Jadi Badut Teletubbies, Jalan Keluar Lucas Bertahan Hidup di Masa Pandemi

Agung Sandy Lesmana, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 16 April 2021 | 02:54 WIB
Jadi Badut Teletubbies, Jalan Keluar Lucas Bertahan Hidup di Masa Pandemi
Lucas, badut keliling ketika ditemui Suara.com di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. (Suara.com/Yaumal)
Lucas, badut keliling ketika ditemui Suara.com di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. (Suara.com/Yaumal)
Lucas, badut keliling ketika ditemui Suara.com di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. (Suara.com/Yaumal)

Melihat penghasilannya saat ini, kata Lucas sangat berbeda dengan pendapatan sebelumnya. Ketika bekerja sebagai bagian tim pemasang pernak-pernik interior ruang, meski dibayar per hari, dia dapat mengantongi uangRp 200 ribu. Nilai itu belum termasuk upah lembur. 

“Dalam sebulan saya bisa dapat Rp6 juta lebih, tapi kalau saya ikut lembur ya. Tapi kan kadang kita enggak kuat,” kata Lucas mengingat pendapatannya dahulu yang kini hanya menjadi kenangan di kepalanya.

Kekinian, pendapatannya yang hanya Rp70 ribu hingga Rp100 ribu itu harus pandai-pandai dia membaginya, uang jajan anak, dapur, listrik dan bayar rumah kontrakan sekitar Rp700 ribu sebulan. Beruntung, kata Lucas istrinya masih mau meringan bebannya, dengan membantu mendapatkan uang lewat  berjualan kecil-kecilan di depan rumahnya. 

“Iya, istri saya bantu, dia jualan kecilan-kecilan di rumah, lumayan untuk bantu. Tapi tetap saja pendapatan kan tetap tanggung jawab saya,” kata dia.

Banjir Keringat

Bekerja sebagai badut keliling, bukan tanpa tantangan. Sehari-hari dia mendapati tubuhnya harus basah kuyup, akibat keringat yang membanjiri.

Di bawah terik mentari Ibu Kota, berjalan kaki berkilo-kilo meter dengan mengenakan kostum yang sangat tebal, membuat tubuhnya mengeluarkan keringat yang banyak. 

“Kalau di dalam saya hanya memakai kaos doang, sama celana pendek. Tapi tetap saja panas. Tapi mau bagaimana lagi, saya tidak bisa tinggal diam, demi anak-anak saya dan keluarga,” ungkap Lucas dengan mata-mata berkaca-kaca. 

April ini setahun sudah Lucas menjalani profesinya sebagai badut keliling, pasca diperhentikan bekerja sejak awal pandemi tahun 2020 lalu. Dia tak pernah membayangkan kehidupannya akan berubah drastis seperti ini, pekerjaan sebagai salah tim dari perusahaan proyek interior yang telah digelutinya selama tujuh tahun harus kandas.  

baca juga
Penampakan Lucas saat menjadi badut keliling di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. (Suara.com/Yaumal)
Penampakan Lucas saat menjadi badut keliling di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. (Suara.com/Yaumal)

Demi Jajan Anak

Namun, dia mengaku penghasilannya saat ini terbilang cukup baginya dan keluarganya. 

“Kalau dibilang cukup ya cukup, kalau dibilang kurang ya kurang tergantung orang rumahnya saja,” ucapnya sambil tertawa lirih. 

Lucas pun masih mengharapkan pekerjaan yang lebih baik lagi, demi memperbaiki nasib, beserta keluarganya. 

“Kalau ada pekerjaan yang lebih baik lagi saya mau sekali. Saya juga sebenarnya tak ingin pekerjaan seperti ini, tapi karena apa, keadaan yang tidak memungkinkan,” ujar Lucas dengan suara bergetar. 

“Sekarang gini, tega enggak lihat anak tidak jajan, sementara teman-temannya jajan. Kalau bagi saya mending orang tua yang lapar dibanding anak-anak saya kelaparan. Kalalu orang tua lapar masih bisa menahan, kalau anak mana bisa nahan lapar,” sambungnya dengan suara yang tegas. 

Karenanya, Lucas pun berpesan bagi orang-orang yang saat ini masih memiliki pekerjaan dengan pendapatan yang tetap setiap bulannya agar tidak mengeluh. Apalagi kata dia, pada masa pandemi ini banyak orang yang harus kehilangan pekerjaan, seperti dirinya.  

“Nikmatilah, syukurilah apa yang kamu dapat, belum tentu orang lain itu, bisa seperti kayak kamu, selapar-laparnya kamu, itu masih ada lagi yang lebih lapar. Jadi nikmati saja pekerjaan seperti apapun, kita nikmati dan kita syukuri. Kalau orang tidak bersyukur sampai kapan pun akan kekurangan, tidak ada nikmatnya mau kerja seperti apapun kalau tidak kita syukuri, itu saja” ujar Lucas mengakhiri pembicaraannya sore itu.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maksimal 60 Ribu Jemaah, Masjid Nabawi Gelar Salat Tarawih di Masa Pandemi

Maksimal 60 Ribu Jemaah, Masjid Nabawi Gelar Salat Tarawih di Masa Pandemi

News | Rabu, 24 Maret 2021 | 13:26 WIB

Istana Negara di Ibu Kota Baru Mau Dibangun saat Pandemi, Ini Kata Pengamat

Istana Negara di Ibu Kota Baru Mau Dibangun saat Pandemi, Ini Kata Pengamat

Bisnis | Rabu, 17 Maret 2021 | 16:56 WIB

Masih Corona, Menhub Tak Larang Warga Mudik Lebaran 2021

Masih Corona, Menhub Tak Larang Warga Mudik Lebaran 2021

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 15:30 WIB

Rekrut Korban PHK di Tengah Pandemi, Pria Ini Kini Kebanjiran Rezeki

Rekrut Korban PHK di Tengah Pandemi, Pria Ini Kini Kebanjiran Rezeki

Kalbar | Sabtu, 13 Maret 2021 | 16:56 WIB

Terkini

Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso

Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Jateng Masuki Usia ke-81, Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah Tekankan Kunci Utama Kemajuan Daerah

Jateng Masuki Usia ke-81, Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah Tekankan Kunci Utama Kemajuan Daerah

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Mahasiswa Kepung Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan Keras ke Pemerintah

Mahasiswa Kepung Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan Keras ke Pemerintah

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Satu Tumbler, Satu Pilihan untuk Mengurangi Sampah

Satu Tumbler, Satu Pilihan untuk Mengurangi Sampah

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:20 WIB

3 Rekomendasi Skin Tint Murah di Bawah 100 Ribu untuk Pelajar, Lengkap dengan Review

3 Rekomendasi Skin Tint Murah di Bawah 100 Ribu untuk Pelajar, Lengkap dengan Review

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat

Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Perpres Ojol Ditarget Terbit Akhir Agustus, Pemerintah Tinggal Harmonisasi

Perpres Ojol Ditarget Terbit Akhir Agustus, Pemerintah Tinggal Harmonisasi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Sesaat Lagi Kick Off! Link Live Streaming Persib vs Bali United Malam Ini, Maung Bandung Juara?

Sesaat Lagi Kick Off! Link Live Streaming Persib vs Bali United Malam Ini, Maung Bandung Juara?

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi

Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:08 WIB

×