi tersebut dan mencetak serta mendistribusikan salinan fisiknya ke seluruh penjuru di Yangon, Mandalay dan daerah lainnya.

Lynn Thant juga sadar akan risiko yang ada di depannya jika ia sampai tercium oleh petugas keamanan junta militer.

Polisi dan tentara menangkap lebih dari 3.000 orang sejak kudeta, menurut kelompok pemantau lokal Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Sekitar 180 selebriti terkenal termasuk aktor, penyanyi, dan influencer media sosial juga sedang diburu dan terancam penjara tiga tahun.

"Jika kita menulis literatur revolusioner dan mendistribusikannya seperti ini, kita bisa berakhir di penjara selama bertahun-tahun," katanya.

baca juga

"Bahkan jika salah satu dari kita ditangkap, ada anak muda yang akan terus memproduksi buletin Molotov. Bahkan jika salah satu dari kita terbunuh, orang lain akan muncul ketika seseorang jatuh. Buletin Molotov ini akan terus ada hingga revolusi berakhir dan berhasil." jelasnya.

Dia mengatakan sejauh ini buletin tersebut telah menjangkau lebih dari 30.000 orang di Facebook dan audiens utamanya adalah para aktivis Generasi Z.

Salinan buletin juga didistribusikan di bawah radar di pasar produk.

Myanmar hidup di bawah kekuasaan militer selama 49 tahun sebelum beralih ke demokrasi pada 2011. Negara ini memiliki sejarah panjang publikasi bawah tanah yang berusaha menghindari penindasan junta.

Media independen berada di bawah ancaman, 64 jurnalis ditangkap sejak kudeta dan 33 masih ditahan, menurut kelompok pemantau Reporting ASEAN. Junta juga mencabut izin lima media.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Polisi Myanmar Tewas Diserang Tentara Etnik Pro Demonstran

10 Polisi Myanmar Tewas Diserang Tentara Etnik Pro Demonstran

News | Minggu, 11 April 2021 | 06:56 WIB

Dubes Myanmar di Inggris yang Diusir dari Kedutaan harus Tidur di Mobil

Dubes Myanmar di Inggris yang Diusir dari Kedutaan harus Tidur di Mobil

News | Minggu, 11 April 2021 | 11:22 WIB

Operasi Penangkapan Selebriti Myanmar yang Menolak Kudeta Kian Menjadi-jadi

Operasi Penangkapan Selebriti Myanmar yang Menolak Kudeta Kian Menjadi-jadi

News | Jum'at, 09 April 2021 | 10:10 WIB

Terkini

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:34 WIB

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Malang | Jum'at, 25 September 2026 | 20:30 WIB

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:17 WIB

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:15 WIB

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 20:11 WIB

×