Virus Corona di Brasil: Pasien Kritis Diikat di Ranjang Tanpa Obat Penenang

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 16 April 2021 | 13:33 WIB
Virus Corona di Brasil: Pasien Kritis Diikat di Ranjang Tanpa Obat Penenang
Ilustrasi pasien covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Brasil semakin terpuruk dalam menangani wabah virus corona dan beberapa rumah sakit terpaksa mengintubasi pasien tanpa obat penenang karena kekurangan obat-obatan.

Menyadur Sky News Jumat (16/03), para dokter terpaksa mengikat pasien ke tempat tidur saat memasang ventilator.

Petugas medis juga mengencerkan obat penenang untuk membuatnya bertahan lebih lama dan menggunakan penghambat neuromuskuler sehingga pasien tidak dapat menolak.

Brasil menjadi episentrumpandemi virus corona di mana sekitar 3 ribu nyawa melayang setiap harinya. Langkanya pasokan oksigen juga memperburuk situasi dan membawa mereka pada puncak krisis.

Pada hari Kamis, negara pimpinan Jair Bolsonaro ini melaporkan 3.560 kematian akibat COVID-19 dan 73.174 kasus baru. Seorang dokter di Rio menggambarkan situasi rumah sakit yang kesulitan mengakses obat.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menutupi wajahnya dengan masker selama konferensi pers mengenai pandemi virus COVID-19, pandemi di Istana Planalto, Brasil. File foto ini diambil pada 23 Juni 2020. [Sergio LIMA / AFP]
Presiden Brasil Jair Bolsonaro menutupi wajahnya dengan masker selama konferensi pers mengenai pandemi virus COVID-19, pandemi di Istana Planalto, Brasil. File foto ini diambil pada 23 Juni 2020. [Sergio LIMA / AFP]

"Anda mengendurkan otot dan melakukan prosedur dengan mudah, tapi kami tidak mendapat obat penenang. Beberapa mencoba untuk berbicara dan menolak. Mereka sadar," jelasnya.

Surat kabar Brasil O Globo melaporkan pada hari Kamis bahwa rumah sakit lain di Rio mengalami masalah serupa di mana kerabat pasien putus asa dan menelepon fasilitas medis lain untuk mencari obat penenang.

Seorang juru bicara sekretariat kesehatan Rio de Janeiro mengatakan kekurangan terjadi "sesekali" di rumah sakit Albert Schweitzer karena kesulitan mendapat pasokan di pasar global.

Mereka mengatakan "tindakan penggantian dilakukan agar tidak ada kerusakan pada bantuan yang diberikan" pada pasien. Sementara itu, juru bicara tidak mengomentari klaim pasien diikat ke tempat tidur mereka.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Warga Italia Tewas Akibat Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca

4 Warga Italia Tewas Akibat Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca

Jatim | Jum'at, 16 April 2021 | 11:34 WIB

Meski Dikritik, Inggris Tetap Lanjutkan Program Tes Cepat COVID-19

Meski Dikritik, Inggris Tetap Lanjutkan Program Tes Cepat COVID-19

Health | Jum'at, 16 April 2021 | 11:11 WIB

Update Covid-19 Global: Angka Infeksi di India Lebih Parah dari Tahun Lalu

Update Covid-19 Global: Angka Infeksi di India Lebih Parah dari Tahun Lalu

Health | Jum'at, 16 April 2021 | 10:48 WIB

Terkini

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

×