alexametrics

KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, Australia Berjanji Ikut Bantu Pencarian

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, Australia Berjanji Ikut Bantu Pencarian
KRI Karel Satsuitubun 356 bersiap sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/4/2021). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

"Kami akan membantu tetangga kami dengan cara apa pun yang kami bisa."

Suara.com - Australia berjanji akan memberikan bantuan kepada Indonesia dalam proses pencarian KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali.

Menyadur SBS News, Kamis (22/4/2021) Menteri Luar Negeri Marise Payne mengatakan Australia akan memberikan dukungan apapun yang mereka bisa.

"Kami jelas sangat prihatin dengan laporan tersebut. Ini sangat meresahkan keluarga dan khususnya bagi TNI AL," ujarnya kepada AM.

"Kami telah mengindikasikan bahwa kami akan membantu dengan cara apa pun yang kami bisa. Kami mengoperasikan kapal selam yang sangat berbeda dari yang satu ini, tetapi Angkatan Pertahanan Australia dan organisasi Pertahanan Australia akan bekerja dengan operasi pertahanan di Indonesia untuk menentukan apa yang mungkin dapat kami lakukan," sambungnya.

Baca Juga: Pencarian KRI Nanggala 402

"Kami akan mendukung tetangga kami dengan cara apa pun yang kami bisa." tegas Marise Payne.

Kementerian Pertahanan Indonesia mengatakan kapal selam tersebut hilang kontak setelah diberikan izin untuk menyelam.

Kapal selam itu membawa total 53 orang dengan rincian 49 anggota awak, satu komandan dan tiga orang bertugas penembak.

KRI Nanggala 402 sedang melakukan latihan ketika hilang kontak, kata Panglima Militer Hadi Tjahjanto pada hari Rabu.

Kapal selam itu diyakini telah menghilang di perairan sekitar 95 kilometer sebelah utara Bali.

Baca Juga: Singapura dan Malaysia Cari KRI Nanggala-402 Hilang di Bali

Sebelumnya, Singapura jug telah mengirimkan bantuan dengan menerjunkan kapal khusus MV Swift Rescue pada Rabu (21/4).

Menteri Pertahanan Singapura, Dr Ng Eng Hen mengatakan kapal penyelamat khusus tersebut dikirim "secepat dia bisa bersiap-siap".

Dalam postingannya di akun Facebook, MV Swift Resque bergegas setelah kepala angkatan laut Singapura menerima permintaan bantuan dari Indonesia.

Ng Eng Hen menambahkan jika Singapura juga mengerahkan tim medis bersama rombongan kru kapal jika perawatan hiperbarik diperlukan.

Indonesia saat ini memiliki armada lima kapal selam dan berencana untuk mengoperasikan setidaknya delapan kapal selam pada tahun 2024.

Komentar