Puluhan Bocah Tewas di Myanmar, Junta Militer Enggan Disalahkan

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 09 April 2021 | 16:53 WIB
Puluhan Bocah Tewas di Myanmar, Junta Militer Enggan Disalahkan
Pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [YE AUNG THU / AFP]

Suara.com - Juru bicara militer Myanmar Mayjen Zaw Min Tun mengatakan kekacauan di negaranya bukan kesalahan junta, melainkan ulah demonstran itu sendiri.

Menyadur CNN Jumat (09/04), Zaw Min Tun berprinsip bahwa para jenderal militer hanya 'menjaga' negara sementara mereka menyelidiki pemilihan yang curang.

Tentang hilangnya 600 nyawa warga Myanmar, mereka mengatakan itu adalah kesalahan dari demonstran yang mendorong adanya timbulnya kerusuhan.

Zaw Min Tun bahkan mengaitkan situasi ini dengan fakta bahwa ayah Aung San Suu Kyi adalah pahlawan kemerdekaan yang mendirikan militer modern di negara tersebut.

Ia berkata jika Aung San, ayah Suu Kyi dapat melihat situasinya sekarang, dia akan berkata "Kamu benar-benar bodoh, anak perempuanku."

Suasana pemakaman Khant Nyar Hein, mahasiswa kedokteran berusia 17 tahun di Yangon, Myanmar (16/3/2021). [Foto/AFP]
Suasana pemakaman Khant Nyar Hein, mahasiswa kedokteran berusia 17 tahun di Yangon, Myanmar (16/3/2021). [Foto/AFP]

Ketika ditanya tentang 3 remaja yang tewas di tangan pasukan keamanan yaitu Kyaw Min Latt, 17, Htoo Myat Win, 13, dan Tun Tun Aung, 14, ia kembali menyalahkan demonstran karena menggunakan anak-anak di garis depan.

"Di beberapa tempat mereka memprovokasi anak-anak untuk ikut dalam kerusuhan kekerasan. Karena itu mereka bisa terkena pukulan ketika aparat keamanan menindak massa," katanya.

"Tidak ada alasan kami akan menembak anak-anak, ini hanya teroris yang mencoba membuat kami terlihat buruk."

Sementara itu, ayah Ayah Htoo Myat Win mengatakan putranya tertembak ketika peluru menerobos ke rumahnya melalui jendela di kota Shwebo pada 27 Maret.

baca juga

"Saya menghindari peluru tetapi anak saya datang ke jendela kaca dan tertemba. Saya tak mengerti kenapa mereka menembak ketika kami berada di dalam rumah."

Ia dipaksa pergi ke rumah sakit militer dan ayah Htoo Myat Win mengatakan putranya diotopsi dan ia diarahkan menandatangani dokumen yang menyatakan tidak ada peluru.

"Saya bertanya kepada mereka bahwa anak saya meninggal dengan luka tembak mengapa Anda ingin mengatakan itu bukan karena peluru?" dia berkata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prostitusi Online Libatkan Bocah SD, DKI Bakal Sanksi Pengelola Apartemen

Prostitusi Online Libatkan Bocah SD, DKI Bakal Sanksi Pengelola Apartemen

News | Kamis, 08 April 2021 | 16:12 WIB

Polos Banget! Dikira Penjual Susu, Kurir Paket Langsung Diserbu Bocah

Polos Banget! Dikira Penjual Susu, Kurir Paket Langsung Diserbu Bocah

Hits | Kamis, 08 April 2021 | 13:39 WIB

Faiz Naufal, Bocah Difabel Hafiz Quran asal Dumai Masuk 3 Besar Dai Spesial

Faiz Naufal, Bocah Difabel Hafiz Quran asal Dumai Masuk 3 Besar Dai Spesial

Riau | Kamis, 08 April 2021 | 12:52 WIB

Terkini

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:02 WIB

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:01 WIB

BRI dan BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo 2026

BRI dan BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo 2026

Sulsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:57 WIB

Cari Kendaraan Baru? BRI KKB Expo 2026 Hadirkan Solusi Pembiayaan yang Lebih Mudah

Cari Kendaraan Baru? BRI KKB Expo 2026 Hadirkan Solusi Pembiayaan yang Lebih Mudah

Malang | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:50 WIB

47 Warga Meninggal, Ratusan Rumah Rusak Parah Akibat Gempa di NTT

47 Warga Meninggal, Ratusan Rumah Rusak Parah Akibat Gempa di NTT

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Sering Selingkuh, Alat Kelamin Suami di Lumajang Dipotong Istri

Sering Selingkuh, Alat Kelamin Suami di Lumajang Dipotong Istri

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:47 WIB

×