Dimaafkan, PBNU Minta Menteri Nadiem Serius Revisi Kamus Sejarah Indonesia

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio | Suara.com

Jum'at, 23 April 2021 | 14:34 WIB
Dimaafkan, PBNU Minta Menteri Nadiem Serius Revisi Kamus Sejarah Indonesia
Mendikbud Nadiem Makarim menyambangi gedung PBNU. Dalam konferensi pers, dia didampingi Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini dan Putri Gus Dur Yeni Wahid. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Ketua LP Ma'arif NU PBNU, Z. Arifin Junaidi meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera menyusun kerangka kerja revisi buku Kamus Sejarah Indonesia yang menuai polemik.

Arifin menyebut Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid harus menunjukkan keseriusannya dalam penyusunan Kamus Sejarah Indonesia yang sudah dimulai sejak 2017 namun belum selesai hingga kini.

"Tunjukkan Kemendikbud serius untuk merevisi buku yang menuai kontroversi tersebut secepatnya," kata Arifin, Jumat (23/4/2021).

Arifin sebagai orang yang diutus PBNU untuk terlibat dalam penyusunan Kamus Sejarah Indonesia itu juga meminta Mendikbud Nadiem Makarim tidak hanya meminta maaf tetapi segera menyelesaikannya sampai resmi diterbitkan.

"Mendikbud Nadiem sudah mengakui banyak bolong-bolong dalam buku tersebut. Jangan sampai lagi terjadi ini masuk itu tidak!," ucapnya.

Terhadap permintaan tersebut, Hilmar Faried menyatakan kesediaannya untuk bekerja serius dan cepat.

"Kami akan segera menyiapkan kerangka kerja," kata Hilmar.

Arifin nanti akan mengumpulkan masukkan dari para tokoh dan ahli sejarah NU yang dirangkum kemudian diberikan kepada tim Kemendikbud untuk masuk dalam Kamus Sejarah Indonesia.

Sebelumnya, Nadiem berjanji merevisi Kamus Sejarah Indonesia, pasca polemik hilangnya nama pendiri NU (Nahdlatul Ulama) KH Hasyim Asyari.

Hal itu diungkap Menteri Nadiem usai melakukan pertemuan di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2021).

Nadiem menjelaskan, kamus Sejarah Indonesia Jilid I disusun saat dirinya belum menjabat menteri, persisnya pada 2017 lalu. Meski demikian, Ia berjanji akan segera membentuk tim khusus untuk merevisi kamus tersebut. Tim itu juga bakal melibatkan banyak pihak, termasuk dari NU.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta Evaluasi Total, PKB Sebut Nadiem ke PBNU Hanya Cari Suaka Politik

Minta Evaluasi Total, PKB Sebut Nadiem ke PBNU Hanya Cari Suaka Politik

News | Jum'at, 23 April 2021 | 09:40 WIB

Setelah Bertemu Megawati, Nadiem ke PBNU Luruskan Polemik Kamus Sejarah

Setelah Bertemu Megawati, Nadiem ke PBNU Luruskan Polemik Kamus Sejarah

Jatim | Jum'at, 23 April 2021 | 04:10 WIB

Mendikbud Nadiem Pilih Ngibrit saat Ditanya soal Reshuffle Kabinet

Mendikbud Nadiem Pilih Ngibrit saat Ditanya soal Reshuffle Kabinet

News | Kamis, 22 April 2021 | 18:25 WIB

Pendiri NU Hilang, Yenny Wahid Ajak Nadiem Jalan ke Museum KH Hasyim Asyari

Pendiri NU Hilang, Yenny Wahid Ajak Nadiem Jalan ke Museum KH Hasyim Asyari

News | Kamis, 22 April 2021 | 16:36 WIB

Terkini

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB